alexametrics
23.9 C
Medan
Wednesday, October 5, 2022

Indonesia Emas 2045 Hanya Mimpi Jika Politik Transaksional Masih Ada

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 84,4 juta penduduk Indonesia berusia di bawah 18 tahun. Anak-anak tersebut diharapkan menjadi generasi Indonesia Emas tahun 2045. Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) berkomitmen mewujudkan generasi emas tersebut melalui seribu hari pertama kehidupan sebagai pondasi penting dalam tumbuh kembang anak ke depannya.

“Tapi Indonesia Emas 2045 itu hanya akan menjadi mimpi jika politik transaksional masih berlangsung,” kata Anggota MPR RI H Hidayatullah E dalam acara sosialiasi empat pilar di Aula Anjungan Melayu, Jalan Setia Budi Nomor 39B, Tanjung Rejo, Medan Sunggal, Medan, Rabu (10/8/2022).

Menurut Hidayatullah, faktanya saat ini sebagian besar orang menganggap politik itu kotor. Akhirnya politik diisi oleh orang-orang kotor, karena orang-orang bersih menepi. “Hal ini yang menyebabkan politik transaksional terus berlangsung, jangan harap kebijakan kebijakan yang mereka hasilkan akan menguntungkan masyarakat. Saya jadi teringat lagu Rhoma Irama yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin,” sindir Hidayatullah.

Baca Juga :  AHY Beri Sinyal Dukung Edy Rahmayadi jadi Gubsu Dua Periode

Lebih lanjut politisi senior PKS ini mengatakan, Pancasila sesungguhnya bersumber dari Islam, yaitu ketuhanan yang maha Esa. “Sebenarnya, ketuhanan yang maha esa adalah tauhid bagi umat Islam. Sudah banyak undang-undang yang lahir dan sejalan dengan sila pertama, seperti undang undang perkawinan, undang-undang zakat, dan undang-undang perbankan syariah,” ungkapnya.

Hidayatullah juga menyayangkan, masih ada stigma teroris dan radikal yang diberikan kepada umat Islam. “Harusnya kita semua mendapatkan perlakuan yang sama,” tandasnya.

Dalam paparannya mengenai sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Hidayatullah menjelaskan, 4 pilar tersebut mencakup beberapa poin krusial yaitu: Pancasila sebagai dasar dari ideologi negara, UUD RI tahun 1945 sebagai konstitusi negara dan keketapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara dan bhineka tunggal ika sebagai semboyan negara.

Baca Juga :  Pedagang hanya jadi Sapi Perahan

Sosialisai 4 pilar kali ini dihadiri mahasiswa muslim yang ada di Sumatera Utara, seperti dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Univesitas Negeri Medan (UNIMED), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Universitas Medan Area (UMA) dan Universitas Sumatera Utara (USU). (adz)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 84,4 juta penduduk Indonesia berusia di bawah 18 tahun. Anak-anak tersebut diharapkan menjadi generasi Indonesia Emas tahun 2045. Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) berkomitmen mewujudkan generasi emas tersebut melalui seribu hari pertama kehidupan sebagai pondasi penting dalam tumbuh kembang anak ke depannya.

“Tapi Indonesia Emas 2045 itu hanya akan menjadi mimpi jika politik transaksional masih berlangsung,” kata Anggota MPR RI H Hidayatullah E dalam acara sosialiasi empat pilar di Aula Anjungan Melayu, Jalan Setia Budi Nomor 39B, Tanjung Rejo, Medan Sunggal, Medan, Rabu (10/8/2022).

Menurut Hidayatullah, faktanya saat ini sebagian besar orang menganggap politik itu kotor. Akhirnya politik diisi oleh orang-orang kotor, karena orang-orang bersih menepi. “Hal ini yang menyebabkan politik transaksional terus berlangsung, jangan harap kebijakan kebijakan yang mereka hasilkan akan menguntungkan masyarakat. Saya jadi teringat lagu Rhoma Irama yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin,” sindir Hidayatullah.

Baca Juga :  3.942 Kotak Suara untuk Medan Didistribusikan Pagi ini

Lebih lanjut politisi senior PKS ini mengatakan, Pancasila sesungguhnya bersumber dari Islam, yaitu ketuhanan yang maha Esa. “Sebenarnya, ketuhanan yang maha esa adalah tauhid bagi umat Islam. Sudah banyak undang-undang yang lahir dan sejalan dengan sila pertama, seperti undang undang perkawinan, undang-undang zakat, dan undang-undang perbankan syariah,” ungkapnya.

Hidayatullah juga menyayangkan, masih ada stigma teroris dan radikal yang diberikan kepada umat Islam. “Harusnya kita semua mendapatkan perlakuan yang sama,” tandasnya.

Dalam paparannya mengenai sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Hidayatullah menjelaskan, 4 pilar tersebut mencakup beberapa poin krusial yaitu: Pancasila sebagai dasar dari ideologi negara, UUD RI tahun 1945 sebagai konstitusi negara dan keketapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara dan bhineka tunggal ika sebagai semboyan negara.

Baca Juga :  AHY Beri Sinyal Dukung Edy Rahmayadi jadi Gubsu Dua Periode

Sosialisai 4 pilar kali ini dihadiri mahasiswa muslim yang ada di Sumatera Utara, seperti dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Univesitas Negeri Medan (UNIMED), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Universitas Medan Area (UMA) dan Universitas Sumatera Utara (USU). (adz)

Most Read

Artikel Terbaru

/