30 C
Medan
Tuesday, February 27, 2024
spot_img
spot_img

Icon of the Seas Berlayar, Bahan Bakarnya Dikritik

Icon of the Seas, kapal pesiar terbesar di dunia, mulai berlayar. Pelayaran perdana pada Sabtu (27/1) tersebut dimulai sebelum matahari tenggelam dari Miami, Florida, AS, menuju beberapa wilayah di Karibia. Atlet sepak bola Lionel Messi didapuk sebagai ikon resmi kapal itu. Dia ikut hadir dalam acara peresmian yang digelar Kamis (25/1).

Icon of the Seas bakal berlayar dengan kapasitas penuh karena semua tiket terjual habis sejak tahun lalu. Kapal milik Royal Caribbean tersebut mampu membawa sekitar 7.600 tamu dan 2.350 kru. Jumlah tersebut setara dengan populasi penduduk Sedona, Arizona. Icon of the Seas bak kota terapung karena fasilitas di dalamnya dilengkapi bar, mal, kolam renang, taman, dan berbagai hal lainnya.

’’Icon of the Seas adalah puncak dari perwujudan mimpi, inovasi, dan misi kami selama lebih dari 50 tahun untuk memberikan pengalaman liburan terbaik di dunia secara bertanggung jawab,’’ terang Presiden dan CEO Royal Caribbean Group Jason Liberty awal pekan lalu.

Kapal yang dibangun di galangan di Turku, Finlandia, itu diklaim lebih ramah lingkungan karena menggunakan bahan bakar gas alam cair (LNG) dan teknologi sel bahan bakar. Meski pembakaran LNG diklaim lebih ramah lingkungan, masih terdapat risiko pelepasan sejumlah gas sehingga menyebabkan kebocoran metana ke atmosfer. Metana adalah gas rumah kaca yang jauh lebih kuat dibandingkan karbon dioksida.

’’Ini adalah langkah ke arah yang salah,’’ ujar Bryan Comer, direktur program kelautan di Dewan Internasional Transportasi Bersih (ICCT), seperti dikutip BBC. Icon of the Seas diyakini menggunakan mesin yang melepaskan metana ke atmosfer dalam bentuk slip metana.

ICCT memperkirakan bahwa penggunaan LNG itu akan menghasilkan emisi gas rumah kaca sebesar 120 persen lebih banyak dibandingkan dengan bahan bakar tradisional marine gas oil (MGO). Laporan ICCT menyebutkan bahwa emisi metana dari kapal berbahan bakar LNG lebih tinggi daripada perkiraan peraturan saat ini. ’’Keputusan Royal Caribbean untuk menggunakan LNG adalah blunder iklim terbesar mereka,’’ tegas Comer seperti dikutip CNN. (sha/c7/bay)

Icon of the Seas, kapal pesiar terbesar di dunia, mulai berlayar. Pelayaran perdana pada Sabtu (27/1) tersebut dimulai sebelum matahari tenggelam dari Miami, Florida, AS, menuju beberapa wilayah di Karibia. Atlet sepak bola Lionel Messi didapuk sebagai ikon resmi kapal itu. Dia ikut hadir dalam acara peresmian yang digelar Kamis (25/1).

Icon of the Seas bakal berlayar dengan kapasitas penuh karena semua tiket terjual habis sejak tahun lalu. Kapal milik Royal Caribbean tersebut mampu membawa sekitar 7.600 tamu dan 2.350 kru. Jumlah tersebut setara dengan populasi penduduk Sedona, Arizona. Icon of the Seas bak kota terapung karena fasilitas di dalamnya dilengkapi bar, mal, kolam renang, taman, dan berbagai hal lainnya.

’’Icon of the Seas adalah puncak dari perwujudan mimpi, inovasi, dan misi kami selama lebih dari 50 tahun untuk memberikan pengalaman liburan terbaik di dunia secara bertanggung jawab,’’ terang Presiden dan CEO Royal Caribbean Group Jason Liberty awal pekan lalu.

Kapal yang dibangun di galangan di Turku, Finlandia, itu diklaim lebih ramah lingkungan karena menggunakan bahan bakar gas alam cair (LNG) dan teknologi sel bahan bakar. Meski pembakaran LNG diklaim lebih ramah lingkungan, masih terdapat risiko pelepasan sejumlah gas sehingga menyebabkan kebocoran metana ke atmosfer. Metana adalah gas rumah kaca yang jauh lebih kuat dibandingkan karbon dioksida.

’’Ini adalah langkah ke arah yang salah,’’ ujar Bryan Comer, direktur program kelautan di Dewan Internasional Transportasi Bersih (ICCT), seperti dikutip BBC. Icon of the Seas diyakini menggunakan mesin yang melepaskan metana ke atmosfer dalam bentuk slip metana.

ICCT memperkirakan bahwa penggunaan LNG itu akan menghasilkan emisi gas rumah kaca sebesar 120 persen lebih banyak dibandingkan dengan bahan bakar tradisional marine gas oil (MGO). Laporan ICCT menyebutkan bahwa emisi metana dari kapal berbahan bakar LNG lebih tinggi daripada perkiraan peraturan saat ini. ’’Keputusan Royal Caribbean untuk menggunakan LNG adalah blunder iklim terbesar mereka,’’ tegas Comer seperti dikutip CNN. (sha/c7/bay)

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/