29 C
Medan
Friday, February 23, 2024
spot_img
spot_img

Tak Patuh, Barang Bawaan Terpaksa Ditinggal di Bandara, 40% Jamaah Masukkan Air Zamzam ke Koper

JEDDAH, SUMUTPOS.CO – Hari pertama kepulangan jamaah haji Indonesia, diwarnai pembongkaran koper kabin jamaah di Plaza Bandara King Abdul Azis Jeddah Arab Saudi, Senin (3/7) waktu Arab Saudi. Padahal jauh-jauh hari jamaah sudah diimbau agar tidak membawa barang berlebih sebagaimana ditentukan maskapai penerbangan, ternyata masih saja ada yang tak patuh.

Barang yang terlanjur dibeli mahal dengan menyisihkan uang riyal tersebut harus ditinggalkan begitu saja di Bandara Jeddah Umumnya barang-barang tersebut sedianya untuk oleh-oleh untuk keluarga di tanah air.

Ada beragam sajadah kecil dan besar yang diperkirakan per satuannya seharga 10 Saudi Arabia Riyal (SAR), ada mainan anak-anak, makanan, tas tenteng, baju gamis, jilbab, pasmina, sorban, air zam zam dalam jumlah 5 literan maupun botol kecil-kecil, tempat minum/gembes berisi air zam-zam yang berukuran sekitar 2 literan, kain batik, bahkan ada rice cooker.

Barang-barang yang ditinggalkan jamaah haji di Paviliun Bandara Jeddah tersebut dikumpulkan oleh petugas Perlindungan Jamaah Haji (Linjam) untuk bahan pelaporan kepada Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Haryanto. “Barang-barang ini masih kami kumpulkan untuk dijadikan bahan pelaporan. Nantinya akan dihibahkan atau diapakan, menunggu petunjuk dari Petugas Pelaksana Ibadah Haji (PPIH),” kata Haryanto.

Perlu diketahui, jamaah haji dari embarkasi Jakarta Bekasi kelompok terbang (kloter) JKS1, embarkasi Jakarta Pondok Gede kloter JKG 1, embarkasi Surabaya kloter SUB 01, datang bersusul-susulan pada Senin malam (3/7). Jamaah haji yang beruntung, akan kebagian masuk ke dalam Paviliun Bandara Jeddah.

Mereka mendapatkan kesempatan membongkar dan memilah barang bawaan yang bisa dimasukkan ke dalam koper kabin dan tas, atau ditinggalkan di Bandara Jeddah. “Ya sudah saya mengikuti aturan saja, makanan ini saya buang saja ya di sini,” kata Hartini, 62, asal DKI Jakarta sambal menata kembali koper kabinnya.

Bahkan bisa mendapatkan kesempatan pengarahan dari para petugas Maskapai Penerbangan Saudia Airlines agar membongkar dan memasukkan barang bawaan yang penting dan meninggalkan yang tidak terlalu penting. “Tidak diperkenankan membawa tas lain selain tas berisi paspor dan koper kabin dari Kemenag RI. Membawa makanan dan minuman masih boleh untuk dimakan di ruang tunggu sebelum masuk ke dalam pesawat,” kata Petugas Operasional Haji Saudia Airlines Ardi Cipta.

Maklum, penerbangan sehari kemarin cukup krodit. Mulai pukul 00.00 tanggal 3 Juli 2023 sampai pukul 05.00 pagi 4 Juli 2023, ada 59 penerbangan dari berbagai belahan dunia. Sedangkan jumlah Plaza Bandara Jeddah hanya sekitar 15 unit. Suasana Bandara Jeddah pun penuh Jamaah haji yang hendak pulang ke negara masing-masing.

Sebagaimana Jamaah haji dari embarkasi Surabaya, tidak mendapatkan kesempatan membongkar barang bawaan di Paviliun Bandara Jeddah. Tapi langsung didorong oleh Wukalla (Petugas Arab Saudi yang melayani Jamaah haji) ke dalam terminal untuk langsung menjalani pemeriksaan di Imigrasi. Tentu saja petugas Indonesia sudah tidak bisa mendampinginya. Di dalam terminal pun dilakukan sweeping barang bawaan dan harus meninggalkan barang bawaan berlebih tersebut di depan mesin Xray.

Kepala Daker Bandara kembali mengingatkan jamaah haji untuk tidak membawa barang bawaan berlebih sejak dari hotel. Terutama yang masih menunggu jadwal kepulangan. Sebab hari pertama kepulangan, masih banyak jamaah haji yang kurang mematuhi aturan barang bawaan.

Dia pun mengimbu kepada jamaah haji yang akan pulang, agar membawa barang bawaan sesuai ketentuan. Koper besar maksimal 32 kg, jangan ada air zam zam. Karena saat proses pemeriksaan di mesin XRay akan dilakukan pemeriksaan ulang. Bahkan di gudang Saudia Airlines itu banyak koper besar yang isinya air zam-zam.

“Pembongkaran kopor itu, mekanismenya jamaah haji dipanggil dan diminta untuk mengeluarkan air zam-zam Jamaah haji. Makanya kami minta Jamaah haji agar menaati barang bawaan sesuai ketentuan,” tandasnya.

Terkait kursi roda Jamaah haji yang dibawa dari tanah air, kata Haryanto, ada kewajiban untuk diwraping dengan biaya 35 SAR. “Saya sudah koordinasi dengan Ketu PPIH Arab Saudi, bahwa sesuai ketentuan penerbangan, kursi roda harus diwraping dan biayanya kurang lebih 35 SAR. Wrapingnya ketika jamaah haji sudah tiba di paviliun, nanti disediakan oleh penerbangan,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 Hijriah, Subhan Cholid mengingatkan jamaah haji untuk tidak mencoba-coba memasukan air Zamzam ke dalam koper. Sebab, koper tersebut akan diperiksa dan dibongkar bila ditemukan menyimpan air Zamzam. “Jangan masukkan air Zamzam ke koper bagasi. Sebab, koper berisi air Zamzam akan terdeteksi yang berakibat dibongkar dan dikeluarkan airnya. Ini sudah menjadi ketentuan penerbangan,” kata Subhan.

“Dari hasil pemeriksaan hari ini, rata-rata terdapat 30 persen sampai 40 persen jamaah yang memasukkan air Zamzam ke dalam koper. Koper dibongkar untuk mengeluarkan airnya. Sehingga cukup mengganggu dalam proses X-ray barang jamaah,” jelas Subhan.

“Jika tanpa pembongkaran,cukup 1 jam proses pemeriksaan bagasi, namun jika harus dibongkar karena terdapat zam-zam, memakan waktu hingga 3 jam per kloternya,” imbuhnya.

Subhan menambahkan, Garuda Indonesia dan Saudia Airlines hanya akan mengangkut barang bawaan jamaah haji berupa tas paspor, koper kabin, dan koper bagasi sesuai standar yang diberikan dan berlogo maskapai. “Jamaah haji Indonesia berhak membawa koper kabin dengan berat maksimal 7 kg, koper bagasi dengan berat maksimal 32 kg, dan tas paspor,” sebutnya.

 

Kepulangan Jamaah Sumut Delay 3 Jam Lebih

Di sisi lain, kepulangan jamaah haji Debarkasi Medan kelompok terbang (kloter) 1 asal Mandailing Natal (Madina) tertunda (delay) selama 3 jam. Awalnya, jamaah Kloter 1 Debarkasi Medan ini tiba di Bandara Kualanamu sekira pukul 20.45 WIB. Namun karena alasan operasional, delay menjadi pukul 23.50 WIB.

Sementara berdasarkan , jadwal kepulangan jamaah haji yang diumumkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan, kepulangan jamaah asal Kota Medan yang tergabung di kelompok terbang (kloter) 3, akan tiba pada Jumat (7/7) dinihari. Humas dan Koordinator Protokol Pembantu Penyelenggara Ibadah Haji (P3IH) Debarkasi Medan, M Yunus mengatakan, jadwal kepulangan jamaah haji Debarkasi Medan, akan dibagi menjadi dua gelombang.

“Gelombang pertama kloter 1 tanggal 4 Juli 2023 sampai kloter 15 tanggal 19 Juli 2023. Kemudian, gelombang kedua kloter 16 tanggal 20 Juli 2023 sampai kloter 24 tanggal 30 Juli 2023,” ungkapnya, Selasa (4/7).

Sebagaimana dalam jadwal pemulangan, kloter 3 asal Kabupaten Asahan, Karo dan Kota Medan berjumlah 358 jamaah akan tiba di Bandara Kualanamu pada, Jumat (7/7). Kemudian, di kloter 5 asal Kota Medan, Tanjungbalai dan Binjai berjumlah 356 jamaah tiba pada, Minggu (9/7) dinihari.

Kemudian, di kloter 6 asal Kota Medan, Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat berjumlah 360 jamaah, akan tiba pada, Senin (10/7) dinihari. Kloter 7 asal Kota Pematangsiantar, Medan dan Kabupaten Asahan berjumlah 353 jamaah, akan tiba pada, Selasa (11/7) dinihari.

Kemudian, kloter 8 asal Kabupaten Tapanuli Tengah, Binjai, Medan, Deliserdang dan Pematangsiantar berjumlah 351 jamaah, tiba pada Rabu (12/7) dinihari. Kloter 9 asal Kabupaten Karo, Labuhanbatu, Toba Samosir, Medan dan Pematangsiantar berjumlah 357 jamaah, tiba pada Kamis (13/7) dinihari.

Kemudian, kloter 10 asal Kota Medan dan Humbanghusundutan berjumlah 359 jamaah, tiba pada Jumat (14/7) subuh. Kloter 12 asal Kota Medan dan Kabupaten Langkat berjumlah 359 jamaah, tiba pada Minggu (16/7) pagi.

Kemudian, kloter 13 asal Batubara, Medan dan Sibolga berjumlah 350 jamaah, tiba pada Senin (17/7) pagi. Kloter 14 asal Simalungun, Asahan, Medan, Tebingtinggi dan Langkat berjumlah 357 jamaah, tiba pada Selasa (18/7) pagi. Terakhir, kloter 15 asal Medan, Tanjungbalai dan Binjai berjumlah 353 jamaah, tiba pada Rabu (19/7) siang.

Gelombang kedua, kloter 16 asal Deliserdang dan Medan berjumlah 348 jamaah, tiba pada Kamis (20/7) siang. Kloter 17 asal Serdangbedagai, Padanglawas dan Medan berjumlah 353 jamaah, tiba pada Jumat (21/7) sore.

Kemudian, kloter 18 asal Medan, Mandailing Natal dan Deliserdang berjumlah 347 jamaah, tiba pada Sabtu (22/7) malam. Kloter 19 asal Padangsidimpuan dan Medan berjumlah 338 jamaah, tiba pada Minggu (24/7) dinihari.

Kemudian, kloter 20 asal Labuhanbatu Selatan dan Medan berjumlah 351 jamaah, tiba pada Senin (25/7) subuh. Kloter 22 asal Labuhanbatu Utara, Medan, Gunung Sitoli, Deliserdang dan Padanglawas Utara berjumlah 345 jamaah, tiba pada Kamis (27/7) siang.

Kemudian, kloter 23 asal Tapanuli Selatan, Medan dan Asahan berjumlah 359 jamaah, tiba pada Jumat (28/7) sore. Terakhir, kloter 24 asal Batubara, Simalungun, Labuhanbatu Utara, Binjai, Medan dan Padangsidimpuan berjumlah 20 jamaah, tiba pada Sabtu (30/7) dinihari. (ida/jpg/man/adz)

JEDDAH, SUMUTPOS.CO – Hari pertama kepulangan jamaah haji Indonesia, diwarnai pembongkaran koper kabin jamaah di Plaza Bandara King Abdul Azis Jeddah Arab Saudi, Senin (3/7) waktu Arab Saudi. Padahal jauh-jauh hari jamaah sudah diimbau agar tidak membawa barang berlebih sebagaimana ditentukan maskapai penerbangan, ternyata masih saja ada yang tak patuh.

Barang yang terlanjur dibeli mahal dengan menyisihkan uang riyal tersebut harus ditinggalkan begitu saja di Bandara Jeddah Umumnya barang-barang tersebut sedianya untuk oleh-oleh untuk keluarga di tanah air.

Ada beragam sajadah kecil dan besar yang diperkirakan per satuannya seharga 10 Saudi Arabia Riyal (SAR), ada mainan anak-anak, makanan, tas tenteng, baju gamis, jilbab, pasmina, sorban, air zam zam dalam jumlah 5 literan maupun botol kecil-kecil, tempat minum/gembes berisi air zam-zam yang berukuran sekitar 2 literan, kain batik, bahkan ada rice cooker.

Barang-barang yang ditinggalkan jamaah haji di Paviliun Bandara Jeddah tersebut dikumpulkan oleh petugas Perlindungan Jamaah Haji (Linjam) untuk bahan pelaporan kepada Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Haryanto. “Barang-barang ini masih kami kumpulkan untuk dijadikan bahan pelaporan. Nantinya akan dihibahkan atau diapakan, menunggu petunjuk dari Petugas Pelaksana Ibadah Haji (PPIH),” kata Haryanto.

Perlu diketahui, jamaah haji dari embarkasi Jakarta Bekasi kelompok terbang (kloter) JKS1, embarkasi Jakarta Pondok Gede kloter JKG 1, embarkasi Surabaya kloter SUB 01, datang bersusul-susulan pada Senin malam (3/7). Jamaah haji yang beruntung, akan kebagian masuk ke dalam Paviliun Bandara Jeddah.

Mereka mendapatkan kesempatan membongkar dan memilah barang bawaan yang bisa dimasukkan ke dalam koper kabin dan tas, atau ditinggalkan di Bandara Jeddah. “Ya sudah saya mengikuti aturan saja, makanan ini saya buang saja ya di sini,” kata Hartini, 62, asal DKI Jakarta sambal menata kembali koper kabinnya.

Bahkan bisa mendapatkan kesempatan pengarahan dari para petugas Maskapai Penerbangan Saudia Airlines agar membongkar dan memasukkan barang bawaan yang penting dan meninggalkan yang tidak terlalu penting. “Tidak diperkenankan membawa tas lain selain tas berisi paspor dan koper kabin dari Kemenag RI. Membawa makanan dan minuman masih boleh untuk dimakan di ruang tunggu sebelum masuk ke dalam pesawat,” kata Petugas Operasional Haji Saudia Airlines Ardi Cipta.

Maklum, penerbangan sehari kemarin cukup krodit. Mulai pukul 00.00 tanggal 3 Juli 2023 sampai pukul 05.00 pagi 4 Juli 2023, ada 59 penerbangan dari berbagai belahan dunia. Sedangkan jumlah Plaza Bandara Jeddah hanya sekitar 15 unit. Suasana Bandara Jeddah pun penuh Jamaah haji yang hendak pulang ke negara masing-masing.

Sebagaimana Jamaah haji dari embarkasi Surabaya, tidak mendapatkan kesempatan membongkar barang bawaan di Paviliun Bandara Jeddah. Tapi langsung didorong oleh Wukalla (Petugas Arab Saudi yang melayani Jamaah haji) ke dalam terminal untuk langsung menjalani pemeriksaan di Imigrasi. Tentu saja petugas Indonesia sudah tidak bisa mendampinginya. Di dalam terminal pun dilakukan sweeping barang bawaan dan harus meninggalkan barang bawaan berlebih tersebut di depan mesin Xray.

Kepala Daker Bandara kembali mengingatkan jamaah haji untuk tidak membawa barang bawaan berlebih sejak dari hotel. Terutama yang masih menunggu jadwal kepulangan. Sebab hari pertama kepulangan, masih banyak jamaah haji yang kurang mematuhi aturan barang bawaan.

Dia pun mengimbu kepada jamaah haji yang akan pulang, agar membawa barang bawaan sesuai ketentuan. Koper besar maksimal 32 kg, jangan ada air zam zam. Karena saat proses pemeriksaan di mesin XRay akan dilakukan pemeriksaan ulang. Bahkan di gudang Saudia Airlines itu banyak koper besar yang isinya air zam-zam.

“Pembongkaran kopor itu, mekanismenya jamaah haji dipanggil dan diminta untuk mengeluarkan air zam-zam Jamaah haji. Makanya kami minta Jamaah haji agar menaati barang bawaan sesuai ketentuan,” tandasnya.

Terkait kursi roda Jamaah haji yang dibawa dari tanah air, kata Haryanto, ada kewajiban untuk diwraping dengan biaya 35 SAR. “Saya sudah koordinasi dengan Ketu PPIH Arab Saudi, bahwa sesuai ketentuan penerbangan, kursi roda harus diwraping dan biayanya kurang lebih 35 SAR. Wrapingnya ketika jamaah haji sudah tiba di paviliun, nanti disediakan oleh penerbangan,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 Hijriah, Subhan Cholid mengingatkan jamaah haji untuk tidak mencoba-coba memasukan air Zamzam ke dalam koper. Sebab, koper tersebut akan diperiksa dan dibongkar bila ditemukan menyimpan air Zamzam. “Jangan masukkan air Zamzam ke koper bagasi. Sebab, koper berisi air Zamzam akan terdeteksi yang berakibat dibongkar dan dikeluarkan airnya. Ini sudah menjadi ketentuan penerbangan,” kata Subhan.

“Dari hasil pemeriksaan hari ini, rata-rata terdapat 30 persen sampai 40 persen jamaah yang memasukkan air Zamzam ke dalam koper. Koper dibongkar untuk mengeluarkan airnya. Sehingga cukup mengganggu dalam proses X-ray barang jamaah,” jelas Subhan.

“Jika tanpa pembongkaran,cukup 1 jam proses pemeriksaan bagasi, namun jika harus dibongkar karena terdapat zam-zam, memakan waktu hingga 3 jam per kloternya,” imbuhnya.

Subhan menambahkan, Garuda Indonesia dan Saudia Airlines hanya akan mengangkut barang bawaan jamaah haji berupa tas paspor, koper kabin, dan koper bagasi sesuai standar yang diberikan dan berlogo maskapai. “Jamaah haji Indonesia berhak membawa koper kabin dengan berat maksimal 7 kg, koper bagasi dengan berat maksimal 32 kg, dan tas paspor,” sebutnya.

 

Kepulangan Jamaah Sumut Delay 3 Jam Lebih

Di sisi lain, kepulangan jamaah haji Debarkasi Medan kelompok terbang (kloter) 1 asal Mandailing Natal (Madina) tertunda (delay) selama 3 jam. Awalnya, jamaah Kloter 1 Debarkasi Medan ini tiba di Bandara Kualanamu sekira pukul 20.45 WIB. Namun karena alasan operasional, delay menjadi pukul 23.50 WIB.

Sementara berdasarkan , jadwal kepulangan jamaah haji yang diumumkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan, kepulangan jamaah asal Kota Medan yang tergabung di kelompok terbang (kloter) 3, akan tiba pada Jumat (7/7) dinihari. Humas dan Koordinator Protokol Pembantu Penyelenggara Ibadah Haji (P3IH) Debarkasi Medan, M Yunus mengatakan, jadwal kepulangan jamaah haji Debarkasi Medan, akan dibagi menjadi dua gelombang.

“Gelombang pertama kloter 1 tanggal 4 Juli 2023 sampai kloter 15 tanggal 19 Juli 2023. Kemudian, gelombang kedua kloter 16 tanggal 20 Juli 2023 sampai kloter 24 tanggal 30 Juli 2023,” ungkapnya, Selasa (4/7).

Sebagaimana dalam jadwal pemulangan, kloter 3 asal Kabupaten Asahan, Karo dan Kota Medan berjumlah 358 jamaah akan tiba di Bandara Kualanamu pada, Jumat (7/7). Kemudian, di kloter 5 asal Kota Medan, Tanjungbalai dan Binjai berjumlah 356 jamaah tiba pada, Minggu (9/7) dinihari.

Kemudian, di kloter 6 asal Kota Medan, Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat berjumlah 360 jamaah, akan tiba pada, Senin (10/7) dinihari. Kloter 7 asal Kota Pematangsiantar, Medan dan Kabupaten Asahan berjumlah 353 jamaah, akan tiba pada, Selasa (11/7) dinihari.

Kemudian, kloter 8 asal Kabupaten Tapanuli Tengah, Binjai, Medan, Deliserdang dan Pematangsiantar berjumlah 351 jamaah, tiba pada Rabu (12/7) dinihari. Kloter 9 asal Kabupaten Karo, Labuhanbatu, Toba Samosir, Medan dan Pematangsiantar berjumlah 357 jamaah, tiba pada Kamis (13/7) dinihari.

Kemudian, kloter 10 asal Kota Medan dan Humbanghusundutan berjumlah 359 jamaah, tiba pada Jumat (14/7) subuh. Kloter 12 asal Kota Medan dan Kabupaten Langkat berjumlah 359 jamaah, tiba pada Minggu (16/7) pagi.

Kemudian, kloter 13 asal Batubara, Medan dan Sibolga berjumlah 350 jamaah, tiba pada Senin (17/7) pagi. Kloter 14 asal Simalungun, Asahan, Medan, Tebingtinggi dan Langkat berjumlah 357 jamaah, tiba pada Selasa (18/7) pagi. Terakhir, kloter 15 asal Medan, Tanjungbalai dan Binjai berjumlah 353 jamaah, tiba pada Rabu (19/7) siang.

Gelombang kedua, kloter 16 asal Deliserdang dan Medan berjumlah 348 jamaah, tiba pada Kamis (20/7) siang. Kloter 17 asal Serdangbedagai, Padanglawas dan Medan berjumlah 353 jamaah, tiba pada Jumat (21/7) sore.

Kemudian, kloter 18 asal Medan, Mandailing Natal dan Deliserdang berjumlah 347 jamaah, tiba pada Sabtu (22/7) malam. Kloter 19 asal Padangsidimpuan dan Medan berjumlah 338 jamaah, tiba pada Minggu (24/7) dinihari.

Kemudian, kloter 20 asal Labuhanbatu Selatan dan Medan berjumlah 351 jamaah, tiba pada Senin (25/7) subuh. Kloter 22 asal Labuhanbatu Utara, Medan, Gunung Sitoli, Deliserdang dan Padanglawas Utara berjumlah 345 jamaah, tiba pada Kamis (27/7) siang.

Kemudian, kloter 23 asal Tapanuli Selatan, Medan dan Asahan berjumlah 359 jamaah, tiba pada Jumat (28/7) sore. Terakhir, kloter 24 asal Batubara, Simalungun, Labuhanbatu Utara, Binjai, Medan dan Padangsidimpuan berjumlah 20 jamaah, tiba pada Sabtu (30/7) dinihari. (ida/jpg/man/adz)

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/