Rezky Ginting Merintis Identitas Musik, Mengolah Emosi Lewat Pop Alternative dan Dream Pop

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com– Menemukan identitas dalam bermusik bukan sekadar memilih genre atau melahirkan sebuah lagu. Lebih dari itu, seorang musisi perlu merumuskan karakter, menyampaikan gagasan, dan membangun hubungan emosional dengan pendengarnya. Proses inilah yang tengah dijalani Rezky Ginting, musisi muda asal Medan yang mulai menapaki industri musik melalui jalur pop alternative dan dream pop.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU) yang akrab disapa Kiki itu memulai langkahnya lewat single debut bertajuk Till My Heart Gives Up. Karya tersebut menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan warna musikal sekaligus menunjukkan arah yang ingin ia kembangkan sebagai musisi.
Pilihan terhadap pop alternative dan dream pop bukan sekadar persoalan selera. Kedua genre itu menjadi ruang bagi Kiki untuk mengeksplorasi ekspresi personal dan merangkai gagasan ke dalam musik. Melalui pendekatan tersebut, ia berupaya membangun karakter yang tidak hanya terdengar, tetapi juga dapat dirasakan oleh pendengarnya.
Proses kreatif single debut itu pun terbilang singkat. Kiki menyelesaikan Till My Heart Gives Up dalam waktu dua minggu. Namun, di balik proses tersebut, ada langkah penting yang harus dilalui seorang musisi pemula: mengubah gagasan menjadi karya nyata, lalu memberanikan diri memperkenalkannya kepada publik.
Bagi Kiki, bermusik tidak berhenti pada upaya menghasilkan lagu. Ada hal lain yang ingin ia bangun, yakni kedekatan emosional antara karya dan orang-orang yang mendengarkannya. Ia berharap lagu-lagunya dapat mewakili perasaan pendengar, sehingga setiap orang memiliki kesempatan untuk menemukan cerita dan pengalaman mereka sendiri di dalam musik tersebut.
Pendekatan ini membuka ruang bagi pendengar untuk memaknai lagu secara personal. Sebuah karya tidak lagi semata-mata menjadi cerminan pengalaman penciptanya, tetapi juga dapat menemukan arti baru ketika bersentuhan dengan pengalaman orang lain.
Di titik itulah identitas musikal menemukan relevansinya. Karakter seorang musisi tidak terbentuk hanya dari genre yang dipilih, melainkan juga dari konsistensi gagasan, keberanian mengeksplorasi bunyi, serta cara membangun narasi melalui karya. Identitas tersebut tumbuh seiring proses, bukan sesuatu yang selesai dalam satu rilisan.
Bagi musisi muda seperti Kiki, single debut menjadi awal untuk mengenalkan diri sekaligus menguji arah kreatif yang ingin ditempuh. Perjalanan berikutnya akan ditentukan oleh bagaimana ia menjaga konsistensi, mengembangkan eksplorasi musikal, dan menemukan cara yang semakin personal dalam menyampaikan gagasan.
Di tengah industri kreatif yang memberi ruang bagi anak muda untuk mengekspresikan diri, musisi independen memiliki kesempatan untuk memulai dari lingkungan dan kemampuan yang tersedia. Namun, menghasilkan karya hanyalah satu bagian dari perjalanan. Tantangan berikutnya adalah membuat karya tersebut memiliki karakter yang kuat dan mampu membangun hubungan dengan pendengar.
Sebagai musisi asal Medan, Kiki masih berada dalam tahap merintis. Till My Heart Gives Up menjadi penanda awal dari proses panjang untuk menemukan sekaligus mempertegas identitas musikalnya.



