alexametrics
23.9 C
Medan
Friday, August 19, 2022
spot_img

Bawa Air Zamzam, Puluhan Koper Jamaah Dibongkar

MAKKAH, SUMUTPOS.CO – Puluhan koper jamaah haji Indonesia terpaksa dibongkar petugas air gate. Pasalnya, diketahui koper-koper jamaah tersebut berisi air zamzam.

“Dari hasil pemeriksaan X-ray terhadap 393 koper jamaah kloter Padang 1 ada 50 koper kedapatan berisi air zamzam,” kata Kepala Seksi Pelayanan Kedatangan dan Kepulangan PPIH Daerah Kerja Bandara Edayati Dasril seperti dilansir dari Antara, Jumat (15/7).

Diketahui, koper-koper itu milik jamaah haji kloter pertama yang akan pulang pada hari ini. Air zamzam yang ditemukan tiap koper beragam, ada yang botol kecil sampai 2 liter. Padahal aturan dari keamanan dan keselamatan penerbangan GACA (General Authority of Civil Aviation) disebutkan larangan jamaah membawa air zamzam ke dalam bagasi.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Arsad Hidayat meminta jamaah memperhatikan barang bawaannya. Ia melarang jamaah membawa air zamzam ke dalam bagasi. “Barang bawaan jamaah harus ditimbang, harus skrining terlebih dahulu untuk memastikan barang yang dibawa tidak ada barang-barang yang dilarang, termasuk air zamzam,” kata Arsad

Pelarangan air zamzam masuk bagasi, jelas Arsad, karena bentuknya cairan, sehingga air zamzam tidak diperbolehkan dimasukkan ke dalam tas koper. Diketahui jamaah haji kloter pertama pulang ke Tanah Air hari ini. Barang bawaan jamaah ditimbang 48 jam sebelum pesawat lepas landas.

“Jamaah haji juga memastikan dokumen-dokumen yang mereka miliki dalam kondisi siap, artinya khawatir ada yang tercecer, ada yang mungkin hilang segera melaporkan kepada petugas yang ada di sektor maupun di Daker. Kalau seandainya hilang untuk mengganti penggantinya itu SPLP (surat perjalanan laksana paspor),” kata Arsyad.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sudah mewanti-wanti jamaah untuk tidak memasukkan air Zamzam ke dalam tas bagasi karena tidak diperkenankan dalam peraturan penerbangan. “Saya mendengar masih ada tas yang membawa Zamzam di koper bagasi. Itu tidak boleh, sehingga akan dikeluarkan petugas,” kata Menag, usai melepas kepulangan jamaah haji Kloter 2 Embarkasi Solo (SOC 2) di Bandara Jeddah, Jumat (15/7).

Baca Juga :  Hingga Kloter 4, Jamaah Sumut Bebas Covid

Menag meminta jamaah tidak perlu khawatir terkait air Zamzam, sebab jamaah akan mendapatkannya setibanya di asrama haji. “Air Zamzam tidak usah khawatir, sudah disiapkan di Tanah Air. Kalau ada yang tidak dapat, datangi Kemenag setempat. Insya Allah akan disiapkan,” ujar Menag.

 

Sampaikan Salam Jokowi

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan salam dari Presiden Joko Widodo saat melepas kepulangan jamaah Kloter 2 Embarkasi Solo (SOC 2) di Bandara Jeddah. “Saya menyampaikan salam dari Presiden Joko Widodo. Beliau menitip salam untuk bapak, ibu sekalian dan keluarga di Tanah Air,” kata Menag di Plaza D 4 Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Jumat (15/7).

Sebanyak 358 haji berasal dari Pati, Jawa Tengah, yang tergabung dalam kloter SOC 2 dilepas oleh Menag . Sebelumnya SOC 1 dan Kloter 1 Padang (PDG 1) juga sudah terbang ke Tanah Air. Hadir dalam pelepasan tersebut Sekjen Kemenag Nizar, jajaran pimpinan Ditjen PHU, staf khusus dan perwakilan Maskapai Garuda Indonesia. “Mohon terus doakan agar negara Indonesia menjadi negara yang baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” tambah Menag.

Gus Yaqut, panggilan akrabnya, bersyukur jamaah haji telah melalui proses ibadah fisik haji dalam keadaan sehat, nyaman dan tenang. Ia mendoakan semua mendapat predikat haji mabrur. Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan terima kasih sekaligus permohonan doa dan maaf jika selama memberikan pelayanan penyelenggaraan haji masih ada kekurangan. “Kami berjanji di masa yang akan datang terus melakukan perbaikan sehingga tamu Allah dalam beribadah semakin tenang, nyaman dan khusyuk,” ujarnya.

Pelepasan jamaah ditandai dengan penyerahan bendera Merah Putih kepada Menag oleh petugas kloter. Kepada para petugas, atas nama pribadi, pemerintah dan negara, Menag menyampaikan terima kasih atas dedikasinya dalam melayani jamaah dengan baik, tanpa kenal lelah dan melayani sebagaimana melayani orang tua sendiri.

Baca Juga :  393 Jamaah Masuk Asrama Haji Medan Besok, Masih 4 Kloter Siap Parpor dan Visa

 

Tak Ada Karantina Terpusat

Setibanya di bandara kedatangan, jamaah haji akan dilakukan pengawasan kesehatan dan tetap menerapkan protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan luar negeri. Pengawasan kesehatan di bandara dilakukan melalui pengecekan suhu dengan menggunakan thermal scanner dan thermal gun, serta pengecekan tanda dan gejala penyakit menular, potensi wabah, termasuk Covid-19.

Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Haji Budi Sylvana menegaskan, bagi jamaah yang dalam kondisi sehat dapat langsung kembali ke daerahnya masing-masing. “Tidak ada karantina terpusat selama 21 hari kepada jamaah haji. Kami ulangi, tidak ada karantina kepada jamaah haji kita,” ucapnya, Jumat (15/7).

Jamaah akan diminta mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah Haji (K3JH). Tujuannya, untuk melakukan pengawasan kesehatan secara mandiri selama 21 hari ke depan. ’’Jadi tidak ada karantina. Yang ada adalah pengawasan secara mandiri di daerah masing-masing. Jadi jamaah bisa melakukan aktivitas sebagaimana biasa,” jelasnya.

Namun, jika saat pemeriksaan di bandara ditemukan gejala Covid-19 atau suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celsius, maka akan dilakukan pemeriksaan PCR. Demikian juga jika ada jamaah yang sakit setelah beberapa hari pulang ke Tanah Air, mereka diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Tujuannya, agar bisa dilakukan pengontrolan kesehatan.

’’Ini sebagai upaya kita melakukan deteksi dini agar tidak terjadi penularan penyakit di Tanah Air,” tegasnya. ’’Pengawasan kesehatan secara mandiri ini dilakukan untuk mengantisipasi infeksi penyakit menular, di antaranya Covid-19, Meningitis, Mers CoV, Polio, dan penyakit lainnya,” tandasnya. (dtc/jpc/adz)

MAKKAH, SUMUTPOS.CO – Puluhan koper jamaah haji Indonesia terpaksa dibongkar petugas air gate. Pasalnya, diketahui koper-koper jamaah tersebut berisi air zamzam.

“Dari hasil pemeriksaan X-ray terhadap 393 koper jamaah kloter Padang 1 ada 50 koper kedapatan berisi air zamzam,” kata Kepala Seksi Pelayanan Kedatangan dan Kepulangan PPIH Daerah Kerja Bandara Edayati Dasril seperti dilansir dari Antara, Jumat (15/7).

Diketahui, koper-koper itu milik jamaah haji kloter pertama yang akan pulang pada hari ini. Air zamzam yang ditemukan tiap koper beragam, ada yang botol kecil sampai 2 liter. Padahal aturan dari keamanan dan keselamatan penerbangan GACA (General Authority of Civil Aviation) disebutkan larangan jamaah membawa air zamzam ke dalam bagasi.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Arsad Hidayat meminta jamaah memperhatikan barang bawaannya. Ia melarang jamaah membawa air zamzam ke dalam bagasi. “Barang bawaan jamaah harus ditimbang, harus skrining terlebih dahulu untuk memastikan barang yang dibawa tidak ada barang-barang yang dilarang, termasuk air zamzam,” kata Arsad

Pelarangan air zamzam masuk bagasi, jelas Arsad, karena bentuknya cairan, sehingga air zamzam tidak diperbolehkan dimasukkan ke dalam tas koper. Diketahui jamaah haji kloter pertama pulang ke Tanah Air hari ini. Barang bawaan jamaah ditimbang 48 jam sebelum pesawat lepas landas.

“Jamaah haji juga memastikan dokumen-dokumen yang mereka miliki dalam kondisi siap, artinya khawatir ada yang tercecer, ada yang mungkin hilang segera melaporkan kepada petugas yang ada di sektor maupun di Daker. Kalau seandainya hilang untuk mengganti penggantinya itu SPLP (surat perjalanan laksana paspor),” kata Arsyad.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sudah mewanti-wanti jamaah untuk tidak memasukkan air Zamzam ke dalam tas bagasi karena tidak diperkenankan dalam peraturan penerbangan. “Saya mendengar masih ada tas yang membawa Zamzam di koper bagasi. Itu tidak boleh, sehingga akan dikeluarkan petugas,” kata Menag, usai melepas kepulangan jamaah haji Kloter 2 Embarkasi Solo (SOC 2) di Bandara Jeddah, Jumat (15/7).

Baca Juga :  Sumut Dapat Jatah 3.802 Jamaah, Pelunasan Biaya Haji Rp14,8 Juta per Orang

Menag meminta jamaah tidak perlu khawatir terkait air Zamzam, sebab jamaah akan mendapatkannya setibanya di asrama haji. “Air Zamzam tidak usah khawatir, sudah disiapkan di Tanah Air. Kalau ada yang tidak dapat, datangi Kemenag setempat. Insya Allah akan disiapkan,” ujar Menag.

 

Sampaikan Salam Jokowi

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan salam dari Presiden Joko Widodo saat melepas kepulangan jamaah Kloter 2 Embarkasi Solo (SOC 2) di Bandara Jeddah. “Saya menyampaikan salam dari Presiden Joko Widodo. Beliau menitip salam untuk bapak, ibu sekalian dan keluarga di Tanah Air,” kata Menag di Plaza D 4 Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Jumat (15/7).

Sebanyak 358 haji berasal dari Pati, Jawa Tengah, yang tergabung dalam kloter SOC 2 dilepas oleh Menag . Sebelumnya SOC 1 dan Kloter 1 Padang (PDG 1) juga sudah terbang ke Tanah Air. Hadir dalam pelepasan tersebut Sekjen Kemenag Nizar, jajaran pimpinan Ditjen PHU, staf khusus dan perwakilan Maskapai Garuda Indonesia. “Mohon terus doakan agar negara Indonesia menjadi negara yang baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” tambah Menag.

Gus Yaqut, panggilan akrabnya, bersyukur jamaah haji telah melalui proses ibadah fisik haji dalam keadaan sehat, nyaman dan tenang. Ia mendoakan semua mendapat predikat haji mabrur. Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan terima kasih sekaligus permohonan doa dan maaf jika selama memberikan pelayanan penyelenggaraan haji masih ada kekurangan. “Kami berjanji di masa yang akan datang terus melakukan perbaikan sehingga tamu Allah dalam beribadah semakin tenang, nyaman dan khusyuk,” ujarnya.

Pelepasan jamaah ditandai dengan penyerahan bendera Merah Putih kepada Menag oleh petugas kloter. Kepada para petugas, atas nama pribadi, pemerintah dan negara, Menag menyampaikan terima kasih atas dedikasinya dalam melayani jamaah dengan baik, tanpa kenal lelah dan melayani sebagaimana melayani orang tua sendiri.

Baca Juga :  Transit di Aceh, Kloter Terakhir Tiba Pagi Ini

 

Tak Ada Karantina Terpusat

Setibanya di bandara kedatangan, jamaah haji akan dilakukan pengawasan kesehatan dan tetap menerapkan protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan luar negeri. Pengawasan kesehatan di bandara dilakukan melalui pengecekan suhu dengan menggunakan thermal scanner dan thermal gun, serta pengecekan tanda dan gejala penyakit menular, potensi wabah, termasuk Covid-19.

Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Haji Budi Sylvana menegaskan, bagi jamaah yang dalam kondisi sehat dapat langsung kembali ke daerahnya masing-masing. “Tidak ada karantina terpusat selama 21 hari kepada jamaah haji. Kami ulangi, tidak ada karantina kepada jamaah haji kita,” ucapnya, Jumat (15/7).

Jamaah akan diminta mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah Haji (K3JH). Tujuannya, untuk melakukan pengawasan kesehatan secara mandiri selama 21 hari ke depan. ’’Jadi tidak ada karantina. Yang ada adalah pengawasan secara mandiri di daerah masing-masing. Jadi jamaah bisa melakukan aktivitas sebagaimana biasa,” jelasnya.

Namun, jika saat pemeriksaan di bandara ditemukan gejala Covid-19 atau suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celsius, maka akan dilakukan pemeriksaan PCR. Demikian juga jika ada jamaah yang sakit setelah beberapa hari pulang ke Tanah Air, mereka diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Tujuannya, agar bisa dilakukan pengontrolan kesehatan.

’’Ini sebagai upaya kita melakukan deteksi dini agar tidak terjadi penularan penyakit di Tanah Air,” tegasnya. ’’Pengawasan kesehatan secara mandiri ini dilakukan untuk mengantisipasi infeksi penyakit menular, di antaranya Covid-19, Meningitis, Mers CoV, Polio, dan penyakit lainnya,” tandasnya. (dtc/jpc/adz)

spot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/