30.6 C
Medan
Wednesday, February 28, 2024
spot_img
spot_img

Kepulangan Jamaah Haji Kloter 7 Keluhkan Makanan Tak Ramah Lansia

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang jamaah haji asal Kota Medan, M Yunus bercerita mengenai makanan tak ramah bagi jamaah lanjut usia (lansia). Hal itu diungkapkannya usai kepulangan jamaah haji kelompok terbang (kloter) 7 asal Kota Medan dan Pematangsiantar berjumlah 350 jamaah.

Namun, M Yunus mengaku bersyukur bisa kembali ke Tanah Air dengan sehat dan selamat. “Seharusnya makanannya lembut-lembut, Kalau sarapan pakai ikan teri dan kacang, jadi banyak makanannya yang terbuang. Gak sesuai dengan standar lansia,” ungkapnya di Asrama Haji Medan, Selasa (11/7).

Ia pun berharap agar ada perbaikan penanganan jamaah lansia terutama soal makanan bagi jamaah lansia dan obat-obatan.

“Kalau obat-obatan sempat juga kehabisan stok. Mungkin ini bisa diperbaiki. Begitu juga untuk kapastian toilet mohon disesuaikan dengan kapasitas jumlah jamaah. Selebihnya berjalan bagus lah,” pungkasnya.

Sementara, kepulangan jamaah haji kloter 7 ini diterima Ketua Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan, H Ahmad Qosbi di Asrama Haji Medan.

“Adapun untuk total jamaah haji tahun ini yang telah kita berangkatkan ada 8.165 orang. Sudah tiba dan kembali ke Tanah Air ada 2.505 jamaah. Kebetulan di kloter 7 ini ada juga yang sakit dan saat ini dirawat di Arab Saudi, sementara 1 orang meninggal dunia. Lalu ada lagi 6 orang yang pindah kloter,” ungkap Qosbi.

Dirinya pun berharap, jamaah-jamaah haji tahun ini sampai di kloter 7 merasa senang dan puas. “Jamaah sampai hari ini bagus, nyaman dan tidak ada yang emosi. Sehingga memberikan ketenangan dan semangat kita untuk melayaninya. Kemudian jamaah hingga kloter 7 yang kembali ke rahmatullah berjumlah 34 jamaah, baik berpulang di tanah suci dan sebelum kepergiannya,” jelasnya.

Untuk itu, Qosbi mendoakan jamaah yang wafat di tanah suci maupun di asrama haji. Sedangkan bagi jamaah yang sakit diberikan Allah kesembuhan dan segera diangkat penyakitnya, agar secepatnya bisa kembali ke Tanah Air.

Diungkapkan Qosbi, sejauh ini tidak ada kendala yang dialami PPIH Debarkasi Medan. Hanya saja mulai dari awal penerbangan awalan ada penundaan. Hal ini dikarenakan semua jamaah dari seluruh dunia telah selesai di Jeddah. Kedepannya mungkin bisa kembali ke jadwal masing-masing.

“Karena mungkin terlalu banyak penerbangan yang keluar. Tapi yang pasti kita harap kepulangan jamaah bisa sehat, selamat sampai tujuan,” pungkasnya.

 

Dinkes Sumut Antisipasi Penyakit Menular

Pasca pemulangan jamaah haji 1444 Hijriah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara melakukan langkah antisipasi penyebaran penyakit menular. Sehingga, dilakukan pemantauan kesehatan jamaah saat tiba di tanah air, di provinsi ini.

“Sampai sekarang sudah kloter 7 dan sudah sampai di Asrama Haji. Sampai sekarang tercatat ada 34 jamaah yang meninggal dunia di Sumut. Itu termasuk yang sedikit,” ucap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan kepada wartawan, di depan Aula Tengku Rizal Nurdin, di Jalan Jendral Sudirman, Kota Medan, Selasa (11/7).

Alwi menjelaskan, melihat dari usia dari jamaah haji asal Sumut, sekitar 70 persen masuk dalam katagori lanjut usia (Lansia) yang rentan terkena penularan penyakit.

“Dari 8.000-an jamaah haji itu, 70 persen lansia. Saya sudah sangat khawatir bahwa banyak sekali yang meninggal. Tecatat 34 jamaah kita meninggal, artinya itu jauh di bawah perkiraan kita,” kata Alwi.

Alwi mengungkapkan, Dinkes Sumut usai pemulangan haji ini, melakukan monitoring melalui Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (K3JH) selama 14 hari ke depan. Bila mengalami kendala atau sakit, bisa mendatangi Puskesmas terdekat.

“Setelah kepulangan haji ini, mereka mendapatkan kartu K3JH. Kalau dalam 14 hari ada demam tinggi kemungkinan itu ada membawa penyakit dari luar. Karena itu dia harus lapor dengan puskesmas. Kalau dalam 14 hari tidak ada, juga dia wajib lapor juga ke Puskesmas. Karenanya kartu itu dipulangkan ke Puskesmas,” ucap Alwi.

Alwi mengatakan, bila jamaah haji sakit, akan dilakukan penanganan medis berjenjang melihat rekam medis yang dideritanya tersebut. Ia memastikan seluruh biaya perobatan jamaah haji yang sakit, ditanggung pemerintah alias gratis.

“Kalau jamaah ada demam dan peyakit infeksi itu semua ditanggung pemerintah. Kita pantau itu,” ucap Alwi.

Alwi mengungkapkan, pihak juga melakukan pemantauan dan antisipasi terhadap Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Karena, banyak yang ditemukan kasus virus tersebut, di Asia Tenggara ini.

“MERS ini sama aja semuanya kita pantau. Semua ini dari seluruh dunia jadi macam-macam. Yang MERS itu kan, sejenis virus yang menyerang pernapasan juga yang terjadi di daerah Asia Tengah dan yang kesana (Arab Saudi) itu kan banyak juga,” kata Alwi.

Alwi mengungkapkan bahwa hingga kloter ke-6 pemulangan jamaah haji asal Sumut ini, belum ada ditemukan atau terindikasi penyakit menular dibawa oleh jamaah haji ini.

“Sejauh ini pemantauan kita, untuk penyakit menular belum ada yang terindikasi. Kemarin di kloter 6, ada satu yang demam dan sesak nafas tapi setelah di cek tidak ya,” kata Alwi.

Alwi mengimbau kepada jamaah haji asal Sumut yang baru tiba untuk mengikuti prosedur yang tertuang dalam K3JH, terutama kewaspadaan tentang penyakit menular, tetap harus dijalankan. Itu sangat penting untuk mencegah terjadinya penularan penyakit yang dibawa dari luar.

“Itu yang penting. Lalu (konsumsi) yang lain standart aja istirahat cukup makan buah-buahan dan terkait usia tua ini jetlag-nya ini berpengaruh dengan kebugarannya itu lumayan. Jadi butuh lebih lama istirahatnya. Tapi kalau istirahat sudah selesailah,” pungkas Alwi.(man/gus/ila)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang jamaah haji asal Kota Medan, M Yunus bercerita mengenai makanan tak ramah bagi jamaah lanjut usia (lansia). Hal itu diungkapkannya usai kepulangan jamaah haji kelompok terbang (kloter) 7 asal Kota Medan dan Pematangsiantar berjumlah 350 jamaah.

Namun, M Yunus mengaku bersyukur bisa kembali ke Tanah Air dengan sehat dan selamat. “Seharusnya makanannya lembut-lembut, Kalau sarapan pakai ikan teri dan kacang, jadi banyak makanannya yang terbuang. Gak sesuai dengan standar lansia,” ungkapnya di Asrama Haji Medan, Selasa (11/7).

Ia pun berharap agar ada perbaikan penanganan jamaah lansia terutama soal makanan bagi jamaah lansia dan obat-obatan.

“Kalau obat-obatan sempat juga kehabisan stok. Mungkin ini bisa diperbaiki. Begitu juga untuk kapastian toilet mohon disesuaikan dengan kapasitas jumlah jamaah. Selebihnya berjalan bagus lah,” pungkasnya.

Sementara, kepulangan jamaah haji kloter 7 ini diterima Ketua Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan, H Ahmad Qosbi di Asrama Haji Medan.

“Adapun untuk total jamaah haji tahun ini yang telah kita berangkatkan ada 8.165 orang. Sudah tiba dan kembali ke Tanah Air ada 2.505 jamaah. Kebetulan di kloter 7 ini ada juga yang sakit dan saat ini dirawat di Arab Saudi, sementara 1 orang meninggal dunia. Lalu ada lagi 6 orang yang pindah kloter,” ungkap Qosbi.

Dirinya pun berharap, jamaah-jamaah haji tahun ini sampai di kloter 7 merasa senang dan puas. “Jamaah sampai hari ini bagus, nyaman dan tidak ada yang emosi. Sehingga memberikan ketenangan dan semangat kita untuk melayaninya. Kemudian jamaah hingga kloter 7 yang kembali ke rahmatullah berjumlah 34 jamaah, baik berpulang di tanah suci dan sebelum kepergiannya,” jelasnya.

Untuk itu, Qosbi mendoakan jamaah yang wafat di tanah suci maupun di asrama haji. Sedangkan bagi jamaah yang sakit diberikan Allah kesembuhan dan segera diangkat penyakitnya, agar secepatnya bisa kembali ke Tanah Air.

Diungkapkan Qosbi, sejauh ini tidak ada kendala yang dialami PPIH Debarkasi Medan. Hanya saja mulai dari awal penerbangan awalan ada penundaan. Hal ini dikarenakan semua jamaah dari seluruh dunia telah selesai di Jeddah. Kedepannya mungkin bisa kembali ke jadwal masing-masing.

“Karena mungkin terlalu banyak penerbangan yang keluar. Tapi yang pasti kita harap kepulangan jamaah bisa sehat, selamat sampai tujuan,” pungkasnya.

 

Dinkes Sumut Antisipasi Penyakit Menular

Pasca pemulangan jamaah haji 1444 Hijriah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara melakukan langkah antisipasi penyebaran penyakit menular. Sehingga, dilakukan pemantauan kesehatan jamaah saat tiba di tanah air, di provinsi ini.

“Sampai sekarang sudah kloter 7 dan sudah sampai di Asrama Haji. Sampai sekarang tercatat ada 34 jamaah yang meninggal dunia di Sumut. Itu termasuk yang sedikit,” ucap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan kepada wartawan, di depan Aula Tengku Rizal Nurdin, di Jalan Jendral Sudirman, Kota Medan, Selasa (11/7).

Alwi menjelaskan, melihat dari usia dari jamaah haji asal Sumut, sekitar 70 persen masuk dalam katagori lanjut usia (Lansia) yang rentan terkena penularan penyakit.

“Dari 8.000-an jamaah haji itu, 70 persen lansia. Saya sudah sangat khawatir bahwa banyak sekali yang meninggal. Tecatat 34 jamaah kita meninggal, artinya itu jauh di bawah perkiraan kita,” kata Alwi.

Alwi mengungkapkan, Dinkes Sumut usai pemulangan haji ini, melakukan monitoring melalui Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (K3JH) selama 14 hari ke depan. Bila mengalami kendala atau sakit, bisa mendatangi Puskesmas terdekat.

“Setelah kepulangan haji ini, mereka mendapatkan kartu K3JH. Kalau dalam 14 hari ada demam tinggi kemungkinan itu ada membawa penyakit dari luar. Karena itu dia harus lapor dengan puskesmas. Kalau dalam 14 hari tidak ada, juga dia wajib lapor juga ke Puskesmas. Karenanya kartu itu dipulangkan ke Puskesmas,” ucap Alwi.

Alwi mengatakan, bila jamaah haji sakit, akan dilakukan penanganan medis berjenjang melihat rekam medis yang dideritanya tersebut. Ia memastikan seluruh biaya perobatan jamaah haji yang sakit, ditanggung pemerintah alias gratis.

“Kalau jamaah ada demam dan peyakit infeksi itu semua ditanggung pemerintah. Kita pantau itu,” ucap Alwi.

Alwi mengungkapkan, pihak juga melakukan pemantauan dan antisipasi terhadap Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Karena, banyak yang ditemukan kasus virus tersebut, di Asia Tenggara ini.

“MERS ini sama aja semuanya kita pantau. Semua ini dari seluruh dunia jadi macam-macam. Yang MERS itu kan, sejenis virus yang menyerang pernapasan juga yang terjadi di daerah Asia Tengah dan yang kesana (Arab Saudi) itu kan banyak juga,” kata Alwi.

Alwi mengungkapkan bahwa hingga kloter ke-6 pemulangan jamaah haji asal Sumut ini, belum ada ditemukan atau terindikasi penyakit menular dibawa oleh jamaah haji ini.

“Sejauh ini pemantauan kita, untuk penyakit menular belum ada yang terindikasi. Kemarin di kloter 6, ada satu yang demam dan sesak nafas tapi setelah di cek tidak ya,” kata Alwi.

Alwi mengimbau kepada jamaah haji asal Sumut yang baru tiba untuk mengikuti prosedur yang tertuang dalam K3JH, terutama kewaspadaan tentang penyakit menular, tetap harus dijalankan. Itu sangat penting untuk mencegah terjadinya penularan penyakit yang dibawa dari luar.

“Itu yang penting. Lalu (konsumsi) yang lain standart aja istirahat cukup makan buah-buahan dan terkait usia tua ini jetlag-nya ini berpengaruh dengan kebugarannya itu lumayan. Jadi butuh lebih lama istirahatnya. Tapi kalau istirahat sudah selesailah,” pungkas Alwi.(man/gus/ila)

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/