Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tidak hanya di Dada, Gejala Penyakit Jantung Ada di Leher

J
Penulis: Juli Rambe❯
Ilustrasi, nyeri pada leher juga bisa berarti gejala penyakit jantung. (freepik.com)
Ilustrasi, nyeri pada leher juga bisa berarti gejala penyakit jantung. (freepik.com)

 


Advertisement

SUMUT POS- Jangan sepele dengan nyeri leher, pasalnya bisa jadi itu adalah tanda-tanda gejala penyakit jantung.

Artinya, gejala penyakit jantung tidak semata muncul di dada seperti pengetahuan umum yang orang-orang ketahui.

Melansir Mirror, Kamis (15/1/2026), gejala penyakit jantung berupa nyeri leher ini secara medis bernama spontaneous coronary artery dissection (SCAD).

Advertisement

Kondisi ini terjadi saat ada lapisan arteri koroner yang terlepas dari dinding luarnya, sehingga membuat darah merembes ke antara lapisan tersebut dan memicu bekuan darah.

"Penting untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala SCAD agar dapat didiagnosis sedini mungkin," kata British Heart Foundation (BHF).

Artinya, SCAD bisa menyebabkan serangan jantung jika membesar hingga menghambat ke aliran darah ke jantung. 

Advertisement

Namun, para ahli masih belum mengetahui secara pasti apa penyebab SCAD.

SCAD biasanya terjadi tiba-tiba, bahkan pada orang tanpa faktor risiko penyakit jantung. Kondisi ini paling banyak dialami perempuan usia 45-53 tahun, tapi tidak menutup kemungkinan dialami siapa saja.

"Kondisi ini saat ini tidak dapat diprediksi maupun dicegah," tambah BHF.

Yang jelas, ciri-ciri nyeri leher yang terasa akibat SCAD terasa seperti sesak. 

Nyerinya juga bisa terasa di tempat lain seperti rahang, lengan, punggung, atau perut. 

Beberapa gejala lain yang muncul seperti rasa sesak atau nyeri pada lengan, leher, rahang, punggung, atau perut.

Pun merasa pusing atau merasa melayang, mudah lelah atau sesak napas, mual, hingga berkeringat atau terasa dingin dan lembap.

Nah, jika mengalami gejala tersebut, diharapkan pasien bisa segera melakukan pemeriksaan. 

Pasalnya, karena sifatnya yang tidak terduga, SCAD umumnya baru teridentifikasi setelah terjadi kejadian medis lain, seperti serangan jantung. (lin/ram)

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Bicara soal Jantung, Mana Lebih Sehat Antara Jus dan Buah Utuh? Ini Kata Peneliti

Bicara soal Jantung, Mana Lebih Sehat Antara Jus dan Buah Utuh? Ini Kata Peneliti

Buah utuh dinilai lebih baik untuk kesehatan jantung dibandingkan jus. Simak hasil studi terbaru tentang serat dan risiko penyakit jantung.

Asap Karhutla Tidak Sekadar Mengganggu Pernapasan, Ini Risiko Lainnya

Asap Karhutla Tidak Sekadar Mengganggu Pernapasan, Ini Risiko Lainnya

Asap karhutla bukan hanya mengganggu pernapasan. Paparannya juga berisiko memicu penyakit jantung, stroke, hingga demensia. 

Kenali Tanda Hipertensi Mulai Merusak Jantung, Jangan Sampai Terlambat

Kenali Tanda Hipertensi Mulai Merusak Jantung, Jangan Sampai Terlambat

Kenali tanda hipertensi mulai berdampak pada jantung, dari nyeri dada, sesak napas, mudah lelah hingga kaki membengkak.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer