alexametrics
25.6 C
Medan
Thursday, May 19, 2022

Saudi Terima Sejuta Jamaah Haji 2022, Usia 65 Tahun tak Bisa Berangkat

SUMUTPOS.CO – Pemerintah Arab Saudi akhirnya mengumumkan kuota haji 2022. Total satu juta kuota haji disiapkan untuk jamaah dari dalam dan luar Saudi. Kuota untuk masing-masing negara belum ditetapkan, tetapi Indonesia diperkirakan dapat jatah 70 ribu jamaah.

KABAR adanya kuota haji 2022 itu disampaikan Kabid Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Zaki Zakaria Ansyari di Jakarta, kemarin (9/4). ’’Selain mengumumkan kuota haji 2022 sebanyak satu juta jamaah, Saudi juga menyampaikan syarat-syaratnya,’’ katanya.

Antara lain, jamaah haji 2022 harus berusia di bawah 65 tahun. Dengan demikian, jamaah dengan usia 65 tahun ke atas diminta bersabar dulu. Syarat berikutnya, harus sudah divaksin Covid-19 secara lengkap. Lalu, menunjukkan hasil swab PCR negatif maksimal 72 jam sebelum keberangkatan. ’’Selama di Saudi, jamaah haji harus mematuhi protokol kesehatan,’’ ujarnya.

Zaki lantas menjelaskan, soal kuota haji untuk Indonesia. Dia menegaskan, Saudi baru sebatas mengumumkan kuota total jamaah haji saja. Sedangkan perinciannya belum disampaikan. Meski begitu, Zaki memperkirakan kuota haji Indonesia tahun ini sekitar 70 ribu orang. Angka itu didapatkan dari kuota haji Indonesia selama ini yang sekitar 10 persen dari kuota haji di luar negara Saudi.

Kemudian, Zaki mengasumsikan kuota haji internasional tahun ini sebanyak 70 persen dan kuota haji dalam negeri Saudi 30 persen. ’’Maka, insya Allah Indonesia mendapatkan kuota sekitar 70 ribu orang,’’ tuturnya.

Sebelumnya, Menag Yaqut Cholil Qoumas juga mengungkapkan, Kerajaan Arab Saudi resmi mengumumkan penyelenggaraan haji tahun 2022 dengan kuota 1 juta jamaah. Angka ini naik dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 60 ribu jamaah.

Baca Juga :  Telepon Penumpang Aktif, Tapi Tak Diangkat

Menag Yaqut menyampaikan rasa syukur terkait adanya kepastian keberangkatan jamaah haji. “Syukur alhamdulillah, jamaah haji Indonesia bisa berangkat tahun ini. Ini kabar yang sangat ditunggu jamaah haji di tanah air,” ujar Yaqut dalam keterangannya.

Yaqut mengatakan, batalnya pemberangkatan jamaah haji Indonesia dalam dua tahun terakhir telah menyebabkan kerinduan mendalam jamaah Indonesia untuk ke Tanah Suci. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Kerajaan Saudi yang memberi kesempatan tahun ini bagi jamaah Indonesia untuk memenuhi panggilan beribadah haji,” katanya.

Soal kuota, Yaqut menunggu informasi lebih lanjut dari Saudi. ’’Kita akan optimalkan berapa pun kuota yang akan diberikan untuk Indonesia,’’ jelasnya.

Yaqut berharap Indonesia tidak hanya berpatok pada kuota pokok saja, tetapi juga diberi kuota tambahan dari sisa kuota haji negara lain yang tidak terserap. Di tengah krisis ekonomi dan pandemi Covid-19 di penjuru dunia, pemberangkatan haji pasti bakal menghadapi banyak tantangan.

Kepada jajarannya, Yaqut meminta untuk dipersiapkan sebaik-baiknya. Supaya pengiriman jamaah haji di tengah pandemi Covid-19 berjalan lancar dan mengutamakan keselamatan serta kesehatan. Dia menjelaskan, Kemenag sudah menyiapkan beberapa skenario pemberangkatan haji dengan simulasi beberapa kuota jamaah haji.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief menegaskan, belum ada perincian kuota haji untuk masing-masing negara pengirim. ’’Kepastian adanya kuota ini akan segera kami tindak lanjuti dengan finalisasi sejumlah langkah taktis yang telah dilakukan,’’ katanya.

Baca Juga :  Tiongkok Pamer Kekuatan Pesawat Tempur Baru

Hilman menilai, waktu yang tersedia tidak banyak. Karena itu, pemerintah akan bekerja cepat untuk merampungkan persiapan pemberangkatan haji. Termasuk yang terkait dengan teknis pemilihan jamaah berhak berangkat sesuai ketentuan Saudi dan pembinaan manasik bagi mereka. ’’Kita akan bergerak cepat untuk melakukan persiapan. Biaya haji juga akan segera kita finalisasi dengan Komisi VIII DPR,’’ tuturnya.

Terkait aturan usia maksimal jamaah adalah 65 tahun, Hilman Latief mengatakan, kebijakan tersebut dibuat Arab karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Sehingga negara pengirim jamaah ibadah haji termasuk Indonesia harus mengikuti penyesuaian tersebut. “Kami dari Kemenag sedang merumuskan kebijakan memilih untuk jamaah yang akan berangkat,” kata Hilman.

Meskipun jamaah dengan usia di atas 65 tahun tak bisa mengikuti ibadah haji tahun ini, Kemenag memastikan hak-haknya tidak akan hilang. Golongan tersebut akan tetap diberangkatkan sebagai prioritas untuk tahun mendatang ketika aturan tersebut sudah dicabut oleh pemerintah Arab.

“Ya kita prioritaskan tahun depan,” tegas Hilman.

Seperti diketahui, Kemenag bersama DPR mulai membahas biaya haji. Dalam pembahasan terakhir, Kemenag mengusulkan biaya haji Rp 42 juta per jamaah. Usulan ini diturunkan dari sebelumnya sebesar Rp45 juta per jamaah. Pertimbangannya karena Saudi sudah melonggarkan protokol kesehatan. Seperti tidak ada kewajiban karantina mandiri dan sejenisnya. (jpc/adz)

SUMUTPOS.CO – Pemerintah Arab Saudi akhirnya mengumumkan kuota haji 2022. Total satu juta kuota haji disiapkan untuk jamaah dari dalam dan luar Saudi. Kuota untuk masing-masing negara belum ditetapkan, tetapi Indonesia diperkirakan dapat jatah 70 ribu jamaah.

KABAR adanya kuota haji 2022 itu disampaikan Kabid Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Zaki Zakaria Ansyari di Jakarta, kemarin (9/4). ’’Selain mengumumkan kuota haji 2022 sebanyak satu juta jamaah, Saudi juga menyampaikan syarat-syaratnya,’’ katanya.

Antara lain, jamaah haji 2022 harus berusia di bawah 65 tahun. Dengan demikian, jamaah dengan usia 65 tahun ke atas diminta bersabar dulu. Syarat berikutnya, harus sudah divaksin Covid-19 secara lengkap. Lalu, menunjukkan hasil swab PCR negatif maksimal 72 jam sebelum keberangkatan. ’’Selama di Saudi, jamaah haji harus mematuhi protokol kesehatan,’’ ujarnya.

Zaki lantas menjelaskan, soal kuota haji untuk Indonesia. Dia menegaskan, Saudi baru sebatas mengumumkan kuota total jamaah haji saja. Sedangkan perinciannya belum disampaikan. Meski begitu, Zaki memperkirakan kuota haji Indonesia tahun ini sekitar 70 ribu orang. Angka itu didapatkan dari kuota haji Indonesia selama ini yang sekitar 10 persen dari kuota haji di luar negara Saudi.

Kemudian, Zaki mengasumsikan kuota haji internasional tahun ini sebanyak 70 persen dan kuota haji dalam negeri Saudi 30 persen. ’’Maka, insya Allah Indonesia mendapatkan kuota sekitar 70 ribu orang,’’ tuturnya.

Sebelumnya, Menag Yaqut Cholil Qoumas juga mengungkapkan, Kerajaan Arab Saudi resmi mengumumkan penyelenggaraan haji tahun 2022 dengan kuota 1 juta jamaah. Angka ini naik dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 60 ribu jamaah.

Baca Juga :  Tarif Fasilitas Asrama Haji Tak Naik

Menag Yaqut menyampaikan rasa syukur terkait adanya kepastian keberangkatan jamaah haji. “Syukur alhamdulillah, jamaah haji Indonesia bisa berangkat tahun ini. Ini kabar yang sangat ditunggu jamaah haji di tanah air,” ujar Yaqut dalam keterangannya.

Yaqut mengatakan, batalnya pemberangkatan jamaah haji Indonesia dalam dua tahun terakhir telah menyebabkan kerinduan mendalam jamaah Indonesia untuk ke Tanah Suci. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Kerajaan Saudi yang memberi kesempatan tahun ini bagi jamaah Indonesia untuk memenuhi panggilan beribadah haji,” katanya.

Soal kuota, Yaqut menunggu informasi lebih lanjut dari Saudi. ’’Kita akan optimalkan berapa pun kuota yang akan diberikan untuk Indonesia,’’ jelasnya.

Yaqut berharap Indonesia tidak hanya berpatok pada kuota pokok saja, tetapi juga diberi kuota tambahan dari sisa kuota haji negara lain yang tidak terserap. Di tengah krisis ekonomi dan pandemi Covid-19 di penjuru dunia, pemberangkatan haji pasti bakal menghadapi banyak tantangan.

Kepada jajarannya, Yaqut meminta untuk dipersiapkan sebaik-baiknya. Supaya pengiriman jamaah haji di tengah pandemi Covid-19 berjalan lancar dan mengutamakan keselamatan serta kesehatan. Dia menjelaskan, Kemenag sudah menyiapkan beberapa skenario pemberangkatan haji dengan simulasi beberapa kuota jamaah haji.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief menegaskan, belum ada perincian kuota haji untuk masing-masing negara pengirim. ’’Kepastian adanya kuota ini akan segera kami tindak lanjuti dengan finalisasi sejumlah langkah taktis yang telah dilakukan,’’ katanya.

Baca Juga :  Puncak Haji, Hujan Mengguyur Makkah

Hilman menilai, waktu yang tersedia tidak banyak. Karena itu, pemerintah akan bekerja cepat untuk merampungkan persiapan pemberangkatan haji. Termasuk yang terkait dengan teknis pemilihan jamaah berhak berangkat sesuai ketentuan Saudi dan pembinaan manasik bagi mereka. ’’Kita akan bergerak cepat untuk melakukan persiapan. Biaya haji juga akan segera kita finalisasi dengan Komisi VIII DPR,’’ tuturnya.

Terkait aturan usia maksimal jamaah adalah 65 tahun, Hilman Latief mengatakan, kebijakan tersebut dibuat Arab karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Sehingga negara pengirim jamaah ibadah haji termasuk Indonesia harus mengikuti penyesuaian tersebut. “Kami dari Kemenag sedang merumuskan kebijakan memilih untuk jamaah yang akan berangkat,” kata Hilman.

Meskipun jamaah dengan usia di atas 65 tahun tak bisa mengikuti ibadah haji tahun ini, Kemenag memastikan hak-haknya tidak akan hilang. Golongan tersebut akan tetap diberangkatkan sebagai prioritas untuk tahun mendatang ketika aturan tersebut sudah dicabut oleh pemerintah Arab.

“Ya kita prioritaskan tahun depan,” tegas Hilman.

Seperti diketahui, Kemenag bersama DPR mulai membahas biaya haji. Dalam pembahasan terakhir, Kemenag mengusulkan biaya haji Rp 42 juta per jamaah. Usulan ini diturunkan dari sebelumnya sebesar Rp45 juta per jamaah. Pertimbangannya karena Saudi sudah melonggarkan protokol kesehatan. Seperti tidak ada kewajiban karantina mandiri dan sejenisnya. (jpc/adz)

Most Read

Artikel Terbaru

/