Soal kasus mata terlihat ngantuk atau sayu belakangan jadi perbincangan setelah seorang komika mengangkatnya sebagai materi. Komika itu adalah Pandji Pragiwaksono. Terlepas dari itu, pertanyaannya, kenapa mata seseorang bisa terlihat sayu atau seperti ngantuk?
Melansir mayoclinic.org, Kamis (8/1/2026), secara umum mata yang terlihat sayu atau mata ngantuk biasanya terjadi karena kurang tidur atau kelelahan.
Dalam dunia medis, ada istilah dermatochalasis yakni kondisi berupa kulit kelopak mata yang kendur, berlebihan, dan melorot.
Sering ditemukan pada orang dewasa dan lansia, kondisi ini bukan disebabkan oleh lemahnya otot pengangkat mata (seperti pada ptosis), melainkan karena kulit kelopak mata kehilangan elastisitasnya.
Ada juga istilah myasthenia gravis yakni penyakit autoimun yang memengaruhi hubungan antara saraf dan otot.
Kondisi ini menyebabkan otot-otot yang dikendalikan secara sadar menjadi sangat lemah.
Mata mungkin terlihat normal di pagi hari, namun akan terlihat ngantuk atau sayu di sore atau malam hari setelah beraktivitas karena otot mulai kelelahan.
Penyebab ketiga adalah sindrom horner yakni sindrom neurologis langka yang memengaruhi mata dan area sekitarnya di satu sisi wajah.
Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan pada jalur saraf simpatik yang menjalar dari batang otak ke mata dan wajah.
Dan, penyebab terakhir adalah penyalahgunaan obat-obatan.
Zat-zat ini biasanya bekerja dengan menenangkan sistem saraf pusat atau membuat otot mata menjadi terlalu rileks.
Penyalahgunaan opioid menyebabkan kelopak mata terkulai, penampilan mengantuk, dan pupil yang sangat kecil, seperti "titik jarum" (miosis).
Konsumsi obat penenang seperti benzodiazepin juga bisa memperlemah aktivitas motorik yang membuat wajah dan mata tampak kuyu atau lemas.(lin)
Editor : Redaksi