alexametrics
23.9 C
Medan
Friday, August 19, 2022
spot_img

Sudah 52 Jamaah Meninggal, Dipicu Faktor Kelelahan saat Melaksanakan Haji

MAKKAH, SUMUTPOS.CO – Jamaah haji Indonesia telah menyelesaikan seluruh rangkaian puncak haji, Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Selama di Mina, jamaah juga melakukan lontar jumrah Aqabah pada hari pertama dilanjutkan dengan lontar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah pada dua atau tiga hari berikutnya.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana menyampaikan, faktor kelelahan memicu jamaah jatuh sakit. Karenanya, jamaah diminta untuk menyesuaikan aktivitasnya selama di Makkah, dan juga di Madinah. Apalagi, angka kematian dalam tiga hari terakhir cenderung tinggi.

“Ini masih lanjutan jamaah yang mengalami kelelahan pasca Armuzna. Kuncinya adalah kita harus menjaga jemaah agar jangan terlalu kelelahan. Aktivitasnya harus disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing jemaah,” kata Budi, Sabtu (16/7).

Data Siskohat menunjukkan, angka wafat jamaah haji Indonesia pada tanggal 11 Juli 2022 mencapai lima orang. Angka ini turun pada 12 Juli 2022 menjadi dua orang, lalu naik lagi sehari berikutnya hingga tujuh orang dalam satu hari. Pada 14 Juli 2022, ada dua jamaah haji Indonesia yang wafat. “Total ada 52 jamaah haji yang wafat. Kami imbau jamaah untuk memperbanyak istirahat dan menyesuaikan aktivitasnya dengan kondisi fisiknya. Semoga ke depan jemaah akan semakin sehat, Aamiin,” ucapnya.

Masih berdasarkan Data Siskohat Kementerian Agama, mayoritas jamaah wafat tahun ini disebabkan oleh Cardiovascular Diseases. Dari 52 jemaah yang wafat, tercatat ada 31 jemaah yang wafat karena penyakit ini (jantung). Di urutan berikutnya ada Respiratory Diseases (6 orang) dan Neoplasms (4 orang).

Baca Juga :  Lakukan Umrah Lebih Dulu Baru Berhaji, Jamaah Diminta Bayar Dam ke Lembaga Resmi Saudi

Sementara Plh Biro Humas, Data dan Informasi, Wawan Djunaedi menyampaikan, untuk jamaah sakit yang dirawat hingga Sabtu (16/7) kemarin, sebanyak 107 orang. Dengan rincian 28 orang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dan 79 lainnya dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.

Dengan dimulainya masa pemulangan ke Debarkasi masing-masing, Wawan mengimbau agar jamaah Haji Indonesia tetap mematuhi prosedur protokol kesehatan. Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan akan melakukan pemantauan kesehatan kepada setiap jemaah yang tiba di tanah air, dengan melakukan pengecekan suhu badan menggunakan thermal scanner dan thermal gun di Bandara Internasional Debarkasi masing-masing.

Apabila didapati jamaah dengan gejala demam atau menunjukkan potensi penyakit menular, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan test antigen. “Jamaah Haji diimbau untuk tetap menjaga protokol kesehatan dari sekarang, agar jemaah tetap sehat ketika masih di Arab Saudi maupun setelah kembali ke tanah air dan sampai ke tempat domisili masing-masing,” ucap Wawan.

Pemerintah memastikan tidak ada karantina setelah kedatangan jemaah. Kesehatan merupakan hal paling utama, oleh karena itu tetap memakai masker dengan benar dan cukupkan istirahat,” pungkasnya.

 

Kuota Lansia Bisa Bertambah Tahun Depan

Sementara, Menko PMK Muhadjir Effendy saat menyambut kedatangan dua kloter jamaah di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (16/7) dini hari, juga mengingatkan para jamaah untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Setiap jamaah akan menjalani pemeriksaan suhu tubuh. Jika didapati jemaah yang demam dengan suhu di atas 37 derajat Celsius, akan ada penanganan tersendiri. “Pemerintah memastikan tidak ada karantina setelah kedatangan jemaah,” kata Muhadjir.

Baca Juga :  Thailand-Kamboja Bahas Perbatasan

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, seluruh bandara untuk kepulangan jamaah haji sudah siap. ’’Sekalipun tidak melakukan karantina, kami bersama KKP akan mengawal agar saudara kita yang dari Tanah Suci dalam keadaan sehat,’’ jelasnya.

Berdasar data Kemenag, hingga kemarin sebanyak 2.705 jamaah telah tiba di tanah air. Berikutnya, menyusul dipulangkan sebanyak 2.428 jamaah.

Sementara itu, dari Arab Saudi dilaporkan, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memimpin rapat evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2022 di Jeddah, kemarin. Rapat itu, antara lain, diikuti delegasi amirulhaj, Dubes RI di Saudi Abdul Aziz, Konjen RI di Jeddah Eko Hartono, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, serta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Sejumlah hal teknis pelayanan terhadap jemaah dibahas dalam rapat tersebut.

Terkait kuota jemaah haji tahun depan, lanjut Yaqut, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F. Al Rabiah selepas pelaksanaan ibadah di Mina. Meski belum ada angka pasti, diperkirakan lebih banyak daripada jumlah tahun ini. “Juga disampaikan pada waktu pertemuan itu, akan ada kuota khusus untuk usia lanjut. Definisinya seperti apa, saya juga belum tahu. Lebih baik kita tunggu saja,” katanya. (jpc)

MAKKAH, SUMUTPOS.CO – Jamaah haji Indonesia telah menyelesaikan seluruh rangkaian puncak haji, Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Selama di Mina, jamaah juga melakukan lontar jumrah Aqabah pada hari pertama dilanjutkan dengan lontar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah pada dua atau tiga hari berikutnya.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana menyampaikan, faktor kelelahan memicu jamaah jatuh sakit. Karenanya, jamaah diminta untuk menyesuaikan aktivitasnya selama di Makkah, dan juga di Madinah. Apalagi, angka kematian dalam tiga hari terakhir cenderung tinggi.

“Ini masih lanjutan jamaah yang mengalami kelelahan pasca Armuzna. Kuncinya adalah kita harus menjaga jemaah agar jangan terlalu kelelahan. Aktivitasnya harus disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing jemaah,” kata Budi, Sabtu (16/7).

Data Siskohat menunjukkan, angka wafat jamaah haji Indonesia pada tanggal 11 Juli 2022 mencapai lima orang. Angka ini turun pada 12 Juli 2022 menjadi dua orang, lalu naik lagi sehari berikutnya hingga tujuh orang dalam satu hari. Pada 14 Juli 2022, ada dua jamaah haji Indonesia yang wafat. “Total ada 52 jamaah haji yang wafat. Kami imbau jamaah untuk memperbanyak istirahat dan menyesuaikan aktivitasnya dengan kondisi fisiknya. Semoga ke depan jemaah akan semakin sehat, Aamiin,” ucapnya.

Masih berdasarkan Data Siskohat Kementerian Agama, mayoritas jamaah wafat tahun ini disebabkan oleh Cardiovascular Diseases. Dari 52 jemaah yang wafat, tercatat ada 31 jemaah yang wafat karena penyakit ini (jantung). Di urutan berikutnya ada Respiratory Diseases (6 orang) dan Neoplasms (4 orang).

Baca Juga :  Thailand-Kamboja Bahas Perbatasan

Sementara Plh Biro Humas, Data dan Informasi, Wawan Djunaedi menyampaikan, untuk jamaah sakit yang dirawat hingga Sabtu (16/7) kemarin, sebanyak 107 orang. Dengan rincian 28 orang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dan 79 lainnya dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.

Dengan dimulainya masa pemulangan ke Debarkasi masing-masing, Wawan mengimbau agar jamaah Haji Indonesia tetap mematuhi prosedur protokol kesehatan. Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan akan melakukan pemantauan kesehatan kepada setiap jemaah yang tiba di tanah air, dengan melakukan pengecekan suhu badan menggunakan thermal scanner dan thermal gun di Bandara Internasional Debarkasi masing-masing.

Apabila didapati jamaah dengan gejala demam atau menunjukkan potensi penyakit menular, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan test antigen. “Jamaah Haji diimbau untuk tetap menjaga protokol kesehatan dari sekarang, agar jemaah tetap sehat ketika masih di Arab Saudi maupun setelah kembali ke tanah air dan sampai ke tempat domisili masing-masing,” ucap Wawan.

Pemerintah memastikan tidak ada karantina setelah kedatangan jemaah. Kesehatan merupakan hal paling utama, oleh karena itu tetap memakai masker dengan benar dan cukupkan istirahat,” pungkasnya.

 

Kuota Lansia Bisa Bertambah Tahun Depan

Sementara, Menko PMK Muhadjir Effendy saat menyambut kedatangan dua kloter jamaah di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (16/7) dini hari, juga mengingatkan para jamaah untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Setiap jamaah akan menjalani pemeriksaan suhu tubuh. Jika didapati jemaah yang demam dengan suhu di atas 37 derajat Celsius, akan ada penanganan tersendiri. “Pemerintah memastikan tidak ada karantina setelah kedatangan jemaah,” kata Muhadjir.

Baca Juga :  Bus Rombongan Murid TK Tabrakan, 19 Tewas

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, seluruh bandara untuk kepulangan jamaah haji sudah siap. ’’Sekalipun tidak melakukan karantina, kami bersama KKP akan mengawal agar saudara kita yang dari Tanah Suci dalam keadaan sehat,’’ jelasnya.

Berdasar data Kemenag, hingga kemarin sebanyak 2.705 jamaah telah tiba di tanah air. Berikutnya, menyusul dipulangkan sebanyak 2.428 jamaah.

Sementara itu, dari Arab Saudi dilaporkan, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memimpin rapat evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2022 di Jeddah, kemarin. Rapat itu, antara lain, diikuti delegasi amirulhaj, Dubes RI di Saudi Abdul Aziz, Konjen RI di Jeddah Eko Hartono, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, serta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Sejumlah hal teknis pelayanan terhadap jemaah dibahas dalam rapat tersebut.

Terkait kuota jemaah haji tahun depan, lanjut Yaqut, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F. Al Rabiah selepas pelaksanaan ibadah di Mina. Meski belum ada angka pasti, diperkirakan lebih banyak daripada jumlah tahun ini. “Juga disampaikan pada waktu pertemuan itu, akan ada kuota khusus untuk usia lanjut. Definisinya seperti apa, saya juga belum tahu. Lebih baik kita tunggu saja,” katanya. (jpc)

spot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/