27.6 C
Medan
Wednesday, February 21, 2024
spot_img
spot_img

Polisi: Ditanya A Dijawab B, Boru Hasibuan Dikirim ke RS Jiwa

Foto: Kepolisian
Pretty Juliana Ningsih Hasibuan, yang membunuh anaknya M Althir yang masih balita, pakai pisau dapur, di Jalan Besar Delitua, Desa Suka Makmur, Deliserdang, Minggu (15/1) siang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dugaan depresi menguat terhadap pelaku pembunuhan anak sendiri, Pretty Juliana Ningsih Hasibuan (32) warga Jalan Besar Medan-Delitua, Gang Dahlia Ujung, Lingkungan V, Desa Suka Makmur, Delitua, Deliserdang. Ibu yang menikam buah hatinya Muhammad Altahir, hingga tewas itu dikirim aparat Polsek Delitua ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Pemprov Sumut di Medan Tuntungan, untuk diperiksa.

Pelaku dikirim ke RSJ Pemprov Sumut Prof Dr M Ildrem, Jalan Tali Air, Medan Tuntungan pada Minggu (15/1) pukul 22.00 WIB.

Menurut Kapolsek Delitua, Kompol Wira Prayatna, pihaknya terpaksa mengirim janda cerai itu ke RSJ, lantaran penyidik kesulitan mengambil keterangan yang bersangkutan.

“Saat diperiksa, pelaku tidak nyambung. Ditanya A, jawabnya pelaku B. Sehingga petugas kesulitan memeriksanya. Karena itu pelaku belum bisa kita periksa, jadi dibawa ke RS Jiwa. Di sana pelaku akan diobeservasi apakah dia mengalami gangguan jiwa atau tidak,” kata Wira, Senin (16/1). 

Foto: Kepolisian
Pretty Juliana Ningsih Hasibuan, yang membunuh anaknya M Althir yang masih balita, pakai pisau dapur, di Jalan Besar Delitua, Desa Suka Makmur, Deliserdang, Minggu (15/1) siang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dugaan depresi menguat terhadap pelaku pembunuhan anak sendiri, Pretty Juliana Ningsih Hasibuan (32) warga Jalan Besar Medan-Delitua, Gang Dahlia Ujung, Lingkungan V, Desa Suka Makmur, Delitua, Deliserdang. Ibu yang menikam buah hatinya Muhammad Altahir, hingga tewas itu dikirim aparat Polsek Delitua ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Pemprov Sumut di Medan Tuntungan, untuk diperiksa.

Pelaku dikirim ke RSJ Pemprov Sumut Prof Dr M Ildrem, Jalan Tali Air, Medan Tuntungan pada Minggu (15/1) pukul 22.00 WIB.

Menurut Kapolsek Delitua, Kompol Wira Prayatna, pihaknya terpaksa mengirim janda cerai itu ke RSJ, lantaran penyidik kesulitan mengambil keterangan yang bersangkutan.

“Saat diperiksa, pelaku tidak nyambung. Ditanya A, jawabnya pelaku B. Sehingga petugas kesulitan memeriksanya. Karena itu pelaku belum bisa kita periksa, jadi dibawa ke RS Jiwa. Di sana pelaku akan diobeservasi apakah dia mengalami gangguan jiwa atau tidak,” kata Wira, Senin (16/1). 

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/