Siswa SMP Sleman Ciptakan Alat Deteksi Makanan Basi MBG, Hasil Keluar dalam Lima Detik

sumutpos.jawapos.com - Kepedulian terhadap keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong dua siswa SMP Negeri 1 Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menciptakan inovasi pendeteksi makanan basi yang mampu memberikan hasil hanya dalam waktu lima detik.
Melansir Instagram @pandemictalks, Rabu (29/7/2026), adalah Pradipta Widhi Nugroho dan Abyan Syahlefi, dua pelajar yang mengembangkan alat tersebut sebagai bentuk respons terhadap maraknya dugaan kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan program MBG di sejumlah daerah.
Bersama guru pembimbing Karya Ilmiah Remaja (KIR), keduanya melakukan penelitian dan pengembangan selama lebih dari tiga bulan hingga menghasilkan perangkat yang dapat membantu mendeteksi kelayakan makanan sebelum dikonsumsi.
Alat tersebut dirancang menggunakan kombinasi beberapa sensor yang mampu membaca berbagai indikator kualitas makanan. Sensor yang digunakan antara lain untuk mendeteksi tingkat kelembapan, kadar alkohol, kualitas udara, suhu makanan, hingga residu pestisida pada buah.
Cara penggunaannya pun cukup sederhana. Sampel makanan dimasukkan ke dalam wadah khusus yang terhubung dengan perangkat pendeteksi. Setelah proses pemindaian, hasil analisis akan muncul dalam waktu sekitar lima detik.
Tidak hanya menampilkan hasil secara langsung melalui perangkat, sistem tersebut juga dapat terhubung dengan ponsel sehingga pengguna bisa memantau hasil pemeriksaan secara lebih praktis.
Pradipta dan Abyan berharap inovasi ini dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan pengawasan keamanan pangan, khususnya dalam program penyediaan makanan bagi pelajar.
Pengembangan alat tersebut juga menjadi bukti bahwa persoalan di lingkungan sekitar dapat menjadi sumber ide penelitian bagi generasi muda. Dengan pendekatan sains dan teknologi, kedua siswa ini mencoba menghadirkan solusi terhadap tantangan nyata di bidang kesehatan dan pangan.
Setelah melewati tahap seleksi awal, karya inovasi tersebut berhasil melaju ke ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat nasional. Mereka kini bersiap menghadapi tahap presentasi yang akan berlangsung di Jakarta.



