25 C
Medan
Tuesday, October 3, 2023

Murid SD Al Kautsar Medan Tewas Disambar Petir

MEDAN- Cuaca buruk dalam dua pekan terakhir kembali menelan korban. Kemarin jelang malam, seorang anakberusia 12 tahun tewas disambar petir. Korban bernama Aditya warga Jl Karya Kasih, Gang Meteorologi, Titi Kuning, Medan Johor, Taryo (25), warga sekitar yang sempat ikut berusaha menyelamatkan korban mengatakan, sore itu dia dan beberapa temannya sedang duduk di sebuah warung dekat lapangan.

“Kami nongkrong di warung sambil menunggu hujan reda. Selain deras, hujan juga dibarengi angin kencang.” ujar Taryo. Lagi asik berbincang-bincang, tiba-tiba terdengar suara gelegar petir hingga tiga kali berturut-turut.

Perbincangan mendadak berhenti, manakala beberapa bocah mendatangi mereka dan menyebutkan ada yang tersambar petir. Mendengar kabar itu, Taryo dan temannya langsung meminta para bocah itu menunjukkan TKP.

Benar saja, mereka mendapati Aditya telah tergeletak di lapangan. Pada perut kanannya tampak luka baker. Karena masih hidup, Taryo berusaha menolong dengan memberi napas buatan. Melihat korban menggigil, Taryo pun bergegas hendak membawanya ke rumah sakit terdekat.
Namun rencana tersebut dihalangai warga, dengan alasan tubuh korban harus segera ditanam ke lumpur. Beberapa menit kemudian, korban lalu dibawa ke RS Sejati.

Nahas, sekitar setengah jam dirawat, korban menghembuskan napas terakhir. Usai dibersihkan, pelajar kelas V SD Al Kautsar tersebut dibawa ke rumah duka.

Pantauan di lokasi hingga tengah malam, puluhan warga tampak silih berganti melayat. Edi (40) ayah korban, terlihat membaca ayat-ayat suci di sisi jenazah.

Karena Edi belum bersedia diwawancarai, kru coba mencari keluarga yang bisa dikonfirmasi. Beberapa menit mencari, kru akhirnya bertemu Leny (37). Wanita ini mengaku sebagai bibi korban.

Dalam wawancara singkat ini, Leny menyebutkan kalau Aditya merupakan bungsu dari dua bersaudara. Disinggung kenapa ibunya tidak terlihat, Leny sempat terdiam dan menghela nafas. “Ibunya masih di Malaysia. Ibunya kerja disana sebagai TKI,” ungkap Leny.
Lanjut wanita ini, selain berharap kiriman dari Malaysia, Edi menghidupi dua anaknya dengan bekerja sebagai teknisi elektronik. Rencananya, Aditya akan dikebumikan hari ini, Rabu (16/5) usai salat zuhur. (mag-10/zie/smg)

MEDAN- Cuaca buruk dalam dua pekan terakhir kembali menelan korban. Kemarin jelang malam, seorang anakberusia 12 tahun tewas disambar petir. Korban bernama Aditya warga Jl Karya Kasih, Gang Meteorologi, Titi Kuning, Medan Johor, Taryo (25), warga sekitar yang sempat ikut berusaha menyelamatkan korban mengatakan, sore itu dia dan beberapa temannya sedang duduk di sebuah warung dekat lapangan.

“Kami nongkrong di warung sambil menunggu hujan reda. Selain deras, hujan juga dibarengi angin kencang.” ujar Taryo. Lagi asik berbincang-bincang, tiba-tiba terdengar suara gelegar petir hingga tiga kali berturut-turut.

Perbincangan mendadak berhenti, manakala beberapa bocah mendatangi mereka dan menyebutkan ada yang tersambar petir. Mendengar kabar itu, Taryo dan temannya langsung meminta para bocah itu menunjukkan TKP.

Benar saja, mereka mendapati Aditya telah tergeletak di lapangan. Pada perut kanannya tampak luka baker. Karena masih hidup, Taryo berusaha menolong dengan memberi napas buatan. Melihat korban menggigil, Taryo pun bergegas hendak membawanya ke rumah sakit terdekat.
Namun rencana tersebut dihalangai warga, dengan alasan tubuh korban harus segera ditanam ke lumpur. Beberapa menit kemudian, korban lalu dibawa ke RS Sejati.

Nahas, sekitar setengah jam dirawat, korban menghembuskan napas terakhir. Usai dibersihkan, pelajar kelas V SD Al Kautsar tersebut dibawa ke rumah duka.

Pantauan di lokasi hingga tengah malam, puluhan warga tampak silih berganti melayat. Edi (40) ayah korban, terlihat membaca ayat-ayat suci di sisi jenazah.

Karena Edi belum bersedia diwawancarai, kru coba mencari keluarga yang bisa dikonfirmasi. Beberapa menit mencari, kru akhirnya bertemu Leny (37). Wanita ini mengaku sebagai bibi korban.

Dalam wawancara singkat ini, Leny menyebutkan kalau Aditya merupakan bungsu dari dua bersaudara. Disinggung kenapa ibunya tidak terlihat, Leny sempat terdiam dan menghela nafas. “Ibunya masih di Malaysia. Ibunya kerja disana sebagai TKI,” ungkap Leny.
Lanjut wanita ini, selain berharap kiriman dari Malaysia, Edi menghidupi dua anaknya dengan bekerja sebagai teknisi elektronik. Rencananya, Aditya akan dikebumikan hari ini, Rabu (16/5) usai salat zuhur. (mag-10/zie/smg)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/