Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Takbir, Israel dan Hamas Setuju Gencatan Senjata

Juli Rambe • Kamis, 9 Oktober 2025 | 14:30 WIB
PALESTINA: Ribuan masyarakat Labusel turun ke jalan untuk meminta Israel hentikan genosida. (Dok: istimewa)
PALESTINA: Ribuan masyarakat Labusel turun ke jalan untuk meminta Israel hentikan genosida. (Dok: istimewa)

 

SUMUT POS- Takbir bergema di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, warga tampak merayakan kabar itu dengan gembira dan bertepuk tangan.

Seruan takbir itu setelah pengumuman Israel dan Hamas setuju untuk gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza.

Kesepakatan ini dicapai sehari setelah peringatan dua tahun serangan Hamas ke wilayah Israel yang kemudian dibalas rentetan bombardir Israel pada 7 Oktober 2023.

Dilansir Reuters, Kamis (9/10/2025), persetujuan atas tahap pertama rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Gaza itu dicapai dalam perundingan tidak langsung di Mesir, Rabu (8/10/2025) waktu setempat.

"Saya sangat bangga mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani tahap pertama Rencana Perdamaian kami," kata Trump di Truth Social, mengumumkan hasil perundingan tidak langsung antara Israel dan Hamas di Mesir.

"Ini berarti SEMUA Sandera akan segera dibebaskan, dan Israel akan menarik pasukannya ke garis yang disepakati sebagai langkah pertama menuju Perdamaian yang Kuat, Tahan Lama, dan Abadi," tambah Trump.

Warga Gaza dan Tel Aviv merayakan kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera itu. Dalam tayangan video yang dilansir Reuters, warga Israel tampak berkumpul di Hostages Square di Tel Aviv sambil bernyanyi dan mengibarkan bendera.

Video-video warga Palestina merayakan kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas mulai beredar di media sosial. Rekaman malam hari yang diunggah jurnalis Palestina Saeed Mohamed, dilansir BBC, memperlihatkan kerumunan pria dan wanita di luar Rumah Sakit al-Aqsa bertepuk tangan sembari meneriakkan takbir "Allahu Akbar".

Takbir menggema di antara kerumunan warga Gaza setelah dua tahun hidup dalam ketidakpastian akibat bom-bom Israel yang berdatangan, yang sewaktu-waktu bisa merenggut nyawa mereka.

Sumber medis di Gaza dalam laporan terbaru, dilansir WAFA, mencatat jumlah korban tewas di Jalur Gaza sejak agresi pada Oktober 2023 mencapai 67.160 orang, mayoritas dari mereka adalah wanita dan anak-anak. Setidaknya, 169.679 terluka akibat serangan itu.

Dalam 24 jam terakhir, kata sumber tersebut, 21 jenazah dan 96 korban luka mendapat penanganan di rumah sakit di Gaza.

Israel juga menyerang warga Gaza yang berjuang mendapat bantuan kemanusiaan. Dalam 24 jam terakhir, dua warga Palestina terbunuh dan 19 lainnya terluka saat mereka menerima bantuan. Angka ini menambah jumlah pencari bantuan yang tewas akibat serangan Israel menjadi 2.610 orang, dengan 19.143 lainnya terluka.

Sejumlah upaya perdamaian, termasuk perundingan gencatan senjata, telah dilakukan oleh para mediator. Hamas dan Israel mencapai kesepakatan gencatan senjata pada 19 Januari 2025. Baru dua bulan berjalan, pada 18 Maret 2025, Israel melanggar kesepakatan itu dengan melancarkan rentetan serangan yang makin membabi-buta. (bbs/ram)

 

 

 

Editor : Juli Rambe
#Takbir di Gaza #Hamas dan Israel gencatan senjata #palestina