Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

AS Siap Serang Venezuela, Bila Nicolas Maduro Tak Mau Mundur

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
Presiden Venezuela Nicolás Maduro diminta mundur dari jabatannya oleh Amerika Serikat, karena diduga terlibat kartel narkobaa.
Presiden Venezuela Nicolás Maduro diminta mundur dari jabatannya oleh Amerika Serikat, karena diduga terlibat kartel narkobaa.

WASINGTHON, Sumutpos.jawapos.com-Amerika Serikat (AS) telah bersiap untuk melancarkan operasi militer ke Venezuela. Langkah ini dilakukan untuk menekan Presiden Venezuela Nicolás Maduro yang diduga menjadi bagian dari kartel narkoba apabila tidak bersedia mundur dari jabatannya.

AS telah memindahkan kapal induk terbesar di dunia dan kapal perang lainnya ke Karibia. Presiden Donald Trump sebelumnya juga mengancam akan menutup ruang udara Venezuela.


Advertisement

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt tidak tidak menampik saat dikonfirmasi AFP terkait kemungkinan adanya pasukan AS di Venezuela. Dia tidak memungkiri tentang rencana tindakan militer.

"Ada beberapa pilihan yang bisa diambil presiden, dan saya akan membiarkan beliau berbicara mengenai hal itu," kata Leavitt.

Tawaran Pengunduran Diri
Donald Trump telah menggelar rapat intensif dengan para pejabat keamanan di Gedung Putih, Senin (1/12). Muncul laporan bahwa AS membuka opsi pengunduran diri Maduro dengan tawaran suaka ke Rusia atau negara lain.

Dilansir dari AFP, diskusi antara pejabat Amerika dan pihak terkait bahkan mencakup kemungkinan pemberian amnesti bila Maduro setuju turun dari jabatannya. Senator Partai Republik Markwayne Mullin memperkuat informasi. Dia menyatakan bahwa Amerika secara terbuka menawarkan pintu keluar bagi Maduro.

Advertisement

Baca Juga: Peduli Korban Banjir, GOPTKI dan DWP Sergai Sisir Lima Posko Bagikan Bantuan dan Layanan Kesehatan
AS menuduh Maduro memimpin kartel narkoba Cartel of the Suns dan menawarkan hadiah USD 50 juta dolar bagi siapa saja yang berhasil menangkapnya.

Ingin Rebut Cadangan Minyak
Pemerintah Venezuela membantah keterlibatan rezim dengan kartel narkoba. Mereka menegaskan akan melawan jika terjadi invasi AS, termasuk kemungkinan perang gerilya dan sabotase di wilayah luas.


Maduro mengatakan bahwa motif utama AS disebut bukan semata memberantas narkoba, melainkan merebut cadangan minyak Venezuela, salah satu yang terbesar di dunia.

Advertisement

“Saya berharap dapat mengandalkan upaya terbaik untuk membantu menghentikan agresi ini, yang semakin kuat dan secara serius mengancam keseimbangan pasar energi internasional,” kata Maduro. (jpg/han)

Advertisement

Artikel Terkait

Iran Buka Selat Hormuz dengan Syarat, AS Diminta Akhiri Perang di Timur Tengah

Iran Buka Selat Hormuz dengan Syarat, AS Diminta Akhiri Perang di Timur Tengah

Iran mensyaratkan AS mengakhiri perang di Timur Tengah sebelum membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.

Trump Klaim Korut Punya 57 Senjata Nuklir, Tegaskan Tak Akan Membiarkannya

Trump Klaim Korut Punya 57 Senjata Nuklir, Tegaskan Tak Akan Membiarkannya

Donald Trump mengklaim Korea Utara memiliki 57 senjata nuklir dan menegaskan tak akan membiarkannya.

Trump Mulai Kembalikan Dana Tarif, Demokrat Minta Uangnya untuk Rakyat

Trump Mulai Kembalikan Dana Tarif, Demokrat Minta Uangnya untuk Rakyat

Pemerintah AS mengembalikan USD100 miliar tarif impor usai putusan Mahkamah Agung, memicu polemik di Kongres.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer