30 C
Medan
Wednesday, February 28, 2024
spot_img
spot_img

Kawal Pemilu 2024, Dedi Iskandar Batubara Ajak Rakyat Jadi Pemilih Proaktif

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemilu 2024, rakyat Indonesia untuk bersama mengawal proses demokrasi dengan proaktif hingga nanti hari pencoblosan, pada 14 Februari 2024 mendatang. Karena, bertujuan untuk menciptakan Pemilu berkualitas, jujur dan adil.

Hal itu, disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumatera Utara Ust Dr Dedi Iskandar Batubara, di Kota Medan, Kamis (7/12). Ia mengajak juga mahasiswa untuk kritis mengawal demokrasi di tanah air ini.

“Tentu sebagai mahasiswa yang punya pemikiran kritis, wajar jika mereka melihat dan menganalisis hal yang tidak sepantasnya terjadi di negeri yang sudah menjalankan proses demokrasi sejak mulainya era reformasi di tahun 1998 lalu,” jelas Dedi Iskandar Batubara.

Anggota DPD RI Komite III ini, menjelaskan bahwa polemik soal wacana mundurnya nilai demokrasi di Indonesia mungkin karena beberapa sebab. Namun jangan sampai membawa rakyat menjadi apatis atau tidak percaya dengan proses demokrasi yang sedang berlangsung saat ini, yaitu Pemilu. Terutama pada saat pemungutan suara, masyarakat yang punya hak pilih, perlu tetap mengawalnya, hingga apa yang dikhawatirkan tidak terjadi.

“Kontestasi politik itu juga bagian dari proses demokrasi. Karenanya, seluruh rakyat, khususnya mahasiswa yang akhir-akhir ini menyuarakan penegakan demokrasi dan sebagainya, tidak terlena dalam ruang-ruang mimbar bebas atau diskursus semata. Melainkan perlu langkah tegas,” kata Ketua PW Al-Washliyah Sumatera Utara ini.

Untuk itu lanjut Dedi Iskandar Batubara, langkah nyata dari perjuangan ini adalah meyakinkan masyarakat bahwa proses demokrasi berjalan sebagaimana idealnya. Misalnya, dengan menolak politik uang, agar yang duduk menjadi wakil rakyat benar-benar orang yang mampu, mumpuni dan memperjuangkan aspirasi rakyat.

“Dari momentum ini sebenarnya, masyarakat bisa mengubah secara massif, pilihan-pilihan politiknya. Dari yang tadinya masih mengedepankan istilah ‘wani piro’ (berani bayar berapa) untuk suara pemilih, menjadi semacam kontrak politik, dimana jika duduk di legislatif akan bekerja sungguh-sungguh demi kepentingan masyarakat. Dan proaktif mengawal suara agar tidak dicurangi,” jelas Dedi Iskandar Batubara.

Hal senada disampaikan oleh Sekretaris PW Al-Washliyah Sumut H Alim Nur Nasution mengimbau kepada seluruh rakyat, di era teknologi informasi sekarang ini, untuk memanfaatkan media sosial dalam mengawal pelaksanaan pesta demokrasi Pemilu 2024.

“Saya kira hampir semua orang, khusunya anak-anak muda yang punya hak pilih, punya akun media sosial, bahkan sebagai konten kreator. Ayo kita kawal suara, dengan memposting secara real time, hasil Pemilu 2024 di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Kalau yang dikhawatirkan masyarakat adalah kecurangan Pemilu, maka jawabannya adalah mengawal suara itu,” kata Alim Nur.

Alim Nur menyebutkan, seharusnya di era teknologi yang memudahkan siapa saja mengunggah data bahkan siaran langsung kondisi terkini, akan bisa menutup keran bagi siapa yang mencoba curang atau mengotak atik perolehan suara Pemilu.

“Apalagi anak-anak muda dan mahasiswa. Saatnya melek politik. Jika ingin bangsa ini maju demokrasinya, kita harus kawal agar berjalan sesuai harapan, yaitu Pemilu yang jujur dan adil,” pungkasnya.(gus)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemilu 2024, rakyat Indonesia untuk bersama mengawal proses demokrasi dengan proaktif hingga nanti hari pencoblosan, pada 14 Februari 2024 mendatang. Karena, bertujuan untuk menciptakan Pemilu berkualitas, jujur dan adil.

Hal itu, disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumatera Utara Ust Dr Dedi Iskandar Batubara, di Kota Medan, Kamis (7/12). Ia mengajak juga mahasiswa untuk kritis mengawal demokrasi di tanah air ini.

“Tentu sebagai mahasiswa yang punya pemikiran kritis, wajar jika mereka melihat dan menganalisis hal yang tidak sepantasnya terjadi di negeri yang sudah menjalankan proses demokrasi sejak mulainya era reformasi di tahun 1998 lalu,” jelas Dedi Iskandar Batubara.

Anggota DPD RI Komite III ini, menjelaskan bahwa polemik soal wacana mundurnya nilai demokrasi di Indonesia mungkin karena beberapa sebab. Namun jangan sampai membawa rakyat menjadi apatis atau tidak percaya dengan proses demokrasi yang sedang berlangsung saat ini, yaitu Pemilu. Terutama pada saat pemungutan suara, masyarakat yang punya hak pilih, perlu tetap mengawalnya, hingga apa yang dikhawatirkan tidak terjadi.

“Kontestasi politik itu juga bagian dari proses demokrasi. Karenanya, seluruh rakyat, khususnya mahasiswa yang akhir-akhir ini menyuarakan penegakan demokrasi dan sebagainya, tidak terlena dalam ruang-ruang mimbar bebas atau diskursus semata. Melainkan perlu langkah tegas,” kata Ketua PW Al-Washliyah Sumatera Utara ini.

Untuk itu lanjut Dedi Iskandar Batubara, langkah nyata dari perjuangan ini adalah meyakinkan masyarakat bahwa proses demokrasi berjalan sebagaimana idealnya. Misalnya, dengan menolak politik uang, agar yang duduk menjadi wakil rakyat benar-benar orang yang mampu, mumpuni dan memperjuangkan aspirasi rakyat.

“Dari momentum ini sebenarnya, masyarakat bisa mengubah secara massif, pilihan-pilihan politiknya. Dari yang tadinya masih mengedepankan istilah ‘wani piro’ (berani bayar berapa) untuk suara pemilih, menjadi semacam kontrak politik, dimana jika duduk di legislatif akan bekerja sungguh-sungguh demi kepentingan masyarakat. Dan proaktif mengawal suara agar tidak dicurangi,” jelas Dedi Iskandar Batubara.

Hal senada disampaikan oleh Sekretaris PW Al-Washliyah Sumut H Alim Nur Nasution mengimbau kepada seluruh rakyat, di era teknologi informasi sekarang ini, untuk memanfaatkan media sosial dalam mengawal pelaksanaan pesta demokrasi Pemilu 2024.

“Saya kira hampir semua orang, khusunya anak-anak muda yang punya hak pilih, punya akun media sosial, bahkan sebagai konten kreator. Ayo kita kawal suara, dengan memposting secara real time, hasil Pemilu 2024 di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Kalau yang dikhawatirkan masyarakat adalah kecurangan Pemilu, maka jawabannya adalah mengawal suara itu,” kata Alim Nur.

Alim Nur menyebutkan, seharusnya di era teknologi yang memudahkan siapa saja mengunggah data bahkan siaran langsung kondisi terkini, akan bisa menutup keran bagi siapa yang mencoba curang atau mengotak atik perolehan suara Pemilu.

“Apalagi anak-anak muda dan mahasiswa. Saatnya melek politik. Jika ingin bangsa ini maju demokrasinya, kita harus kawal agar berjalan sesuai harapan, yaitu Pemilu yang jujur dan adil,” pungkasnya.(gus)

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/