Tidak hanya Bermanfaat, Cuka Apel juga Punya Efek Negatif: Ini Penjelasannya

sumutpos.jawapos.com - Bagi sebagian orang, cuka apel adalah minuman kaya manfaat, terutama bagi yang sedang diet.
Dan, hal itu tidak salah. Pasalnya cuka apel, selain untuk menurunkan berat badan, dapat memberikan dampak positif bagi tubuh meski tidak bisa menggantikan pengobatan medis.
Melansir Eating Well, Kamis (9/7/2026), cuka apel dibuat melalui proses fermentasi apel. Setelah apel diperas, sari apel difermentasi menggunakan bakteri dan ragi hingga gula berubah menjadi alkohol, lalu menjadi cuka.
Cuka apel kaya akan flavonoid seperti asam galat, katekin, asam kafeat, dan asam ferulat. Senyawa inilah yang diyakini berperan dalam berbagai efek kesehatan.
Baca Juga: Kerap Dianggap Makanan Tinggi Kalori, Mi Ayam Tetap Bisa Dinikmati Secara Lebih Sehat: Ini Caranya
Beberapa efek positifnya seperti mengontrol gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, mendukung keseimbangan mikrobioma usus, dan membantu penyerapan nutrisi.
Yang paling dikenal adalah membantu menurunkan berat badan. Selain itu, cuka apel juga bisa menghambat bakteri dan jamur serta menjaga kesehatan jantung.
Namun, di balik manfaatnya, konsumsi cuka apel juga menyimpan risiko.
Berikut risiko cuka apel terutama jika dikonsumsi berlebihan atau tanpa pengawasan:
1. Risiko hipoglikemia
Pada penderita diabetes yang menjalani terapi insulin, konsumsi cuka apel berisiko memicu hipoglikemia atau gula darah terlalu rendah.



