Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Iran Siap Hadapi Kemungkinan Serangan Darat di Tengah Gempuran AS–Israel

J
Penulis: Johan Panjaitan❯

Eskalasi saling serang antara Iran dan Israel meningkatkan kekhawatiran pecahnya perang besar di Timur Tengah. (Reuters)
Eskalasi saling serang antara Iran dan Israel meningkatkan kekhawatiran pecahnya perang besar di Timur Tengah. (Reuters)


Advertisement

Sumutpos.jawapos.com-Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah ibu kota Iran, Teheran, diguncang gelombang serangan udara besar yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel sejak Kamis (6/3). Ledakan keras dilaporkan terdengar di sejumlah titik kota, disertai kepulan asap tebal yang membumbung dari beberapa lokasi.

Militer Israel menyatakan telah memulai fase baru operasi militer dengan menargetkan berbagai infrastruktur pemerintah Iran. Serangan ini disebut sebagai bagian dari upaya menekan kemampuan militer Teheran.

Di saat yang sama, militer Amerika Serikat mengerahkan pesawat pengebom siluman Northrop Grumman B-2 Spirit untuk menghantam fasilitas peluncur rudal balistik Iran yang berada jauh di bawah tanah. Pejabat militer AS menyebut puluhan bom berdaya penetrasi tinggi dijatuhkan guna menghancurkan fasilitas strategis tersebut.

Advertisement

Komandan United States Central Command, Laksamana Brad Cooper, mengatakan operasi itu bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam kepentingan Amerika.

“Serangan ini juga menargetkan fasilitas yang setara dengan komando antariksa Iran, sehingga mengurangi kemampuan mereka untuk mengancam warga Amerika,” ujarnya, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Serangan Meluas ke Sejumlah Kota

Advertisement

Tidak hanya Teheran yang menjadi sasaran. Ledakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah kota lain, termasuk Shiraz, Qom, Isfahan, dan Kermanshah—wilayah yang dikenal memiliki fasilitas militer serta pangkalan rudal Iran.

Selain infrastruktur militer dan pemerintahan, sejumlah area sipil dilaporkan ikut terdampak. Beberapa bangunan tempat tinggal, area parkir kendaraan, hingga stasiun pengisian bahan bakar disebut mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.

Iran Siap Balasan dan Hadapi Invasi Darat

Teheran menegaskan tidak akan tinggal diam. Militer Iran menyatakan akan memperluas serangan balasan dalam beberapa hari ke depan.

Pernyataan tersebut muncul setelah pejabat tinggi Iran menegaskan kesiapan menghadapi kemungkinan invasi darat oleh Amerika Serikat.

“Itu akan menjadi bencana besar bagi Amerika,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, seperti dikutip dari Tasnim News Agency.

Israel disebut tengah mempersiapkan kekuatan militer untuk kemungkinan operasi darat, sementara Washington dilaporkan melakukan pendekatan kepada kelompok pemberontak Kurdi di wilayah perbatasan Irak–Iran.

Sebagai balasan, Iran menargetkan kepentingan Amerika dan sekutunya di kawasan Teluk. Salah satunya terjadi pada 3 Maret lalu ketika drone Iran menyerang pangkalan Central Intelligence Agency yang berada di kompleks Kedutaan Besar AS di Riyadh.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan empat anggota CIA dan melukai delapan personel lainnya. Sebelumnya, enam perwira senior CIA juga dikabarkan tewas dalam serangan Iran terhadap fasilitas intelijen AS di United Arab Emirates.

Serangan Kapal AS Jadi Sorotan

Di tengah meningkatnya konflik, insiden lain turut memicu kritik internasional. Sebuah kapal perang Iran yang baru kembali dari parade militer di India dilaporkan diserang kapal selam AS di perairan dekat Sri Lanka.

Insiden tersebut menuai kecaman karena kapal Iran disebut tidak membawa persenjataan dan serangan terjadi di luar zona perang.

Direktur Society for Policy Studies, C. Uday Bhaskar, menilai kejadian itu sebagai pukulan bagi reputasi India.

“Insiden ini merupakan aib bagi India dan melemahkan kredibilitasnya,” ujarnya.

Situasi yang terus memanas menimbulkan kekhawatiran konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah, terutama jika skenario invasi darat benar-benar terjadi.(jpg/han)

Advertisement

Artikel Terkait

Trump Siapkan 40 Ribu Bom 2.000 Pon untuk Israel, Paket Senilai Rp44,5 Triliun Disorot

Trump Siapkan 40 Ribu Bom 2.000 Pon untuk Israel, Paket Senilai Rp44,5 Triliun Disorot

Trump siapkan paket senjata USD2,8 miliar untuk Israel, termasuk 40.000 bom 2.000 pon yang memicu sorotan.

Puluhan Tokoh Israel Beri Surat Peringatan Terakhir untuk Netanyahu

Puluhan Tokoh Israel Beri Surat Peringatan Terakhir untuk Netanyahu

Para tokoh israel mengirimkan surat peringatan terakhir untuk benjamin netanyahu karena kebijakannya pada Palestina.

Israel Serang Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz

Israel Serang Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz

Iran menutup Selat Hormuz usai serangan Israel di Lebanon. Ketegangan Timur Tengah memicu kekhawatiran krisis energi global.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer