alexametrics
27 C
Medan
Monday, June 27, 2022

Kemenlu Pastikan 9 WNI di Chernihiv dalam Kondisi Aman

UKRAINA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu RI) mengatakan, serangan Rusia di Chernihiv, Ukraina sempat menganggu layanan umum seperti air, listrik, gas, hingga jaringan komunikasi.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kemenlu Judha Nugraha mengatakan, akibat serangan tersebut, komunikasi dengan sembilan WNI di Chernihiv sempat terputus. Namun demikian, gangguan tersebut telah berhasil diperbaiki dan komunikasi dengan sembilan WNI kembali bisa terhubung.

“Komunikasi dengan sembilan WNI yang sempat terputus karena gangguan komunikasi seluler, saat ini sudah bisa terhubung kembali. Mereka dalam kondisi aman dan sehat di safe house,” kata Judha, Minggu (13/3).

Serangan pasukan Rusia terjadi di Chernihiv menghancurkan sejumlah infrastruktur. Serangan Rusia pun telah menargetkan infrastruktur sipil yang bukan merupakan lokasi militer.

Judha mengatakan, saat ini 9 WNI masih berlindung di pabrik plastik tempat mereka bekerja. “Fasilitas listrik, air dan gas tetap beroperasi, persediaan logistik masih memadai,” kata Judha.

Pihaknya mengaku masih terus berupaya untuk melakukan evakuasi. KBRI Kyiv dan Tim Perlindungan WNI beberapa kali telah melakukan upaya evakuasi namun usaha tersebut harus ditunda. “Karena situasi pertempuran di jalur evakuasi. Kedua pihak yang berperang perlu membentuk huhmanitarian corridor yang benar-benar dipatuhi dan efektif di lapangan,” kata Judha.

Proyek Satelit RI Terhambat

Pesawat Antonov AN-225 yang rencananya akan membawa satelit Satria-1 milik Indonesia ke Amerika Serikat, dikabarkan terkena bom saat terbang dari pabriknya di Prancis. Peristiwa ini akan menghambat transportasi satelit Satria-1.

Produsen satelit, Thales Alenia Space kini tengah mencari jalan keluar dan berkoordinasi dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan PT Satelit Nusantara Tiga.

Baca Juga :  9 Warga Binjai-Langkat di Ukraina Aman dan Sehat, Evakuasi Tunggu Jeda Perang

“Perang antara Ukraina dan Rusia itu memang dampaknya ada proyek (satelit Satria-1) ini, khususnya dengan transportasi yang rencananya membawa dari pabrikan Thales Alenia Space di Prancis ke tempat peluncuran di Amerika, karena menggunakan roket dari SpaceX,” kata Direktur Utama Bakti Kominfo Anang Latif, Minggu (13/3).

“Antonov itu pesawat dengan kapasitas besar yang biasa membawa barang-barang besar, salah satunya satelit, itu dibom informasinya. Tentunya, supply Antonov ini jadi berkurang, sehingga potensi mempengaruhi proyek ini itu ada,” ucapnya menambahkan.

Satelit Satria-1 dirakit di tiga lokasi, yaitu Toulouse, Belfast dan Cannes. Satelit internet ini terdiri dari empat tingkat dengan lokasi produksi berbeda untuk setiap bagiannya.

Satelit Satria-1 ini akan diandalkan pemerintah dalam rangka mempercepat pembangunan infrastruktur digital Indonesia termasuk di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) dan Perbatasan.

Satelit Satria-1 yang memiliki kapasitas 150 Gbps akan mendukung penyebaran akses layanan internet di 150 ribu titik lokasi layanan publik. Thales Alenia Space selaku produsen satelit Satria-1 disebut sedang menjajaki ketersediaan transportasi lain untuk membawa satelit Satria-1 dari Prancis ke Amerika Serikat.

Anang juga mengatakan sejauh ini jadwal peluncuran satelit Satria-1 masih belum berubah. Rencananya peluncuran dilakukan pada pertengahan 2023 dan ditargetkan beroperasi pada November di tahun yang sama. “Sampai saat ini masih tetap sama, tetap on schedule,” kata dia.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut, pada Sabtu (12/3), bahwa jumlah tentara Ukraina yang tewas sejak dimulainya invasi Rusia telah mencapai angka 1.300 orang. Dia membuat pengungkapan itu pada sebuah konferensi pers. Ini pertama kalinya Ukraina memberikan laporan seperti itu sejak awal pertempuran melawan Rusia pada 24 Februari 2022.

Baca Juga :  Berkomentar di Facebook, Hakim Dicopot

Rusia telah lebih dulu memberikan pengumuman soal tentaranya yang tewas di Ukraina. Pada Kamis (2/3), Rusia mengumukan telah kehilangan hampir 500 tentara. Hingga saat itu, Moskwa belum memperbarui angkanya. Dalam kesempatan itu, Presiden Ukraina turut memberikan laporan mengenai kerugian Rusia, berdasarkan data yang dimilikinya. Dia mengeklaim bahwa Rusia telah kehilangan seekitar 12.000 orang. “Ini rasio 1:10, tapi itu tidak membuat saya bahagia,” katanya, dikutip dari Kantor Berita AFP.

Pasukan Rusia meningkatkan tekanan terhadap Kyiv pada Sabtu kemarin, memukul daerah sipil di kota-kota Ukraina lainnya, di tengah upaya baru untuk mendapatkan bantuan ke kota pelabuhan Mariupol yang hancur.

Serangan Rusia menghancurkan bandara di Kota Vasylkiv pada Sabtu pagi waktu setempat, sekitar 40 kilometer (25 mil) di selatan Kyiv, sementara depot minyak juga terkena dan terbakar. Pinggiran barat laut ibu kota, termasuk Irpin dan Bucha, telah mengalami hari-hari pemboman berat sementara kendaraan lapis baja Rusia bergerak maju di tepi timur laut.

Penasihat Presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak pada Jumat (11/3/2022), menyebutnya sebagai “kota yang dikepung”. Sementara, Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko mengatakan pada Sabtu, bahwa Kyiv memperkuat pertahanan dan menimbun makanan dan obat-obatan. Kota pelabuhan selatan Mariupol menghadapi apa yang disebut Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba sebagai bencana kemanusiaan terburuk di planet ini, dengan lebih dari 1.500 warga sipil tewas dalam 12 hari. (kps/ila)

UKRAINA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu RI) mengatakan, serangan Rusia di Chernihiv, Ukraina sempat menganggu layanan umum seperti air, listrik, gas, hingga jaringan komunikasi.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kemenlu Judha Nugraha mengatakan, akibat serangan tersebut, komunikasi dengan sembilan WNI di Chernihiv sempat terputus. Namun demikian, gangguan tersebut telah berhasil diperbaiki dan komunikasi dengan sembilan WNI kembali bisa terhubung.

“Komunikasi dengan sembilan WNI yang sempat terputus karena gangguan komunikasi seluler, saat ini sudah bisa terhubung kembali. Mereka dalam kondisi aman dan sehat di safe house,” kata Judha, Minggu (13/3).

Serangan pasukan Rusia terjadi di Chernihiv menghancurkan sejumlah infrastruktur. Serangan Rusia pun telah menargetkan infrastruktur sipil yang bukan merupakan lokasi militer.

Judha mengatakan, saat ini 9 WNI masih berlindung di pabrik plastik tempat mereka bekerja. “Fasilitas listrik, air dan gas tetap beroperasi, persediaan logistik masih memadai,” kata Judha.

Pihaknya mengaku masih terus berupaya untuk melakukan evakuasi. KBRI Kyiv dan Tim Perlindungan WNI beberapa kali telah melakukan upaya evakuasi namun usaha tersebut harus ditunda. “Karena situasi pertempuran di jalur evakuasi. Kedua pihak yang berperang perlu membentuk huhmanitarian corridor yang benar-benar dipatuhi dan efektif di lapangan,” kata Judha.

Proyek Satelit RI Terhambat

Pesawat Antonov AN-225 yang rencananya akan membawa satelit Satria-1 milik Indonesia ke Amerika Serikat, dikabarkan terkena bom saat terbang dari pabriknya di Prancis. Peristiwa ini akan menghambat transportasi satelit Satria-1.

Produsen satelit, Thales Alenia Space kini tengah mencari jalan keluar dan berkoordinasi dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan PT Satelit Nusantara Tiga.

Baca Juga :  Diancam Teroris

“Perang antara Ukraina dan Rusia itu memang dampaknya ada proyek (satelit Satria-1) ini, khususnya dengan transportasi yang rencananya membawa dari pabrikan Thales Alenia Space di Prancis ke tempat peluncuran di Amerika, karena menggunakan roket dari SpaceX,” kata Direktur Utama Bakti Kominfo Anang Latif, Minggu (13/3).

“Antonov itu pesawat dengan kapasitas besar yang biasa membawa barang-barang besar, salah satunya satelit, itu dibom informasinya. Tentunya, supply Antonov ini jadi berkurang, sehingga potensi mempengaruhi proyek ini itu ada,” ucapnya menambahkan.

Satelit Satria-1 dirakit di tiga lokasi, yaitu Toulouse, Belfast dan Cannes. Satelit internet ini terdiri dari empat tingkat dengan lokasi produksi berbeda untuk setiap bagiannya.

Satelit Satria-1 ini akan diandalkan pemerintah dalam rangka mempercepat pembangunan infrastruktur digital Indonesia termasuk di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) dan Perbatasan.

Satelit Satria-1 yang memiliki kapasitas 150 Gbps akan mendukung penyebaran akses layanan internet di 150 ribu titik lokasi layanan publik. Thales Alenia Space selaku produsen satelit Satria-1 disebut sedang menjajaki ketersediaan transportasi lain untuk membawa satelit Satria-1 dari Prancis ke Amerika Serikat.

Anang juga mengatakan sejauh ini jadwal peluncuran satelit Satria-1 masih belum berubah. Rencananya peluncuran dilakukan pada pertengahan 2023 dan ditargetkan beroperasi pada November di tahun yang sama. “Sampai saat ini masih tetap sama, tetap on schedule,” kata dia.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut, pada Sabtu (12/3), bahwa jumlah tentara Ukraina yang tewas sejak dimulainya invasi Rusia telah mencapai angka 1.300 orang. Dia membuat pengungkapan itu pada sebuah konferensi pers. Ini pertama kalinya Ukraina memberikan laporan seperti itu sejak awal pertempuran melawan Rusia pada 24 Februari 2022.

Baca Juga :  9 Warga Binjai-Langkat di Ukraina Aman dan Sehat, Evakuasi Tunggu Jeda Perang

Rusia telah lebih dulu memberikan pengumuman soal tentaranya yang tewas di Ukraina. Pada Kamis (2/3), Rusia mengumukan telah kehilangan hampir 500 tentara. Hingga saat itu, Moskwa belum memperbarui angkanya. Dalam kesempatan itu, Presiden Ukraina turut memberikan laporan mengenai kerugian Rusia, berdasarkan data yang dimilikinya. Dia mengeklaim bahwa Rusia telah kehilangan seekitar 12.000 orang. “Ini rasio 1:10, tapi itu tidak membuat saya bahagia,” katanya, dikutip dari Kantor Berita AFP.

Pasukan Rusia meningkatkan tekanan terhadap Kyiv pada Sabtu kemarin, memukul daerah sipil di kota-kota Ukraina lainnya, di tengah upaya baru untuk mendapatkan bantuan ke kota pelabuhan Mariupol yang hancur.

Serangan Rusia menghancurkan bandara di Kota Vasylkiv pada Sabtu pagi waktu setempat, sekitar 40 kilometer (25 mil) di selatan Kyiv, sementara depot minyak juga terkena dan terbakar. Pinggiran barat laut ibu kota, termasuk Irpin dan Bucha, telah mengalami hari-hari pemboman berat sementara kendaraan lapis baja Rusia bergerak maju di tepi timur laut.

Penasihat Presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak pada Jumat (11/3/2022), menyebutnya sebagai “kota yang dikepung”. Sementara, Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko mengatakan pada Sabtu, bahwa Kyiv memperkuat pertahanan dan menimbun makanan dan obat-obatan. Kota pelabuhan selatan Mariupol menghadapi apa yang disebut Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba sebagai bencana kemanusiaan terburuk di planet ini, dengan lebih dari 1.500 warga sipil tewas dalam 12 hari. (kps/ila)

Most Read

Artikel Terbaru

/