Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rachel Amanda Hadapi Risiko Nyata di Balik Horor 'Monster Pabrik Rambut'

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
Rachel Amanda. (Jawa Pos)
Rachel Amanda. (Jawa Pos)

Advertisement

 

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com-Totalitas dalam seni peran kerap menuntut lebih dari sekadar emosi. Hal itu dirasakan Rachel Amanda saat menjalani proses syuting film Monster Pabrik Rambut. Demi menghadirkan realisme, ia harus berhadapan langsung dengan kondisi lokasi yang keras—berdebu, pengap, dan berisiko bagi kesehatan.

Dalam film tersebut, Amanda memerankan Putri, anak seorang pekerja pabrik rambut yang terjerat dalam misteri kematian sang ibu. Untuk menghidupkan suasana, tim produksi menyulap sebuah ruangan kosong menjadi replika pabrik tua yang nyaris sempurna—lengkap dengan debu, properti usang, hingga detail ruang tinggal pekerja.

Advertisement

“Aku sampai merasa ini benar-benar pabrik sungguhan,” ujar Amanda saat ditemui di kantor Palari Films, Kemang, Jakarta Selatan.

Namun, realisme itu datang dengan konsekuensi. Debu yang memenuhi set sempat masuk ke mata Amanda hingga menyebabkan iritasi serius. Matanya memerah dan terasa perih, memaksanya menjalani pengobatan sebelum akhirnya pulih. Sejak itu, ia lebih berhati-hati terhadap kondisi lingkungan syuting.

Advertisement

Tantangan tak berhenti di situ. Sejumlah adegan malam yang diambil pada siang hari disiasati dengan menutup seluruh area syuting menggunakan kain hitam. Teknik ini memang efektif secara visual, tetapi menciptakan ruang tertutup yang panas dan pengap.

“Udara jadi terasa berat,” ungkap Amanda.

Lebih dari sekadar tantangan fisik, pengalaman ini membuka perspektif baru bagi para pemain. Dalam sesi workshop, Amanda bersama rekan-rekannya—termasuk Lutesha dan Iqbaal Ramadhan—ikut merasakan simulasi kerja di pabrik, mulai dari kondisi panas hingga proses pembuatan rambut palsu.

Dari sana, muncul kesadaran akan isu yang lebih besar: keselamatan dan kesejahteraan pekerja. Film ini tidak sekadar menawarkan teror, tetapi juga menyingkap sisi gelap budaya kerja yang eksploitatif.

Disutradarai oleh Edwin dan ditulis bersama Eka Kurniawan, “Monster Pabrik Rambut” mengusung horor yang tidak bertumpu pada sosok gaib. Kengerian justru lahir dari realitas—dari tekanan kerja tanpa henti yang menelan korban.

Advertisement

Artikel Terkait

Aghniny Haque Sampai Klaustrofobia, Adegan Dikubur di Film Ini Ternyata Bikin Tegang

Aghniny Haque Sampai Klaustrofobia, Adegan Dikubur di Film Ini Ternyata Bikin Tegang

Aghniny Haque menghadapi rasa takut klaustrofobia saat syuting adegan dikubur dalam film horor Bisikan Desa Gringsing.

Ziva Magnolya Debut Layar Lebar lewat Ayah, Aku Mau Cerita, Akui Sempat Tegang

Ziva Magnolya Debut Layar Lebar lewat Ayah, Aku Mau Cerita, Akui Sempat Tegang

Ziva Magnolya debut layar lebar lewat film Ayah, Aku Mau Cerita. Simak tantangan Ziva memerankan Aisha dan pengalaman pertamanya di dunia ak

Lukman Sardi  Perdalam Karakter Romo Rendra di Kuasa Gelap: Perjanjian Darah

Lukman Sardi  Perdalam Karakter Romo Rendra di Kuasa Gelap: Perjanjian Darah

Lukman Sardi kembali sebagai Romo Rendra di Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Ia mendalami ritual eksorsisme dan bahasa Latin

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer