23.9 C
Medan
Thursday, February 22, 2024
spot_img
spot_img

Tak Maju di Pilkada 2020, Parpol Hargai Keputusan Eldin

Dzulmi Eldin, Walikota Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dzulmi Eldin membuat keputusan yang mengejutkan. Wali Kota Medan ini menyatakan tidak akan maju dalam Pilkada Medan 2020. Meski keputusan itu mengejutkan sejumlah partai politik, namun mereka menghargai atas keputusan Eldin tersebut.

Salah satu partai pendukung Eldin, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah mengetahui kabar tidak majunya kembali Eldin. “Iya, saya baru baca tadi beritanya di grup WA saya, udah banyak di-share juga tadi saya lihat. Katanya memang tidak bakal maju lagi,” ucap ketua DPC PKS Medan, Salman Alfarisi kepada Sumut Pos, Minggu (4/8).

Salman mengatakan cukup terkejut dengan kabar itu. Namun, dirinya menghormati sikap ataupun langkah yang diambil oleh Dzulmi Eldin dalam Pilkada tahun depan. “Agak terkejut juga, walaupun sebenarnya tak ada yang harus diherankan, itukan hak politik seseorang mau maju kembali ataupun tidak. Makanya, tentu kita harus menghormati sikap beliau itu. Intinya, PKS selalu menghormati hak politik orang lain, termasuk Eldin. Baik itu memutuskan untuk maju kembali ataupun tidak, semua keputusan yang akan kami hormati,” ujar Salman.

Namun, apapun itu keputusan Dzulmi Eldin, lanjut Salman, semoga akan menjadi yang terbaik untuk Kota Medan maupun untuk Dzulmi Eldin secara pribadi. “Tentu beliau punya penilaian sendiri, apa yang terbaik untuk dirinya maupun untuk Kota Medan. Kalau itu yang dinilainya sebagai langkah yang terbaik, ya kita akan doakan agar yang terbaik untuk Kota Medan,” harap Dilanjutkan Salman.

Lain halnya dengan Partai Gerinda yang mencurigai pernyataan Eldin sebagai strategi politik. Partai Gerindra tidak mau percaya begitu saja atas pernyataan Eldin. “Saya sudah dengar kabar itu, tapi persoalannya kami tidak langsung percaya begitu saja. Jujur saja, tiba-tiba dia (Eldin) ngomong gitu, kan curiga kita, ada apa makanya dia tak mau maju lagi?” kata Ketua DPC Gerindra Medan, Bobby Zulkarnain kepada Sumut Pos, Minggu (4/8).

Sebab, kata Bobby, hingga saat ini pihaknya tidak menemukan alasan yang rasional untuk Eldin memutuskan tidak mau mencalonkan pada Pilkada tahun depan. “Secara matematik politik, dia itu petahana, ada banyak keuntungan yang dia dapatkan apabila memutuskan untuk maju kembali. Selain itu, secara undang-undang dia juga berhak untuk maju kembali. Jadi heran juga kita kalau dia tidak maju lagi,” jelas Bobby.

Bobby mengaku, pihaknya justru menaruh curiga atas pernyataan Eldin tersebut. “Jujur kita curiga ini strategi politik. Ya kita lihat lah, asal jangan ternyata bagian dari strategi saja. Ujung-ujungnya rupanya maju lagi, dengan alasan masyarakat Kota Medan masih menginginkan dirinya untuk maju lagi, kan bisa saja. Politik itu kan dinamis, apapun bisa saja terjadi,” kata Bobby.

Pun begitu, lanjut Bobby, pihaknya tidak menaruh khawatir atas maju atau tidaknya kembali Dzulmi Eldin dalam Pilkada Kota Medan 2020. Justru dia berharap, agar di sisa masa jabatan Eldin yang tinggal satu tahun ke depan, agar dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan kinerjanya.

“Intinya, kalaupun Eldin maju kembali ataupun tidak, itu bukan masalah buat Gerindra. Saya pribadi menilai walaupun petahana, Eldin bukan lah lawan yang berat buat pesaingnya. Makanya, dalam sisa waktu masa jabatannya di periode ini yang hanya sekitar satu tahun lagi, Eldin harus berbenah,” ujar Bobby.

Ketua DPW Partai Nasdem Sumut, Iskandar menghargai keputusan Dzulmi Eldin. Menurutnya, yang menjadi alasan Dzulmi Eldin tidak maju karena ingin ada regenerasi kepemimpinan. “Ini kan masih panjang prosesnya, politik dinamis. Kalau pada perjalanannya tokoh muda yang dimaksud itu tidak ditemukan, tentu Nasdem berharap beliau tetap bersedia maju,” katanya, ketika dikonfirmasi, Minggu (4/8).

Misalnya, lanjut Iskandar, ada tokoh muda, potensial untuk bisa diusung. “Tapi partai koalisi tidak mau, atau sosoknya sendiri tidak mau, kan susah. Kalau pada perjalanannya tidak ditemukan tokoh itu, kami berharap Pak Eldin bersedia maju (berubah pikiran),” kata Iskandar.

Iskandar menilai, Medan di bawah kepemimpinan Dzulmi cukup baik. Hal itu dapat dilihat dari penataan kota seperti perbaikan trotoar/pedestrian, penataan reklame, jalan-jalan sudah mulai bagus. “Kelemahan Pak Eldin, dia itu bekerja dalam senyap, tidak terlalu banyak publikasi, jadi banyak hal yang tidak tersampaikan ke masyarakat,” ungkapnya.

Selain Dzulmi Eldin, ia melihat ada beberapa tokoh lain dari kalangan internal maupun eksternal yang masuk radar Partai Nasdem untuk bisa diusung pada Pilkada Medan 2020. Antara lain, Bakhtiar Ahmad Sibarani yang menjabat Bupati Tapteng, ada Afif Abdillah (anak dari mantan Wali Kota Medan Abdillah), dan menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution. “Dari ekternal ada Bobby Nasution, menantu Pak Jokowi. Tapi itu semua masih sangat cair, karena Nasdem hanya punya 4 kursi di DPRD Medan. Masih butuh 6 kursi tambahan untuk bisa mengusung pasangan calon,” paparnya.

Sementara, PDIP belum mengetahui perihal sikap Eldin yang tidak mau maju kembali pada Pilwako Medan 2020.”Saya belum tahu kabar itu, ini lah baru tahu karena dikabarin Sumut Pos, ya terkejut juga saya,” aku Ketua DPC PDIP Medan, Hasyim SE kepada Sumut Pos, Minggu (4/8).

Namun begitu, lanjut Hasyim, pihaknya menyebutkan bahwa bila kabar itu benar adanya, maka hal itu merupakan hak politik Dzulmi Eldin yang harus dihormati oleh setiap pihak.

“Kalau itu benar, kami dari PDIP pastinya akan menghormati sikap yang diambil oleh beliau. Mungkin beliau merasa sudah cukup dalam memimpin Kota Medan dan berbuat untuk Kota Medan kan tidak harus jadi Wali Kota,” ujar Hasyim.

Begitu juga Ketua DPD PDIP Sumut, Japorman Saragih, mengaku belum mendengar secara langsung keputusan Dzulmi Eldin yang tidak akan maju di Pilkada Medan 2020. Sebagai salah satu partai pengusung pasangan Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution pada Pilkada Medan 2015.

Ia menyebut merasa memiliki tanggung jawab. Sehingga, partai yang dipimpinnya merasa perlu mendengarkan langsung keputusan itu dari orang yang bersangkutan. “Tentu, nanti akan kita panggil dia, untuk berkomunikasi mengenai keputusan tersebut,” katanya ketika dikonfirmasi, Minggu (4/8).

Apapun keputusan Dzulmi Eldin, Japorman tentu akan menghargainya. Sebab, itu merupakan hal politik pribadi seseorang. Namun, ia menduga usia menjadi salah satu alasan keputusan itu diambil. “Mungkin karena usia, bisa saja. Di usia saat ini beliau mau istirahat. Pasti keputusan itu diambil berdasarkan pertimbangan yang matang,” kata dia.

Mantan Wakil Ketua DPRD Sumut ini menyebut, partainya membuka peluang terhadap sejumlah nama atau bakal calon (Balon) wali kota yang telah bermunculan. “Tentu kader prioritas, tapi dengan siapapun kami terbuka, khususnya nama-nama yang sudah bermunculan,” ujar Japorman.

Wakil Ketua DPD Golkar Sumut, Iswanda Ramli buka suara mengenai keputusan Dzulmi Eldin yang tidak maju di Pilkada 2020, meski berstatus petahana dan elektabilitasnya masih tertinggi dari para bakal calon. Ia pun menghargai keputusan tersebut, dan mendoakan yang terbaik untuk Dzulmi Eldin di masa yang akan datang.

Dengan tidak majunya petahana, kata Iswanda Ramli, maka peluang wajah-wajah baru muncul semakin besar. “Saatnya anak-anak muda tampil menjadi calon pemimpin,” ujarnya, ketika dihubungi, Minggu (4/8).

Wakil Ketua DPRD Medan ini menyakini Dzulmi Eldin akan tetap bekerja keras di sisa masa jabatanya meski tidak maju di Pilkada Medan.”Masa jabatan beliau sampai Februari 2021, masih banyak waktu untuk bekerja memperbaiki wajah Kota Medan ke depannya,” ujarnya.

Sekretaris DPD Golkar Sumut, Riza Fakhrumi, menyebutkan bahwa dirinya juga belum mengetahui kabar tersebut. Namun, bilapun kabar itu benar adanya, maka pihaknya tidak akan ambil pusing terkait hal itu. “Ya sudah lah, biar saja, itu kan haknya dia (Dzulmi). Kalau memang tidak mau maju lagi di Pilkada ya sudah, gak ada masalah itu. Apalagi sama Golkar, itu gak jadi masalah,” kata Riza.

Dikatakan Riza, Golkar tidak akan ambil pusing dengan keputusan Eldin yang tidak mau maju kembali. “Karena apa? Seandainya pun Eldin maju kembali, belum tentu juga Golkar akan mengusung ataupun mendukung Eldin untuk Pilkada tahun depan. Jadi itu bukan masalah,” kata Riza.

Diketahui, Dzulmi Eldin membuat keputusan yang mengejutkan. Wali Kota Medan ini menyatakan tidak akan maju dalam Pilkada Medan 2020. Padahal, elektabilitasnya paling tinggi di antaranya para bakal calon wali kota yang sudah menyatakan diri siap maju.

“Saya sudah berketetapan hati untuk tidak (maju pilkada). Cukuplah,” kata Eldin kepada saat menghadiri Festival Pesona Lokal yang digelar Adira Finance, di Lapangan Merdeka, Medan, Sabtu (3/8).

Eldin mendorong para generasi muda untuk maju Pilkada Medan. Tentu dengan harapan Kota Medan bisa jauh lebih baik lagi ke depannya.”Kita dorong anak-anak muda, generasi muda kita. Harapan kita lebih baik lagi, tentunya kalau yang mau maju lagi, ini, pilkada ini, tentunya bagi generasi muda, orang-orang yang bisa berbuat lebih dari saya, tentunya itu yang saya harapkan yang bisa menjadikan perubahan-perubahan fundamental di Kota Medan ini,” paparnya. (map/mbc)

Dzulmi Eldin, Walikota Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dzulmi Eldin membuat keputusan yang mengejutkan. Wali Kota Medan ini menyatakan tidak akan maju dalam Pilkada Medan 2020. Meski keputusan itu mengejutkan sejumlah partai politik, namun mereka menghargai atas keputusan Eldin tersebut.

Salah satu partai pendukung Eldin, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah mengetahui kabar tidak majunya kembali Eldin. “Iya, saya baru baca tadi beritanya di grup WA saya, udah banyak di-share juga tadi saya lihat. Katanya memang tidak bakal maju lagi,” ucap ketua DPC PKS Medan, Salman Alfarisi kepada Sumut Pos, Minggu (4/8).

Salman mengatakan cukup terkejut dengan kabar itu. Namun, dirinya menghormati sikap ataupun langkah yang diambil oleh Dzulmi Eldin dalam Pilkada tahun depan. “Agak terkejut juga, walaupun sebenarnya tak ada yang harus diherankan, itukan hak politik seseorang mau maju kembali ataupun tidak. Makanya, tentu kita harus menghormati sikap beliau itu. Intinya, PKS selalu menghormati hak politik orang lain, termasuk Eldin. Baik itu memutuskan untuk maju kembali ataupun tidak, semua keputusan yang akan kami hormati,” ujar Salman.

Namun, apapun itu keputusan Dzulmi Eldin, lanjut Salman, semoga akan menjadi yang terbaik untuk Kota Medan maupun untuk Dzulmi Eldin secara pribadi. “Tentu beliau punya penilaian sendiri, apa yang terbaik untuk dirinya maupun untuk Kota Medan. Kalau itu yang dinilainya sebagai langkah yang terbaik, ya kita akan doakan agar yang terbaik untuk Kota Medan,” harap Dilanjutkan Salman.

Lain halnya dengan Partai Gerinda yang mencurigai pernyataan Eldin sebagai strategi politik. Partai Gerindra tidak mau percaya begitu saja atas pernyataan Eldin. “Saya sudah dengar kabar itu, tapi persoalannya kami tidak langsung percaya begitu saja. Jujur saja, tiba-tiba dia (Eldin) ngomong gitu, kan curiga kita, ada apa makanya dia tak mau maju lagi?” kata Ketua DPC Gerindra Medan, Bobby Zulkarnain kepada Sumut Pos, Minggu (4/8).

Sebab, kata Bobby, hingga saat ini pihaknya tidak menemukan alasan yang rasional untuk Eldin memutuskan tidak mau mencalonkan pada Pilkada tahun depan. “Secara matematik politik, dia itu petahana, ada banyak keuntungan yang dia dapatkan apabila memutuskan untuk maju kembali. Selain itu, secara undang-undang dia juga berhak untuk maju kembali. Jadi heran juga kita kalau dia tidak maju lagi,” jelas Bobby.

Bobby mengaku, pihaknya justru menaruh curiga atas pernyataan Eldin tersebut. “Jujur kita curiga ini strategi politik. Ya kita lihat lah, asal jangan ternyata bagian dari strategi saja. Ujung-ujungnya rupanya maju lagi, dengan alasan masyarakat Kota Medan masih menginginkan dirinya untuk maju lagi, kan bisa saja. Politik itu kan dinamis, apapun bisa saja terjadi,” kata Bobby.

Pun begitu, lanjut Bobby, pihaknya tidak menaruh khawatir atas maju atau tidaknya kembali Dzulmi Eldin dalam Pilkada Kota Medan 2020. Justru dia berharap, agar di sisa masa jabatan Eldin yang tinggal satu tahun ke depan, agar dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan kinerjanya.

“Intinya, kalaupun Eldin maju kembali ataupun tidak, itu bukan masalah buat Gerindra. Saya pribadi menilai walaupun petahana, Eldin bukan lah lawan yang berat buat pesaingnya. Makanya, dalam sisa waktu masa jabatannya di periode ini yang hanya sekitar satu tahun lagi, Eldin harus berbenah,” ujar Bobby.

Ketua DPW Partai Nasdem Sumut, Iskandar menghargai keputusan Dzulmi Eldin. Menurutnya, yang menjadi alasan Dzulmi Eldin tidak maju karena ingin ada regenerasi kepemimpinan. “Ini kan masih panjang prosesnya, politik dinamis. Kalau pada perjalanannya tokoh muda yang dimaksud itu tidak ditemukan, tentu Nasdem berharap beliau tetap bersedia maju,” katanya, ketika dikonfirmasi, Minggu (4/8).

Misalnya, lanjut Iskandar, ada tokoh muda, potensial untuk bisa diusung. “Tapi partai koalisi tidak mau, atau sosoknya sendiri tidak mau, kan susah. Kalau pada perjalanannya tidak ditemukan tokoh itu, kami berharap Pak Eldin bersedia maju (berubah pikiran),” kata Iskandar.

Iskandar menilai, Medan di bawah kepemimpinan Dzulmi cukup baik. Hal itu dapat dilihat dari penataan kota seperti perbaikan trotoar/pedestrian, penataan reklame, jalan-jalan sudah mulai bagus. “Kelemahan Pak Eldin, dia itu bekerja dalam senyap, tidak terlalu banyak publikasi, jadi banyak hal yang tidak tersampaikan ke masyarakat,” ungkapnya.

Selain Dzulmi Eldin, ia melihat ada beberapa tokoh lain dari kalangan internal maupun eksternal yang masuk radar Partai Nasdem untuk bisa diusung pada Pilkada Medan 2020. Antara lain, Bakhtiar Ahmad Sibarani yang menjabat Bupati Tapteng, ada Afif Abdillah (anak dari mantan Wali Kota Medan Abdillah), dan menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution. “Dari ekternal ada Bobby Nasution, menantu Pak Jokowi. Tapi itu semua masih sangat cair, karena Nasdem hanya punya 4 kursi di DPRD Medan. Masih butuh 6 kursi tambahan untuk bisa mengusung pasangan calon,” paparnya.

Sementara, PDIP belum mengetahui perihal sikap Eldin yang tidak mau maju kembali pada Pilwako Medan 2020.”Saya belum tahu kabar itu, ini lah baru tahu karena dikabarin Sumut Pos, ya terkejut juga saya,” aku Ketua DPC PDIP Medan, Hasyim SE kepada Sumut Pos, Minggu (4/8).

Namun begitu, lanjut Hasyim, pihaknya menyebutkan bahwa bila kabar itu benar adanya, maka hal itu merupakan hak politik Dzulmi Eldin yang harus dihormati oleh setiap pihak.

“Kalau itu benar, kami dari PDIP pastinya akan menghormati sikap yang diambil oleh beliau. Mungkin beliau merasa sudah cukup dalam memimpin Kota Medan dan berbuat untuk Kota Medan kan tidak harus jadi Wali Kota,” ujar Hasyim.

Begitu juga Ketua DPD PDIP Sumut, Japorman Saragih, mengaku belum mendengar secara langsung keputusan Dzulmi Eldin yang tidak akan maju di Pilkada Medan 2020. Sebagai salah satu partai pengusung pasangan Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution pada Pilkada Medan 2015.

Ia menyebut merasa memiliki tanggung jawab. Sehingga, partai yang dipimpinnya merasa perlu mendengarkan langsung keputusan itu dari orang yang bersangkutan. “Tentu, nanti akan kita panggil dia, untuk berkomunikasi mengenai keputusan tersebut,” katanya ketika dikonfirmasi, Minggu (4/8).

Apapun keputusan Dzulmi Eldin, Japorman tentu akan menghargainya. Sebab, itu merupakan hal politik pribadi seseorang. Namun, ia menduga usia menjadi salah satu alasan keputusan itu diambil. “Mungkin karena usia, bisa saja. Di usia saat ini beliau mau istirahat. Pasti keputusan itu diambil berdasarkan pertimbangan yang matang,” kata dia.

Mantan Wakil Ketua DPRD Sumut ini menyebut, partainya membuka peluang terhadap sejumlah nama atau bakal calon (Balon) wali kota yang telah bermunculan. “Tentu kader prioritas, tapi dengan siapapun kami terbuka, khususnya nama-nama yang sudah bermunculan,” ujar Japorman.

Wakil Ketua DPD Golkar Sumut, Iswanda Ramli buka suara mengenai keputusan Dzulmi Eldin yang tidak maju di Pilkada 2020, meski berstatus petahana dan elektabilitasnya masih tertinggi dari para bakal calon. Ia pun menghargai keputusan tersebut, dan mendoakan yang terbaik untuk Dzulmi Eldin di masa yang akan datang.

Dengan tidak majunya petahana, kata Iswanda Ramli, maka peluang wajah-wajah baru muncul semakin besar. “Saatnya anak-anak muda tampil menjadi calon pemimpin,” ujarnya, ketika dihubungi, Minggu (4/8).

Wakil Ketua DPRD Medan ini menyakini Dzulmi Eldin akan tetap bekerja keras di sisa masa jabatanya meski tidak maju di Pilkada Medan.”Masa jabatan beliau sampai Februari 2021, masih banyak waktu untuk bekerja memperbaiki wajah Kota Medan ke depannya,” ujarnya.

Sekretaris DPD Golkar Sumut, Riza Fakhrumi, menyebutkan bahwa dirinya juga belum mengetahui kabar tersebut. Namun, bilapun kabar itu benar adanya, maka pihaknya tidak akan ambil pusing terkait hal itu. “Ya sudah lah, biar saja, itu kan haknya dia (Dzulmi). Kalau memang tidak mau maju lagi di Pilkada ya sudah, gak ada masalah itu. Apalagi sama Golkar, itu gak jadi masalah,” kata Riza.

Dikatakan Riza, Golkar tidak akan ambil pusing dengan keputusan Eldin yang tidak mau maju kembali. “Karena apa? Seandainya pun Eldin maju kembali, belum tentu juga Golkar akan mengusung ataupun mendukung Eldin untuk Pilkada tahun depan. Jadi itu bukan masalah,” kata Riza.

Diketahui, Dzulmi Eldin membuat keputusan yang mengejutkan. Wali Kota Medan ini menyatakan tidak akan maju dalam Pilkada Medan 2020. Padahal, elektabilitasnya paling tinggi di antaranya para bakal calon wali kota yang sudah menyatakan diri siap maju.

“Saya sudah berketetapan hati untuk tidak (maju pilkada). Cukuplah,” kata Eldin kepada saat menghadiri Festival Pesona Lokal yang digelar Adira Finance, di Lapangan Merdeka, Medan, Sabtu (3/8).

Eldin mendorong para generasi muda untuk maju Pilkada Medan. Tentu dengan harapan Kota Medan bisa jauh lebih baik lagi ke depannya.”Kita dorong anak-anak muda, generasi muda kita. Harapan kita lebih baik lagi, tentunya kalau yang mau maju lagi, ini, pilkada ini, tentunya bagi generasi muda, orang-orang yang bisa berbuat lebih dari saya, tentunya itu yang saya harapkan yang bisa menjadikan perubahan-perubahan fundamental di Kota Medan ini,” paparnya. (map/mbc)

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/