Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

AS-Tiongkok Bersaing Kuasai Teknologi Antariksa

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
ILUSTRASI:Wahana antariksa india chandrayaan-3 resmi mendarat di-bulan. (wahananews)
ILUSTRASI:Wahana antariksa india chandrayaan-3 resmi mendarat di-bulan. (wahananews)

Advertisement

 

SHANGHAI, Sumutpos.jawapos.com – Persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan Tiongkok kini meluas hingga ke orbit Bumi. Dua kekuatan ekonomi dunia itu berlomba menguasai teknologi komputasi antariksa, kecerdasan buatan (AI), hingga pengolahan data di luar angkasa yang diproyeksikan menjadi fondasi baru infrastruktur digital global.

Laporan South China Morning Post, Senin (25/5), menyebut Amerika Serikat masih memimpin dalam teknologi peluncuran satelit murah melalui penggunaan roket reusable atau roket yang dapat dipakai ulang. Keunggulan tersebut ditopang pesatnya perkembangan industri antariksa swasta, terutama melalui SpaceX milik Elon Musk.

Advertisement

Selain mengoperasikan jaringan satelit Starlink, SpaceX kini mulai mengembangkan konsep pusat data orbital, yakni sistem pemrosesan data yang dilakukan langsung di luar angkasa tanpa harus seluruhnya dikirim kembali ke pusat pengolahan di Bumi.

Namun, Tiongkok bergerak cepat mengejar ketertinggalan dengan strategi berbeda. Negeri Tirai Bambu itu fokus membangun kapasitas komputasi berbasis orbit sebagai bagian dari ambisi memperkuat kemandirian teknologi antariksa nasional.

Advertisement

Akademisi Chinese Academy of Engineering, Wang Jian, menyebut pengembangan daya komputasi dan kecerdasan buatan di luar angkasa menjadi arah baru transformasi industri antariksa Tiongkok.

Salah satu proyek unggulan yang kini dipacu adalah Three-Body Computing Constellation yang dikembangkan Zhejiang Lab. Program ambisius tersebut menargetkan pembangunan 1.000 satelit komputasi yang mampu memproses data secara mandiri di orbit.

Dengan sistem itu, satelit tidak lagi sekadar menjadi alat pengumpul dan pengirim data, melainkan berubah menjadi pusat komputasi aktif yang dapat menganalisis dan mengolah informasi langsung di luar angkasa.

“Konsep komputasi antariksa memungkinkan satelit tidak hanya berfungsi sebagai pengumpul dan pengirim data, tetapi juga sebagai pusat pemrosesan data secara mandiri di luar angkasa,” ujar Lin Guangrong dari GalaxySpace.

Persaingan ini dipandang sebagai babak baru perlombaan teknologi global setelah dominasi sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan di Bumi. Negara yang mampu menguasai komputasi antariksa diyakini akan memiliki keunggulan strategis besar, baik dalam bidang komunikasi, pertahanan, ekonomi digital, hingga eksplorasi luar angkasa di masa depan. (jpg/han)

Advertisement

Artikel Terkait

Isu Menakut-nakuti tentang Galon Guna Ulang Dinilai Berlebihan, Pemerintah Pastikan Aman

Isu Menakut-nakuti tentang Galon Guna Ulang Dinilai Berlebihan, Pemerintah Pastikan Aman

Pemerintah memastikan galon guna ulang AMDK aman digunakan karena diawasi ketat melalui SNI, audit berkala, sanitasi, dan standar BPOM.

BI-Perbankan Siapkan Skema Kredit untuk Eksportir,  Berlaku Mulai 1 Juni Mendatang

BI-Perbankan Siapkan Skema Kredit untuk Eksportir, Berlaku Mulai 1 Juni Mendatang

Pemerintah dan BI siapkan skema kredit bagi eksportir jelang aturan baru DHE SDA 1 Juni 2026 untuk menjaga likuiditas usaha tetap aman.

Shelsha, Warga Binjai dapat Motor Listrik dari Indosat IM3

Shelsha, Warga Binjai dapat Motor Listrik dari Indosat IM3

IM3 pasti simpel kembali mengumumkan pemenang. Shelsha, warga Binjai mendapatkan motor listrik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer