30 C
Medan
Tuesday, February 27, 2024
spot_img
spot_img

Dinas P3APMP2KB Medan Dampingi Siswa MAN I Korban Perundungan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menindaklanjuti arahan Wali Kota Medan Bobby Nasution, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (P3APMP2KB) memberikan pendampingan kepada MH (14), siswa MAN I Medan yang menjadi korban perundungan (bullying) di sekolahnya.

Kepala Dinas P3APMP2KB, Edliaty, menyebutkan pendampingan dilakukan selama empat hari, yakni mulai 27 – 30 November 2023, baik rumah maupun di sekolah korban.

“Sesuai instruksi Bapak Wali Kota Medan, Kita sudah melakukan pendampingan terhadap korban, baik di rumah maupun di sekolah. Seluruh biaya pendampingan, termasuk biaya pelayanan kesehatan ditanggung oleh Pemko Medan,” ucap Edliaty, Jumat (1/12/2023).

Dijelaskan Edliaty, pendampingan diawali dengan melakukan kunjungan ke kediaman Habib di kawasan Simpang Limun Medan, Senin (27/11/2023). Selain melihat kondisi korban, tim dari Dinas P3APMP2KB Medan juga ingin mengetahui secara rinci kronologis kejadian.

“Besoknya, Selasa 28 November, dilakukan konseling psikologis oleh psikolog dari UPT PPA Dinas P3APMP2KB Medan. Konseling dilakukan di rumah untuk menghilangkan trauma terhadap korban,” jelasnya.

Lalu pada 29 November, sambungnya, tim Dinas P3APMP2KB Medan melakukan pendampingan pelayanan kesehatan di Poliklinik anak dan Poli Bedah Plastik. Selain itu, juga dilakukan scanning kepala dan rontgen terhadap korban.

Kemudian pada hari Kamis, 30 November, Dinas P3APMP2KB Medan melakukan pendampingan pemeriksaan laboratorium.

“Di lab dilakukan pemeriksaaan urine, darah lengkap, hepatitis B, dan ureum kreatinin. Selain itu, korban juga melakukan CT Scan, rontgen, juga tindak debridement luka bakar di tangannya,” ungkapnya.

Disinggung soal proses hukum kasus perundungan ini, Edliaty mengatakan bahwa kasus ini tengah ditangani oleh unit PPA Polrestabes Medan.

“Kalau proses hukum saat ini ditangani oleh unit PPA Polrestabes Medan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Habib mengalami tindak kekerasan oleh teman dan alumni sekolahnya. Dia dipukuli dan dipaksa makan sandal dan meminum air yang telah diludahi. Tangannya juga disundut dengan menggunakan kunci yang telah dipanasi dengan api.

Hingga saat ini, Polrestabes Medan telah menetapkan empat orang tersangka atas kasus perundungan tersebut.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi II DPRD Kota Medan, T Edriansyah Rendy SH MKn, memberikan apresiasi kepada Dinas P3APMP2KB Kota Medan yang telah memberikan pendampingan kepada korban.

“Kita apresiasi pendampingan yang dilakukan Dinas P3APMP2KB Kota Medan. Sebab tentunya saat ini korban sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak, khususnya dalam bentuk pendampingan,” kata Rendy kepada Sumut Pos, Jumat (1/12).

Dikatakan politisi NasDem itu, rasa trauma pada korban dikhawatirkan akan terus membekas apabila korban tidak cepat didampingi dalam menyelesaikan masalah yang dialaminya.

“Dengan pendampingan, kita harapkan si korban yang masih berusia 14 tahun ini dapat segera pulih dari trauma yang dialaminya, sehingga si anak tersebut bisa kembali menjalani pendidikannya secara normal seperti anak-anak lainya,” tuturnya.

Rendy pun berharap agar setiap pihak, baik itu pihak sekolah maupun orangtua agar dapat lebih memperhatikan kegiatan setiap anak, baik di sekolah maupun di luar sekolah, agar terhindar dari kegiatan-kegiatan negatif. Sebab tindak kejahatan tersebut bukan hanya merugikan si korban, namun juga para pelakunya yang rata-rata masih dibawah umur.

“Ini soal masa depan anak bangsa, kita harus bersama-sama menjaga anak-anak ini. Kita juga berharap proses hukum bisa berjalan dengan cepat dan seadil-adilnya agar memberikan efek jera terhadap para pelaku,” pungkasnya.
(map/ram)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menindaklanjuti arahan Wali Kota Medan Bobby Nasution, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (P3APMP2KB) memberikan pendampingan kepada MH (14), siswa MAN I Medan yang menjadi korban perundungan (bullying) di sekolahnya.

Kepala Dinas P3APMP2KB, Edliaty, menyebutkan pendampingan dilakukan selama empat hari, yakni mulai 27 – 30 November 2023, baik rumah maupun di sekolah korban.

“Sesuai instruksi Bapak Wali Kota Medan, Kita sudah melakukan pendampingan terhadap korban, baik di rumah maupun di sekolah. Seluruh biaya pendampingan, termasuk biaya pelayanan kesehatan ditanggung oleh Pemko Medan,” ucap Edliaty, Jumat (1/12/2023).

Dijelaskan Edliaty, pendampingan diawali dengan melakukan kunjungan ke kediaman Habib di kawasan Simpang Limun Medan, Senin (27/11/2023). Selain melihat kondisi korban, tim dari Dinas P3APMP2KB Medan juga ingin mengetahui secara rinci kronologis kejadian.

“Besoknya, Selasa 28 November, dilakukan konseling psikologis oleh psikolog dari UPT PPA Dinas P3APMP2KB Medan. Konseling dilakukan di rumah untuk menghilangkan trauma terhadap korban,” jelasnya.

Lalu pada 29 November, sambungnya, tim Dinas P3APMP2KB Medan melakukan pendampingan pelayanan kesehatan di Poliklinik anak dan Poli Bedah Plastik. Selain itu, juga dilakukan scanning kepala dan rontgen terhadap korban.

Kemudian pada hari Kamis, 30 November, Dinas P3APMP2KB Medan melakukan pendampingan pemeriksaan laboratorium.

“Di lab dilakukan pemeriksaaan urine, darah lengkap, hepatitis B, dan ureum kreatinin. Selain itu, korban juga melakukan CT Scan, rontgen, juga tindak debridement luka bakar di tangannya,” ungkapnya.

Disinggung soal proses hukum kasus perundungan ini, Edliaty mengatakan bahwa kasus ini tengah ditangani oleh unit PPA Polrestabes Medan.

“Kalau proses hukum saat ini ditangani oleh unit PPA Polrestabes Medan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Habib mengalami tindak kekerasan oleh teman dan alumni sekolahnya. Dia dipukuli dan dipaksa makan sandal dan meminum air yang telah diludahi. Tangannya juga disundut dengan menggunakan kunci yang telah dipanasi dengan api.

Hingga saat ini, Polrestabes Medan telah menetapkan empat orang tersangka atas kasus perundungan tersebut.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi II DPRD Kota Medan, T Edriansyah Rendy SH MKn, memberikan apresiasi kepada Dinas P3APMP2KB Kota Medan yang telah memberikan pendampingan kepada korban.

“Kita apresiasi pendampingan yang dilakukan Dinas P3APMP2KB Kota Medan. Sebab tentunya saat ini korban sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak, khususnya dalam bentuk pendampingan,” kata Rendy kepada Sumut Pos, Jumat (1/12).

Dikatakan politisi NasDem itu, rasa trauma pada korban dikhawatirkan akan terus membekas apabila korban tidak cepat didampingi dalam menyelesaikan masalah yang dialaminya.

“Dengan pendampingan, kita harapkan si korban yang masih berusia 14 tahun ini dapat segera pulih dari trauma yang dialaminya, sehingga si anak tersebut bisa kembali menjalani pendidikannya secara normal seperti anak-anak lainya,” tuturnya.

Rendy pun berharap agar setiap pihak, baik itu pihak sekolah maupun orangtua agar dapat lebih memperhatikan kegiatan setiap anak, baik di sekolah maupun di luar sekolah, agar terhindar dari kegiatan-kegiatan negatif. Sebab tindak kejahatan tersebut bukan hanya merugikan si korban, namun juga para pelakunya yang rata-rata masih dibawah umur.

“Ini soal masa depan anak bangsa, kita harus bersama-sama menjaga anak-anak ini. Kita juga berharap proses hukum bisa berjalan dengan cepat dan seadil-adilnya agar memberikan efek jera terhadap para pelaku,” pungkasnya.
(map/ram)

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/