alexametrics
25 C
Medan
Sunday, August 14, 2022
spot_img

Cetak Generasi Muda Cerdas Iptek dan Imtaq

Wakil Wali Kota Resmikan Gedung Madrasah Diniyah Amaliyah

Setiap generasi muda wajib mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas. Hal itu sesuai dengan UUD 1945, atas dasar itulah Pemko Medan bersama Yayasan Madrasah Diniyah Amaliyah mendirikan saranan pendidikan agama Islam, sehingga generasi mendatang menjadi anak cerdas dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) serta beriman dan bertaqwa (Imtaq).

SEMATKAN: Wakil Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin MSi didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan dr Edwin Effendy MSc saat menyematkan syal dokter kecil. // humas pemko medan for sumutpos
SEMATKAN: Wakil Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin MSi didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan dr Edwin Effendy MSc saat menyematkan syal dokter kecil. // humas pemko medan for sumutpos

Wakil Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin MSi meresmikan pembangunan gedung Madrasah Diniyah Amaliyah di Komplek Citra Wisata Jalan Karya Wisata, Kelurahan Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor, Minggu (7/10).

Kehadiran madrasah yang persis bersebelahan dengan Masjid Amaliyah diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan berbasis agama Islam. Dengan demikian ke depannya Kota Medan memiliki generasi muda yang berdaya saing serta sarat akan prestasi di bidang akademik dan akhlak.
Eldin mengatakan, pendidikan merupakan bagian paling penting dalam pembentukan karakter generasi muda untuk mempersiapkan diri agar bisa berperan untuk kepentingan masyarakat banyak.

“Pembentukan karakter yang kuat inilah diharapkan ke depannya  menjadi modal  dalam membina mental dan spiritual masyarakat,” kata Eldin.
Tertanamnya karakter  para generasi muda sejak  dini, Eldin menyebutkan, berpengaruh pada derajat pemikiran yang berkembang pada masyarakat. Apabila generasi muda sudah banyak yang pintar, cerdas dan memiliki daya saing yang tinggi  tentunya  akan mendorong peradaban Kota Medan semakin meningkat lagi.

Dia menyebutkan, kepintaran, kecerdasan dan daya saing tinggi itu, harus diimbangi dengan kekuatan spiritual keagamaan, sehingga dapat mengendalikan diri dan memiliki akhlak mulia. Untuk itulah Pemko Medan bersama yayasan seperti Madrasah Diniyah Amaliyah mewujudkannya.
“Dengan pendidikan berbasis Agama Islam, kami harapkan Madrasah Diniyah Amaliyah  mampu memberikan pendidikan agama yang terbaik. Hasilnya, seluruh santri yang bersekolah di madrasah ini akan menjadi generasi  yang kuat, baik di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi maupun iman dan taqwa,” ucapnya.

Baca Juga :  Program Rahudman Dipuji

Eldin menyambut baik dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dibangunnya Madrasah Diniyah Amaliyah. Semoga kehadiran madrasah mampu mengembangkan potensi anak didiknya serta meningkatkan inovasi dalam dunia pendidikan, khususnya di Kota Medan.
Dia memaparkan, kini sedikit demi sedikit Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan terus berbenah diri dan mengusung visi pendidikan prima bagi masyarakat Kota Medan, agar terus maju dan lebih baik lagi pada masa yang akan datang.

“Kami komitmen melakukan pembenahan pendidikan, dan pemerataan di seluruh wilayah Kota Medan. Karena semua generasi muda wajib mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” katanya.

Peresmian gedung madrasah ini turut dihadiri Kepala Badan Lingkungan Hidup Ir Arief Trinugroho, Kadis Kesehatan dr Edwin Effendi, Ketua Ikatan Keluarga Muslim Citra Wisata H Jekti Wahono serta warga Komplek Citra Wisata. Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti yang dilakukan Wakil Wali Kota sekaligus pengguntingan pita.  Selain itu diisi juga dengan tausiah singkat dari Al Ustadz DR H Achmad Zuhri MA. (gus)

Baca Juga :  Bangun Kesehatan Untuk Kesejahteraan Rakyat

Cegah Dekadensi Moral

Ketua Madrasah Diniyah Amaliyah H Sofwan Tambunan SH menjelaskan,  pembangunan madrasah didasari atas adanya kerisauaan para orangtua terkait rawannya terjadi dekadensi moral. Untuk mengantisipasinya, anak-anak mulai sejak dini harus ditanamkan aqidah, iman dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

“Upaya untuk menanamkan aqidah, iman, dan ketaqwaan itu dengan memberikan ilmu tentang keagamaan sebanyak-banyaknya. Hal itu dilakukan dengan memberikan pengajaran melalui madrasah. Dengan demikian mereka akan menjadi generasi muda yang cerdas dan memiliki iman dan ketaqwaan,” jelas Sofwan.  Dia menyampaikan, ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini berkembang cukup pesat, bahkan menembus segala batas.

Kondisi tersebut mengharusnya penguatan dari sisi ketaqwaan, agar generasi muda ke depan pintar ilmu pengetahuan dan teknologi  serta keagamaan.
“Generasi muda harus dilandasi dengan keimanan dan ketaqwaan, agar generasi ke memiliki moral dan akhlak yang baik,” ujarnya.

Dia mengatakan, madrasah dibangun di atas lahan seluas 176 meter persegi, bentuknya berlantai dua dan memiliki 4 ruangan belajar, 2 unit toilet, 1 ruang guru dan taman bermain.  Biaya yang digunakan untuk pembangunannya sekitar Rp.475.940.000. Biaya itu berasal dari  bantuan warga Citra Wisata, hibah Pemko Medan, sumbangan perusahan maupun warga di luar Komplek Citra Wisata.

“Pembangunannya sekitar 6 bulan, dan sudah dimulai sejak 1 Oktober telah menerima murid baru yang diajar oleh tiga alumni IAIN Sumatera Utara,” katanya. (gus)

Wakil Wali Kota Resmikan Gedung Madrasah Diniyah Amaliyah

Setiap generasi muda wajib mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas. Hal itu sesuai dengan UUD 1945, atas dasar itulah Pemko Medan bersama Yayasan Madrasah Diniyah Amaliyah mendirikan saranan pendidikan agama Islam, sehingga generasi mendatang menjadi anak cerdas dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) serta beriman dan bertaqwa (Imtaq).

SEMATKAN: Wakil Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin MSi didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan dr Edwin Effendy MSc saat menyematkan syal dokter kecil. // humas pemko medan for sumutpos
SEMATKAN: Wakil Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin MSi didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan dr Edwin Effendy MSc saat menyematkan syal dokter kecil. // humas pemko medan for sumutpos

Wakil Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin MSi meresmikan pembangunan gedung Madrasah Diniyah Amaliyah di Komplek Citra Wisata Jalan Karya Wisata, Kelurahan Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor, Minggu (7/10).

Kehadiran madrasah yang persis bersebelahan dengan Masjid Amaliyah diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan berbasis agama Islam. Dengan demikian ke depannya Kota Medan memiliki generasi muda yang berdaya saing serta sarat akan prestasi di bidang akademik dan akhlak.
Eldin mengatakan, pendidikan merupakan bagian paling penting dalam pembentukan karakter generasi muda untuk mempersiapkan diri agar bisa berperan untuk kepentingan masyarakat banyak.

“Pembentukan karakter yang kuat inilah diharapkan ke depannya  menjadi modal  dalam membina mental dan spiritual masyarakat,” kata Eldin.
Tertanamnya karakter  para generasi muda sejak  dini, Eldin menyebutkan, berpengaruh pada derajat pemikiran yang berkembang pada masyarakat. Apabila generasi muda sudah banyak yang pintar, cerdas dan memiliki daya saing yang tinggi  tentunya  akan mendorong peradaban Kota Medan semakin meningkat lagi.

Dia menyebutkan, kepintaran, kecerdasan dan daya saing tinggi itu, harus diimbangi dengan kekuatan spiritual keagamaan, sehingga dapat mengendalikan diri dan memiliki akhlak mulia. Untuk itulah Pemko Medan bersama yayasan seperti Madrasah Diniyah Amaliyah mewujudkannya.
“Dengan pendidikan berbasis Agama Islam, kami harapkan Madrasah Diniyah Amaliyah  mampu memberikan pendidikan agama yang terbaik. Hasilnya, seluruh santri yang bersekolah di madrasah ini akan menjadi generasi  yang kuat, baik di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi maupun iman dan taqwa,” ucapnya.

Baca Juga :  Bangun Kesehatan Untuk Kesejahteraan Rakyat

Eldin menyambut baik dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dibangunnya Madrasah Diniyah Amaliyah. Semoga kehadiran madrasah mampu mengembangkan potensi anak didiknya serta meningkatkan inovasi dalam dunia pendidikan, khususnya di Kota Medan.
Dia memaparkan, kini sedikit demi sedikit Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan terus berbenah diri dan mengusung visi pendidikan prima bagi masyarakat Kota Medan, agar terus maju dan lebih baik lagi pada masa yang akan datang.

“Kami komitmen melakukan pembenahan pendidikan, dan pemerataan di seluruh wilayah Kota Medan. Karena semua generasi muda wajib mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” katanya.

Peresmian gedung madrasah ini turut dihadiri Kepala Badan Lingkungan Hidup Ir Arief Trinugroho, Kadis Kesehatan dr Edwin Effendi, Ketua Ikatan Keluarga Muslim Citra Wisata H Jekti Wahono serta warga Komplek Citra Wisata. Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti yang dilakukan Wakil Wali Kota sekaligus pengguntingan pita.  Selain itu diisi juga dengan tausiah singkat dari Al Ustadz DR H Achmad Zuhri MA. (gus)

Baca Juga :  Wali Kota Jadi Pembina Upacara di IPDN Jatinangor

Cegah Dekadensi Moral

Ketua Madrasah Diniyah Amaliyah H Sofwan Tambunan SH menjelaskan,  pembangunan madrasah didasari atas adanya kerisauaan para orangtua terkait rawannya terjadi dekadensi moral. Untuk mengantisipasinya, anak-anak mulai sejak dini harus ditanamkan aqidah, iman dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

“Upaya untuk menanamkan aqidah, iman, dan ketaqwaan itu dengan memberikan ilmu tentang keagamaan sebanyak-banyaknya. Hal itu dilakukan dengan memberikan pengajaran melalui madrasah. Dengan demikian mereka akan menjadi generasi muda yang cerdas dan memiliki iman dan ketaqwaan,” jelas Sofwan.  Dia menyampaikan, ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini berkembang cukup pesat, bahkan menembus segala batas.

Kondisi tersebut mengharusnya penguatan dari sisi ketaqwaan, agar generasi muda ke depan pintar ilmu pengetahuan dan teknologi  serta keagamaan.
“Generasi muda harus dilandasi dengan keimanan dan ketaqwaan, agar generasi ke memiliki moral dan akhlak yang baik,” ujarnya.

Dia mengatakan, madrasah dibangun di atas lahan seluas 176 meter persegi, bentuknya berlantai dua dan memiliki 4 ruangan belajar, 2 unit toilet, 1 ruang guru dan taman bermain.  Biaya yang digunakan untuk pembangunannya sekitar Rp.475.940.000. Biaya itu berasal dari  bantuan warga Citra Wisata, hibah Pemko Medan, sumbangan perusahan maupun warga di luar Komplek Citra Wisata.

“Pembangunannya sekitar 6 bulan, dan sudah dimulai sejak 1 Oktober telah menerima murid baru yang diajar oleh tiga alumni IAIN Sumatera Utara,” katanya. (gus)

spot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Dewi Perssik Takut Hamil

Depe-Diego Ecek-ecek

Artikel Terbaru

/