Sumutpos.jawapos.com-Membeli motor bekas memang terlihat lebih hemat, tapi kalau salah langkah, uang bisa melayang dan penyesalan datang belakangan. Banyak orang tergiur harga murah, tapi lupa mengecek kondisi sebenarnya. Akibatnya, baru dipakai sebentar motor sudah rusak, surat bermasalah, bahkan ada yang ternyata hasil curian.
Dilansir dari laman Suzuki Indonesia, simak 10 tips penting membeli motor bekas yang sering diabaikan:
1. Tentukan Dulu Motor Impian Anda
Jangan datang ke penjual tanpa tujuan. Banyaknya pilihan justru bisa membuat Anda bingung dan akhirnya membeli motor yang tidak sesuai kebutuhan.
Kalau sering dipakai kerja jarak jauh, pilih motor yang kuat dan nyaman. Kalau cuma untuk keliling kota, motor matic kecil sudah cukup. Sesuaikan juga dengan isi dompet.
2. Cek Harga Pasaran, Jangan Mau Dibodohi
Ini kesalahan paling sering terjadi. Banyak pembeli tidak tahu harga pasaran, akhirnya membeli terlalu mahal.
Bandingkan harga dari internet, media sosial, atau tanya teman. Kalau harga terlalu murah, justru harus curiga. Bisa jadi ada masalah tersembunyi.
3. Jangan Langsung Transfer DP
Penjual sering bilang, “Kalau tidak cepat DP, nanti diambil orang.” Jangan langsung panik. Ini trik yang sering dipakai agar pembeli terburu-buru.
Lihat dulu motornya, cek kondisinya, baru ambil keputusan.
4. Pilih Penjual yang Jelas dan Terpercaya
Jangan asal beli dari orang yang tidak dikenal. Lebih aman beli dari showroom, teman, atau rekomendasi orang yang sudah berpengalaman.
Banyak kasus motor dijual mahal padahal kondisinya sudah “sekarat”.
5. Surat-surat Harus Lengkap dan Asli
Pastikan STNK dan BPKB ada dan cocok. Cek nama pemilik, nomor polisi, dan data kendaraan.
Ini penting agar Anda tidak tanpa sadar membeli motor hasil curian.
6. Cocokkan Nomor Mesin dan Rangka
Ini detail kecil yang sering diabaikan tapi sangat penting. Nomor rangka dan mesin harus sama dengan yang tertulis di surat.
Kalau tidak cocok, lebih baik mundur. Risikonya besar dan bisa bikin masalah hukum.
7. Lihat Kondisi Bodi Secara Teliti
Perhatikan apakah ada bekas jatuh, retak, atau cat yang tidak rata. Itu bisa jadi tanda motor pernah kecelakaan.
Kalau tidak yakin, ajak teman yang paham mesin agar tidak mudah dibohongi penjual.
8. Cek Oli, Ini Kunci Mesin Sehat
Oli yang bersih menandakan motor dirawat. Kalau hitam pekat atau volumenya aneh, bisa jadi mesinnya bermasalah.
Jangan anggap sepele bagian ini.
Baca Juga: Pep Tak Gentar Kejar Arsenal, 13 Laga Tersisa Jadi Penentu Nasib Manchester City
9. Nyalakan Mesin dan Dengarkan Suaranya
Hidupkan motor tanpa digas. Dengarkan baik-baik. Mesin yang sehat biasanya halus dan stabil.
Kalau bunyinya kasar atau mudah mati, bisa jadi ada kerusakan serius.
10. Pastikan Speedometer dan Panel Berfungsi
Cek semua indikator: bensin, lampu, hingga odometer. Panel yang mati bisa jadi tanda motor kurang dirawat atau pernah bermasalah.
Sudah Beli? Jangan Senang Dulu, Ini yang Wajib Diganti!
Banyak orang langsung pakai motor bekas tanpa perawatan awal. Padahal, ada beberapa komponen yang sebaiknya langsung diganti.
1. Lampu
Lampu motor bekas biasanya sudah mulai redup. Ganti baru agar lebih aman saat berkendara malam hari.
2. Ban
Ban aus sangat berbahaya, apalagi kalau sering dipakai perjalanan jauh. Lebih baik keluar biaya sedikit daripada ambil risiko.
Membeli motor bekas memang bisa jadi pilihan cerdas, tapi juga bisa jadi jebakan kalau tidak teliti. Jangan sampai tergiur harga murah lalu menyesal di kemudian hari. Ingat, motor murah belum tentu aman — dan motor mahal belum tentu bagus. Kuncinya satu: teliti sebelum membeli.(han)
Editor : Johan Panjaitan