Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tips Belanja Online Luar Negeri Agar Tetap Nyaman, Tetap Terencana

R
Penulis: Redaksi❯

 


Advertisement

MENINGKAT: Tokopedia dan ShopTokopedia rekap tren belanja online sepanjang semester I 2024.
MENINGKAT: Tokopedia dan ShopTokopedia rekap tren belanja online sepanjang semester I 2024.

 

Kalau dulu belanja dari luar negeri terasa ribet, sekarang situasinya sudah jauh berbeda. Tinggal buka aplikasi atau website, cari barang yang diinginkan, lalu checkout. Beberapa minggu kemudian paket sudah sampai di depan rumah.

Advertisement

Fenomena ini makin sering terjadi di kalangan Gen Z. Ada yang membeli sneakers edisi terbatas, keyboard mechanical yang belum masuk Indonesia, skincare Korea dan Jepang, action figure, merchandise K-pop, sampai gadget yang rilis lebih dulu di luar negeri. Bahkan, tidak sedikit yang sengaja menunggu diskon besar seperti Black Friday, 11.11, atau Prime Day untuk berburu harga terbaik.

Sayangnya, ada satu jebakan yang sering luput disadari. Karena harga ditampilkan dalam mata uang lain, nominalnya sering terlihat "kecil". Padahal setelah dikonversi ke rupiah, ditambah ongkos kirim, pajak, dan biaya lainnya, total yang harus dibayar bisa bikin kaget.

Advertisement

Makanya, belanja lintas negara memang semakin mudah, tapi tetap perlu strategi supaya hobi checkout tidak berubah menjadi sumber stres di akhir bulan.

Perhitungkan Biaya-Biaya lain

Misalnya kamu menemukan barang incaran seharga USD30. Sekilas mungkin terasa murah. Namun ketika dihitung dengan kurs saat itu, ditambah biaya pengiriman internasional, kemungkinan pajak impor, hingga biaya administrasi pembayaran, totalnya bisa bertambah cukup jauh.

Inilah alasan kenapa banyak orang merasa pengeluarannya "kok lebih besar dari perkiraan". Fokusnya hanya pada harga produk, padahal biaya lain ikut menentukan berapa uang yang benar-benar keluar dari rekening.

Sebelum checkout, biasakan menghitung total biaya sampai barang tiba di tangan. Cara sederhana ini bisa membantu menghindari penyesalan setelah transaksi selesai.

Hindari FOMO

Media sosial juga punya peran besar dalam mendorong belanja impulsif. Baru buka TikTok atau Instagram, muncul video unboxing produk viral. Belum selesai menonton, algoritma sudah menyodorkan iklan barang yang sama.

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer