30 C
Medan
Wednesday, February 28, 2024
spot_img
spot_img

Gelar Mimbar Demokrasi di Makam Pahlawan, FDSU Singgung Politik Dinasti

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan massa mengatasnamakan Front Demokrasi Sumatera Utara (FDSU) menggelar mimbar demokrasi di Makam Pahlawan, di Jalan Sisingamaraja, Medan, Kamis (7/12/2023). Dalam mimbar bebas itu, massa menyingung politik dinasti dan bangkitnya orde baru.

“Demokrasi itu seharusnya taat pada konstitusi. Tapi hari ini atas nama kekuasaan, demokrasi telah dirusak oleh sekelompok elit-elit kekuasaan di negara ini. Politik dinasti harus kita tolak. Politik dinasti mematikan semangat orang-orang muda,” ucap Koordinator FDSU, Jhonny Sitompul dalam orasinya politiknya.

Kemudian, perwakilan tokoh pers Sumut, Idris Pasaribu yang turut memberikan orasi bebasnya, mengajak seluruh massa aksi untuk mengawal demokrasi.

“Suara demokrasi adalah suara rakyat. Saya hanya minta hidupkan demokrasi di tengah-tengah rakyat,” ucapnya.

Sementara, Jhonny Sitompul yang diwawancarai mengaku tujuan mimbar demokrasi ini dilaksanakan, yakni menyuarakan suara-suara demokrasi yang mulai tersandera.

“Demokrasi hari ini tidak berpihak lagi kepada rakyat. Ini bentuk-bentuk pengkhianatan terhadap pancasila dan pengkhianatan terhadap nilai-nilai reformasi,” tegasnya.

Iapun mengajak masyarakat Sumatera Utara, untuk tidak takut menyuarakan demokrasi. Selain itu, Jhonny juga menyinggung kontestasi pemilu, yang menurutnya diduga sarat akan kecurangan.

“Jadi pemilu sekarang kita indikasikasikan adanya kecurangan-kecurangan dari tingkatan MK pada waktu itu ada sistem yang sudah mereka persiapkan. Maka hari ini, ada kekuatan orde baru dan kami menyatakan sikap ini sebagai kemunduran demokrasi,” katanya.

Jhonny berharap, mengajak kalangan masyarakat dari berbagai generasi dan latar belakang ekonomi untuk bersama-sama mengawal demokrasi. “Kita harus melawan pembungkaman demokrasi,” pungkasnya.

Amatan wartawan, puluhan massa yang mayoritas Gen-Z ini, tampak membentangkan poster dan spanduk dengan berbagai tulisan kekecewaan. Usai menyampaikan mimbar bebas, massa yang dikawal petugas kepolisian itu akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (man/ram)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan massa mengatasnamakan Front Demokrasi Sumatera Utara (FDSU) menggelar mimbar demokrasi di Makam Pahlawan, di Jalan Sisingamaraja, Medan, Kamis (7/12/2023). Dalam mimbar bebas itu, massa menyingung politik dinasti dan bangkitnya orde baru.

“Demokrasi itu seharusnya taat pada konstitusi. Tapi hari ini atas nama kekuasaan, demokrasi telah dirusak oleh sekelompok elit-elit kekuasaan di negara ini. Politik dinasti harus kita tolak. Politik dinasti mematikan semangat orang-orang muda,” ucap Koordinator FDSU, Jhonny Sitompul dalam orasinya politiknya.

Kemudian, perwakilan tokoh pers Sumut, Idris Pasaribu yang turut memberikan orasi bebasnya, mengajak seluruh massa aksi untuk mengawal demokrasi.

“Suara demokrasi adalah suara rakyat. Saya hanya minta hidupkan demokrasi di tengah-tengah rakyat,” ucapnya.

Sementara, Jhonny Sitompul yang diwawancarai mengaku tujuan mimbar demokrasi ini dilaksanakan, yakni menyuarakan suara-suara demokrasi yang mulai tersandera.

“Demokrasi hari ini tidak berpihak lagi kepada rakyat. Ini bentuk-bentuk pengkhianatan terhadap pancasila dan pengkhianatan terhadap nilai-nilai reformasi,” tegasnya.

Iapun mengajak masyarakat Sumatera Utara, untuk tidak takut menyuarakan demokrasi. Selain itu, Jhonny juga menyinggung kontestasi pemilu, yang menurutnya diduga sarat akan kecurangan.

“Jadi pemilu sekarang kita indikasikasikan adanya kecurangan-kecurangan dari tingkatan MK pada waktu itu ada sistem yang sudah mereka persiapkan. Maka hari ini, ada kekuatan orde baru dan kami menyatakan sikap ini sebagai kemunduran demokrasi,” katanya.

Jhonny berharap, mengajak kalangan masyarakat dari berbagai generasi dan latar belakang ekonomi untuk bersama-sama mengawal demokrasi. “Kita harus melawan pembungkaman demokrasi,” pungkasnya.

Amatan wartawan, puluhan massa yang mayoritas Gen-Z ini, tampak membentangkan poster dan spanduk dengan berbagai tulisan kekecewaan. Usai menyampaikan mimbar bebas, massa yang dikawal petugas kepolisian itu akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (man/ram)

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/