alexametrics
25 C
Medan
Sunday, August 14, 2022
spot_img

Gubsu Jenguk Bayi Kembar Siam, Edy: Operasi Urusan Kami, kan Dia Punya Gubernur

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi menjenguk bayi kembar siam asal Kisaran, Kabupaten Asahan, Ratih dan Ririn di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, Jalan Bunga Lau Nomor 17, Medan Tuntungan, Kota Medan, Jumat (10/6). Gubsu pun akan menjamin biaya perobatan bayi kembar siam perempuan tersebut.

SEWAKTU pertama kali mendapat informasi tentang ada bayi kembar siam, Edy Rahmayadi langsung menghubungi Direktur RSUP Haji Adam Malik. Sehingga bayi kembar siam tersebut langsung dibawa dari Asahan ke Kota Medan. “Operasi nanti urusan kami, kan dia punya gubernur,” kata Edy Rahmayadi kepada wartawan, usai melihat kondisi kedua bayi kembar tersebut.

Selanjutnya, bayi kembar siam tersebut masih akan dievaluasi kondisi kesehatannya. Keputusan penanganan medis bagaimana selanjutnya, akan ditentukan dari hasil evaluasi tersebut. “Kondisinya cukup lemah, sehingga masih perlu ada pembaikan kesehatan, “ kata Edy.

Ayah kembar siam Ratih dan Ririn, Jumat (45 tahun), menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian oleh Gubernur Edy Rahmayadi terhadap kondisi putri kembarnya. Ia senang punya Gubernur seperti Edy Rahmayadi yang peduli dengan dirinya. “Saya minta Pak Gubernur mendoakan anak saya, dan saya harap anak-anak saya ini tetap terus dipantau dan difasilitasi,” ucap Jumat.

Jumat, yang merupakan pembuat batu bata ini memiliki lima orang anak. Istrinya kini sedang berada di Rumah Sakit Bunda Mulia Kisaran untuk menjalani perawatan. “Istri saya sehat, kan lahirnya dioperasi,” terang Jumat.

Baca Juga :  Ekstasi "Si Kakak" Bergambar Gelas

Jumat pun mengaku siap menerima apapun hasil keputusan dokter. Sebagai ayah, dia hanya berharap yang terbaik bagi bayinya tersebut. “Apapun hasilnya, saya terima,” katanya.

Disinggung mengenai proses kelahiran, Jumat mengaku sudah tahu kondisi anaknya tidak normal sejak sebelum dilahirkan. Saat usia kandungan enam bulan, Jumat membawa istrinya untuk USG.

Ketika menjalani USG, terlihat kondisi bayi yang tidak normal. “Sudah lima kali USG, cuma yang terakhir itu sekitar usia kadungan bulan enam, baru tahu sudah ada kelainan kata dokter. Karena kepala bayinya tidak mau ke bawah gitu,” terangnya.

Meski begitu, Jumat bersyukur Bupati Asahan, Surya memberikan perhatian kepada keluarganya. Berkat Surya pula, bayi kembar siam berkaki tiga anak kelima Jumat ini bisa dibawa ke RSUP Adam Malik.

Sebelumnya, Sekretaris Tim Penanganan Bayi Kembar Siam RSUP Adam Malik, dr Rizky mengatakan, mereka masih mengobservasi kondisi bayi, termasuk perkembangan organ vitalnya. Rizky bilang, untuk melakukan pemisahan tubuh bayi kembar siam berkaki tiga ini, banyak hal yang perlu dipertimbangkan. “Seandainya bisa dipisah, apakah etis dilakukan pemisahan dengan kondisi salah satunya akan cacat,” kata Rizky, Rabu (9/6).

Baca Juga :  Patroli Gabungan PPKM Darurat, 2 Toko Kaset CD di Simpang Limun Disegel

Rizky mengatakan, dari hasil pemantauan sementara tim medis, bayi berjenis kelamin perempuan yang lahir pada Selasa (7/8) pagi di Rumah Sakit Bunda Mulia Kisaran, Kabupaten Asahan ini memiliki kondisi fisik yang unik. Bukan hanya berkaki tiga saja, tapi telapak tangan bayi ini berada di bagian kaki. Sehingga, bayi berbobot 5.060 gram tersebut tidak bisa buru-buru dipisahkan.

Tim medis harus melihat lebih jauh berbagai kemungkinan yang bakal terjadi, jika pemisahan tubuh dilakukan. “Salah satu cacat sudah pasti, kalau cacat keduanya ada juga kemungkinannya. Memisahkan bayi dengan kondisi seperti ini harus melihat aspek kedokterannya, agama, dan lainnya. Apakah dengan dilakukan pemisahan akan membuat kondisi bayi menjadi lebih baik, itu juga harus dilihat,” pungkas Rizky.

Pemkab Asahan Tanggung Biaya Pengobatan

Pemkab Asahan memastikan akan membantu biaya pengobatan bayi kembar siam berkaki tiga anak pasangan Jumat dan Sri Suarni ini. Namun sejauh ini, Pemkab Asahan masih membahas lebih lanjut, apakah nantinya akan menggunakan BPJS, atau biaya APBD.

Sejauh ini, Pemkab Asahan masih mengurus segala keperluan yang dibutuhkan untuk pendanaan. “Apakah nanti akan diuruskan BPJS-nya dengan dibantu Dinsos dan Dinas Kesehatan, atau akan menggunakan APBD,” kata Kasi Pers Kominfo Asaham, Arbin Tanjung. (gus/trb/adz)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi menjenguk bayi kembar siam asal Kisaran, Kabupaten Asahan, Ratih dan Ririn di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, Jalan Bunga Lau Nomor 17, Medan Tuntungan, Kota Medan, Jumat (10/6). Gubsu pun akan menjamin biaya perobatan bayi kembar siam perempuan tersebut.

SEWAKTU pertama kali mendapat informasi tentang ada bayi kembar siam, Edy Rahmayadi langsung menghubungi Direktur RSUP Haji Adam Malik. Sehingga bayi kembar siam tersebut langsung dibawa dari Asahan ke Kota Medan. “Operasi nanti urusan kami, kan dia punya gubernur,” kata Edy Rahmayadi kepada wartawan, usai melihat kondisi kedua bayi kembar tersebut.

Selanjutnya, bayi kembar siam tersebut masih akan dievaluasi kondisi kesehatannya. Keputusan penanganan medis bagaimana selanjutnya, akan ditentukan dari hasil evaluasi tersebut. “Kondisinya cukup lemah, sehingga masih perlu ada pembaikan kesehatan, “ kata Edy.

Ayah kembar siam Ratih dan Ririn, Jumat (45 tahun), menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian oleh Gubernur Edy Rahmayadi terhadap kondisi putri kembarnya. Ia senang punya Gubernur seperti Edy Rahmayadi yang peduli dengan dirinya. “Saya minta Pak Gubernur mendoakan anak saya, dan saya harap anak-anak saya ini tetap terus dipantau dan difasilitasi,” ucap Jumat.

Jumat, yang merupakan pembuat batu bata ini memiliki lima orang anak. Istrinya kini sedang berada di Rumah Sakit Bunda Mulia Kisaran untuk menjalani perawatan. “Istri saya sehat, kan lahirnya dioperasi,” terang Jumat.

Baca Juga :  Merdeka Walk Pengemplang Pajak

Jumat pun mengaku siap menerima apapun hasil keputusan dokter. Sebagai ayah, dia hanya berharap yang terbaik bagi bayinya tersebut. “Apapun hasilnya, saya terima,” katanya.

Disinggung mengenai proses kelahiran, Jumat mengaku sudah tahu kondisi anaknya tidak normal sejak sebelum dilahirkan. Saat usia kandungan enam bulan, Jumat membawa istrinya untuk USG.

Ketika menjalani USG, terlihat kondisi bayi yang tidak normal. “Sudah lima kali USG, cuma yang terakhir itu sekitar usia kadungan bulan enam, baru tahu sudah ada kelainan kata dokter. Karena kepala bayinya tidak mau ke bawah gitu,” terangnya.

Meski begitu, Jumat bersyukur Bupati Asahan, Surya memberikan perhatian kepada keluarganya. Berkat Surya pula, bayi kembar siam berkaki tiga anak kelima Jumat ini bisa dibawa ke RSUP Adam Malik.

Sebelumnya, Sekretaris Tim Penanganan Bayi Kembar Siam RSUP Adam Malik, dr Rizky mengatakan, mereka masih mengobservasi kondisi bayi, termasuk perkembangan organ vitalnya. Rizky bilang, untuk melakukan pemisahan tubuh bayi kembar siam berkaki tiga ini, banyak hal yang perlu dipertimbangkan. “Seandainya bisa dipisah, apakah etis dilakukan pemisahan dengan kondisi salah satunya akan cacat,” kata Rizky, Rabu (9/6).

Baca Juga :  Camat dan Lurah Diskors karena Tak Dukung Capres, Sekda: Tak Benar itu..

Rizky mengatakan, dari hasil pemantauan sementara tim medis, bayi berjenis kelamin perempuan yang lahir pada Selasa (7/8) pagi di Rumah Sakit Bunda Mulia Kisaran, Kabupaten Asahan ini memiliki kondisi fisik yang unik. Bukan hanya berkaki tiga saja, tapi telapak tangan bayi ini berada di bagian kaki. Sehingga, bayi berbobot 5.060 gram tersebut tidak bisa buru-buru dipisahkan.

Tim medis harus melihat lebih jauh berbagai kemungkinan yang bakal terjadi, jika pemisahan tubuh dilakukan. “Salah satu cacat sudah pasti, kalau cacat keduanya ada juga kemungkinannya. Memisahkan bayi dengan kondisi seperti ini harus melihat aspek kedokterannya, agama, dan lainnya. Apakah dengan dilakukan pemisahan akan membuat kondisi bayi menjadi lebih baik, itu juga harus dilihat,” pungkas Rizky.

Pemkab Asahan Tanggung Biaya Pengobatan

Pemkab Asahan memastikan akan membantu biaya pengobatan bayi kembar siam berkaki tiga anak pasangan Jumat dan Sri Suarni ini. Namun sejauh ini, Pemkab Asahan masih membahas lebih lanjut, apakah nantinya akan menggunakan BPJS, atau biaya APBD.

Sejauh ini, Pemkab Asahan masih mengurus segala keperluan yang dibutuhkan untuk pendanaan. “Apakah nanti akan diuruskan BPJS-nya dengan dibantu Dinsos dan Dinas Kesehatan, atau akan menggunakan APBD,” kata Kasi Pers Kominfo Asaham, Arbin Tanjung. (gus/trb/adz)

spot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/