23.9 C
Medan
Thursday, February 22, 2024
spot_img
spot_img

Gawat… Siswi SD Ini Ikut Terbawa Perampok Mobil

Foto: Ilham/PM Toni Chandra dan putrinya yang terbawa perampok dalam mobil.
Foto: Ilham/PM
Toni Chandra dan putrinya yang terbawa perampok dalam mobil.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mobil Isuzu Panther B 7207 F milik Ketua Gerakan Pendukung (Gardu) Prabowo Sumut, Tony Chandra dibawa kabur oleh 3 perampok bersenjata api, Selasa (16/2) pagi. Bahkan, anak sulung pria yang juga pernah menjadi Caleg DPRD Sumut itu bernama Felicia itu yang berada di dalam mobil sempat ikut terbawa pelaku.

Beruntung, siswi kelas 1 SD Metodhist II, Jalan MH Thamrin Medan itu kemudian ditinggalkan pelaku di kawasan Tanjung Mulia. Sementara mobil pria yang tinggal di Komplek Madio Permai Nomor 18 A Jalan Madio Santoso Kecamatan Medan Timur itu, dibawa kabur perampok berjumlah 3 orang.

“Seperti biasa saya keluarin mobil untuk mengantar anak saya sekolah. Tapi sebelum berangkat saya sempat masuk ke dalam rumah. Tiba-tiba saya dengar saya suara mobil digas, langsung saya keluar,” ungkap Tony saat membuat pengaduan di Mapolresta Medan.

Saat itu Yony melihat mobilnya bergerak ke arah luar rumah. Dia sempat mengejar hingga jarak sekitar 20 meter, namun upayanya sia-sia. “Dari CCTV depan rumahnya terlihat 2 orang laki-laki pakai topi turun dari mobil Avanza Veloz. Salah seorang pria itu menggenggam senjata api. Kemudian kedua pria itu masuk ke dalam mobil saya, kemudian pergi mengikuti mobil Avanza yang sebelumnya mereka tumpangi,” lanjut Tony melanjutkan.

Saat melapor di Polresta Medan, dirinya mendapat telepon dari warga yang mengatakan putrinya sudah ditemukan. Saat itu juga Tony dan polisi mendatangi lokasi dan mendapati anak bungsunya dalam kondisi menangis.

Anaknya ditemuan pada sebuah gang yang sangat sepi di Tanjung Mulia. Namun disebutnya jika anak sulungnya itu tidak ada dianiaya oleh pelaku. “Ibu-ibu yang menemukan anak saya. Pengakuan anak saya, tidak dianiaya dia. Namun sempat dibentak saat dia disuruh pindah duduk dari posisi bangku kedua ke bangku depan,” sambung Tony.

Disinggung soal unsur politis, Tony menampik dengan dalih anaknya tetap dibebaskan kawanan pencuri itu. Namun untuk mengetahui motifnya, Tony berharap kasus itu dapat segera diungkap polisi dan juga menangkap para pelaku. ”Kalau untuk yang hilang, mobil saya dan tas saya berisi uang tunai sekitar Rp 2 juta dan surat-surat berharga,” tandas Tony.

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono yang dikonfirmasi mengaku pihaknya masih memburu pelaku. “Saat ini korban masih kita periksa. Anggota sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku,” ujarnya. “Dari hasil lidik di lokasi, pelaku berhasil membawa kabur mobil milik korban. Diduga pelaku berjumlah tiga orang,” terangnya.

Disinggung mengenai motif penculikan anak korban dan pelaku “membuang” di pinggir jalan, Aldi mengaku masih menyelidiki. “Masih kita lidik sampai saat ini. Anak korban dititip pelaku ke salah satu rumah makan. Dan kita juga tidak bisa menduga-duga,” tandasnya. (ham/deo)

Foto: Ilham/PM Toni Chandra dan putrinya yang terbawa perampok dalam mobil.
Foto: Ilham/PM
Toni Chandra dan putrinya yang terbawa perampok dalam mobil.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mobil Isuzu Panther B 7207 F milik Ketua Gerakan Pendukung (Gardu) Prabowo Sumut, Tony Chandra dibawa kabur oleh 3 perampok bersenjata api, Selasa (16/2) pagi. Bahkan, anak sulung pria yang juga pernah menjadi Caleg DPRD Sumut itu bernama Felicia itu yang berada di dalam mobil sempat ikut terbawa pelaku.

Beruntung, siswi kelas 1 SD Metodhist II, Jalan MH Thamrin Medan itu kemudian ditinggalkan pelaku di kawasan Tanjung Mulia. Sementara mobil pria yang tinggal di Komplek Madio Permai Nomor 18 A Jalan Madio Santoso Kecamatan Medan Timur itu, dibawa kabur perampok berjumlah 3 orang.

“Seperti biasa saya keluarin mobil untuk mengantar anak saya sekolah. Tapi sebelum berangkat saya sempat masuk ke dalam rumah. Tiba-tiba saya dengar saya suara mobil digas, langsung saya keluar,” ungkap Tony saat membuat pengaduan di Mapolresta Medan.

Saat itu Yony melihat mobilnya bergerak ke arah luar rumah. Dia sempat mengejar hingga jarak sekitar 20 meter, namun upayanya sia-sia. “Dari CCTV depan rumahnya terlihat 2 orang laki-laki pakai topi turun dari mobil Avanza Veloz. Salah seorang pria itu menggenggam senjata api. Kemudian kedua pria itu masuk ke dalam mobil saya, kemudian pergi mengikuti mobil Avanza yang sebelumnya mereka tumpangi,” lanjut Tony melanjutkan.

Saat melapor di Polresta Medan, dirinya mendapat telepon dari warga yang mengatakan putrinya sudah ditemukan. Saat itu juga Tony dan polisi mendatangi lokasi dan mendapati anak bungsunya dalam kondisi menangis.

Anaknya ditemuan pada sebuah gang yang sangat sepi di Tanjung Mulia. Namun disebutnya jika anak sulungnya itu tidak ada dianiaya oleh pelaku. “Ibu-ibu yang menemukan anak saya. Pengakuan anak saya, tidak dianiaya dia. Namun sempat dibentak saat dia disuruh pindah duduk dari posisi bangku kedua ke bangku depan,” sambung Tony.

Disinggung soal unsur politis, Tony menampik dengan dalih anaknya tetap dibebaskan kawanan pencuri itu. Namun untuk mengetahui motifnya, Tony berharap kasus itu dapat segera diungkap polisi dan juga menangkap para pelaku. ”Kalau untuk yang hilang, mobil saya dan tas saya berisi uang tunai sekitar Rp 2 juta dan surat-surat berharga,” tandas Tony.

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono yang dikonfirmasi mengaku pihaknya masih memburu pelaku. “Saat ini korban masih kita periksa. Anggota sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku,” ujarnya. “Dari hasil lidik di lokasi, pelaku berhasil membawa kabur mobil milik korban. Diduga pelaku berjumlah tiga orang,” terangnya.

Disinggung mengenai motif penculikan anak korban dan pelaku “membuang” di pinggir jalan, Aldi mengaku masih menyelidiki. “Masih kita lidik sampai saat ini. Anak korban dititip pelaku ke salah satu rumah makan. Dan kita juga tidak bisa menduga-duga,” tandasnya. (ham/deo)

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/