sumutpos.jawapos.com - Siapa tidak suka daging ayam? Sepertinya hanya segelintir orang yang menepikannya. Ya, unggas itu bahkan sudah menjadi menu sehari-hari.
Namun, sebuah studi malah menemukan bahaya daging ayam jika dimakan secara rutin. Dan, banyak orang tak menyadarinya.
Melansir Eatingwell, Rabu (18/3/2026) penelitian yang dimuat di jurnal Nutrients justru menunjukkan bahwa konsumsi daging ayam lebih dari 300 gram per minggu bisa meningkatkan risiko kematian, terutama akibat kanker saluran pencernaan.
Namun, sebelum buru-buru menghapus ayam dari daftar belanja, penting untuk melihat konteksnya.
Studi ini memang menemukan korelasi antara konsumsi ayam dan risiko kanker, tetapi belum bisa menyimpulkan hubungan sebab-akibatnya secara pasti.
Ada banyak faktor yang tidak diteliti lebih dalam, seperti apakah ayam tersebut digoreng atau dibakar, apakah dikonsumsi dalam bentuk olahan seperti nugget atau sosis ayam, hingga bagaimana pola hidup secara keseluruhan.
Misalnya, mereka yang makan banyak ayam bisa saja lebih sering makan makanan cepat saji atau kurang olahraga.
Selain itu, cara memasak juga berpengaruh. Daging yang dimasak terlalu matang atau dibakar hingga gosong dapat menghasilkan senyawa berbahaya yang berkaitan dengan kanker.
Jadi, bukan cuma jenis makanannya, tapi juga cara mengolahnya yang perlu diperhatikan.
Penelitian ini bukan berarti Anda harus menghindari ayam sepenuhnya. Yang lebih penting adalah mengatur porsinya dan tidak mengandalkan satu jenis protein saja.
Yang jelas, dari studi itu, para peneliti mengamati lebih dari 4.000 peserta selama hampir dua dekade.
Mereka menganalisis pola makan, kesehatan umum, hingga riwayat kematian para partisipan.
Hasilnya? Mereka yang makan ayam paling banyak punya risiko 27 persen lebih tinggi untuk meninggal dibanding yang makan ayam kurang dari 100 gram per minggu.
Bahkan, untuk pria, angka itu bisa melonjak lebih dari dua kali lipat bila konsumsinya melebihi 300 gram ayam per minggu. (lin)
Editor : Redaksi