Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

AI Kini Lebih Jeli dari Dokter? Temuan Harvard Guncang Dunia Medis

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
KECERDASAN BUATAN: Robot AI Mirokai buatan Enchanted Tools dapat digunakan untuk terapi sosial di lembaga medis seperti rumah sakit.(blog.qubic360)
KECERDASAN BUATAN: Robot AI Mirokai buatan Enchanted Tools dapat digunakan untuk terapi sosial di lembaga medis seperti rumah sakit.(blog.qubic360)

Advertisement

 

BOSTON, Sumutpos.jawapos.com- Dunia kedokteran memasuki babak baru. Sebuah penelitian dari Harvard Medical School mengungkap bahwa sistem kecerdasan buatan (AI) berbasis model OpenAI mampu mendiagnosis kondisi pasien di instalasi gawat darurat (IGD) dengan tingkat akurasi lebih tinggi dibanding dokter manusia.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Science itu merupakan hasil kolaborasi dengan Beth Israel Deaconess Medical Center. Penelitian dilakukan melalui simulasi kasus darurat untuk menguji kemampuan AI dan tenaga medis dalam melakukan triase—proses penilaian awal untuk menentukan tingkat kegawatan pasien dan prioritas penanganannya.

Advertisement

Laporan The Guardian menyebut model penalaran OpenAI o1 tampil mengejutkan dalam pengujian tersebut. Dari 76 kasus pasien di rumah sakit Boston, AI mampu menghasilkan diagnosis yang tepat atau mendekati benar pada 67 persen kasus. Sementara akurasi dokter manusia berada di kisaran 50 hingga 55 persen.

Ketika peneliti menambahkan data klinis yang lebih lengkap, kemampuan AI meningkat signifikan. Tingkat akurasinya melonjak hingga 82 persen, sedangkan dokter berada pada rentang 70 sampai 79 persen.

Advertisement

Hasil ini memantik diskusi besar tentang masa depan profesi medis. Bukan semata soal teknologi yang semakin pintar, tetapi juga bagaimana peran dokter perlahan bergeser dari satu-satunya sumber diagnosis menjadi pengambil keputusan yang didukung mesin berkemampuan tinggi.

Penulis utama studi tersebut, Arjun Manrai, menegaskan bahwa AI bukan dirancang untuk menggantikan dokter. Namun, ia mengakui dunia medis tengah berada di ambang perubahan besar.

“Temuan ini bukan berarti AI akan mengambil alih peran dokter. Tetapi kita sedang menyaksikan lompatan teknologi yang sangat mendalam dan berpotensi membentuk ulang praktik kedokteran modern,” ujarnya.

Di satu sisi, kehadiran AI membuka harapan baru bagi layanan kesehatan yang lebih cepat dan presisi, terutama di ruang gawat darurat yang menuntut keputusan dalam hitungan menit. Namun di sisi lain, muncul pula pertanyaan etik, tanggung jawab hukum, hingga batas kepercayaan terhadap mesin dalam menentukan nasib manusia.(jpg/han)

Advertisement

Artikel Terkait

Minum Air Putih Hangat pada Pagi Hari Bisa Bantu Menurunkan Berat Badan

Minum Air Putih Hangat pada Pagi Hari Bisa Bantu Menurunkan Berat Badan

Memulai hari dengan segelas air putih hangat ternyata bukan sekadar kebiasaan sederhana.

Polisi Gerebek Warung di Teluk Pulai Dalam, Sabu dan Seorang Pria Diamankan

Polisi Gerebek Warung di Teluk Pulai Dalam, Sabu dan Seorang Pria Diamankan

Polsek Kualuh Leidong gerebek warung di Teluk Pulai Dalam, Labura. Seorang pria berinisial PY diamankan bersama barang bukti diduga sabu.

Pasutri Asal Sergai Diamankan di Tebing Tinggi, Polisi Sita 31,49 Gram Sabu Siap Edar

Pasutri Asal Sergai Diamankan di Tebing Tinggi, Polisi Sita 31,49 Gram Sabu Siap Edar

Polres Tebing Tinggi menangkap pria asal Sergai bersama istrinya dan menyita 31,49 gram sabu yang diduga siap diedarkan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer