25 C
Medan
Friday, June 9, 2023
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Banjir Masih Hantui Warga Medan, Burhanuddin: Serahkan kepada Ahlinya

spot_imgspot_imgspot_img

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persoalan banjir masih menghantui warga Kota Medan, khususnya warga Medan Sunggal, Medan Tuntungan, dan Medan Selayang. Apalagi dalam beberapa hari ini, Kota Medan terus diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Keresahan warga ini terungkap dalam Reses Masa Sidang I Tahun III Tahun Anggaran 2021 yang digelar Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu di Jalan Setia Budi Nomor 173-D Lingkungan 8, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu (18/12/2021). Meski hujan mengguyur sejak pagi, namun antusias masyarakat menghadiri reses tersebut cukup tinggi.

Ini terlihat dari ratusan peserta yang hadir dari tiga kecamatan yakni Medan Sunggal, Medan Selayang, dan Medan Tuntungan. Mereka ingin menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada wakil mereka di DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan.

Khairul Hanafi, Kepala Lingkungan (Kepling) 7 Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal, menyampaikan, selama ini warga Kelurahan Tanjungrejo selalu menjadi langganan banjir. Apalagi, ada dua sungai yang membelah Kelurahan Tanjungrejo, yakni Sungai Batuan dan Sungai Selayang.

Jika sungai meluap, sebutnya, warga hampir di semua lingkungan khususnya di Lingkungan 4, 7, 8, 9, 11, 13, 14, 17, dan 19, selalu kebanjiran. “Kalau sudah banjir, kami sebagai kepala lingkungan yang selalu diprotes warga. Jadi, kami mohon kedua sungai itu segera dinormalisasi. Melalui reses ini kami meminta kepada Bapak Burhanuddin Sitepu agar ini disuarakan melalui paripurna DPRD Medan,” harapnya.

Sementara Agustinus Lase, Kepling 8 Tanjungrejo berharap agar dibangun darainase dan perbaikan jalan di Jalan Mawar, dari persimpangan Jalan Setia Budi, sepanjang 130 meter. “Drainase di sana belum pernah tersentuh cor beton dari Pemko Medan. Selama ini, hanya warga secara swadaya melakukan pembeton drainase di sana. Apalagi di sana ada pasar tradisional, jalannya selalu becek. Mohon ini juga menjadi perhatian Pak,” ungkapnya.

Persoalan banjir ini juga disampaikan Hj Nur Fatimah, warga Komplek Sakura Indah, Medan Tuntungan. Menurutnya, dua tahun pertama ia tinggal di komplek perumahan itu, tidak terkena banjir. “Namun memasuki tahun ketiga hingga saat ini, kami selalu kebanjiran. Kalau sudah turun hujan seperti saat ini, saya sudah stres. Saya sudah tua, tak sanggup lagi menguras-nguras. Mohonlah agar ada solusi dalam mengatasi banjir ini,” pintanya.

Menyikapi hal ini, Burhanuddin Sitepu mengungkapkan, persoalan banjir memang seperti tidak ada selesainya di Kota Medan. Dia pun menyayangkan ketidakhadiran Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan dalam reses tersebut. Tampak hadir hanya Yulisnina, mewakili Dinas Sosial dan Sartika Wahyu, Kasi Trantib Kelurahan Tanjungrejo. Padahal, persoalan banjir pasti selalu muncul dalam setiap reses.

Meski begitu, Burhanuddin siap menampung dan memberi solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat yang hadir. “Kalau saya menilai, ini salah urus. Orang-orang yang menangani persoalan banjir ini bukan ahlinya. Karena sampai sekarang masih meraba, belum ada solusinya. Makanya, serahkan pada ahlinya” kata Burhanuddin yang juga Sekretaris Komisi IV DPRD Medan membidangi pembangunan.

Menurutnya, penyebab banjir ini bukan cuma satu. Karenanya, normalisasi sungai saja tidak cukup kalau drainase tidak diperbaiki. Debit air tidak sebanding dengan drainase yang ada, sehingga ketika hujan deras air meluap ke jalan dan terjadi genangan air.

Burhanuddin juga mengungkapkan, dari pemetaan Pemko Medan, saat ini ada 1.500 titik genangan air di Kota Medan, dari sebelumnya hanya 500 titik. “Tahun 2022, pemko juga sudah mengalokasikan Rp1 triliun untuk mengatasi banjir ini. Jadi, dari segi anggaran tidak ada masalah lagi. Kita lihat saja nanti seperti apa hasilnya. Mudah-mudahan dengan adanya kedekatan emosional Wali Kota Medan dengan Kementerian PUPR, persoalan banjir ini bisa segera diatasi,” harapnya.

Sementara soal pembetonan jalan dan drainase di Jalan Mawar, Lingkungan 8, Kelurahan Tanjungrejo, Burhanuddin meyakini akan terselesaikan dalam waktu dekat. “Realisasinya akan saya sampaikan kepada Pak Kepling,” pungkasnya. (adz)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persoalan banjir masih menghantui warga Kota Medan, khususnya warga Medan Sunggal, Medan Tuntungan, dan Medan Selayang. Apalagi dalam beberapa hari ini, Kota Medan terus diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Keresahan warga ini terungkap dalam Reses Masa Sidang I Tahun III Tahun Anggaran 2021 yang digelar Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu di Jalan Setia Budi Nomor 173-D Lingkungan 8, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu (18/12/2021). Meski hujan mengguyur sejak pagi, namun antusias masyarakat menghadiri reses tersebut cukup tinggi.

Ini terlihat dari ratusan peserta yang hadir dari tiga kecamatan yakni Medan Sunggal, Medan Selayang, dan Medan Tuntungan. Mereka ingin menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada wakil mereka di DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan.

Khairul Hanafi, Kepala Lingkungan (Kepling) 7 Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal, menyampaikan, selama ini warga Kelurahan Tanjungrejo selalu menjadi langganan banjir. Apalagi, ada dua sungai yang membelah Kelurahan Tanjungrejo, yakni Sungai Batuan dan Sungai Selayang.

Jika sungai meluap, sebutnya, warga hampir di semua lingkungan khususnya di Lingkungan 4, 7, 8, 9, 11, 13, 14, 17, dan 19, selalu kebanjiran. “Kalau sudah banjir, kami sebagai kepala lingkungan yang selalu diprotes warga. Jadi, kami mohon kedua sungai itu segera dinormalisasi. Melalui reses ini kami meminta kepada Bapak Burhanuddin Sitepu agar ini disuarakan melalui paripurna DPRD Medan,” harapnya.

Sementara Agustinus Lase, Kepling 8 Tanjungrejo berharap agar dibangun darainase dan perbaikan jalan di Jalan Mawar, dari persimpangan Jalan Setia Budi, sepanjang 130 meter. “Drainase di sana belum pernah tersentuh cor beton dari Pemko Medan. Selama ini, hanya warga secara swadaya melakukan pembeton drainase di sana. Apalagi di sana ada pasar tradisional, jalannya selalu becek. Mohon ini juga menjadi perhatian Pak,” ungkapnya.

Persoalan banjir ini juga disampaikan Hj Nur Fatimah, warga Komplek Sakura Indah, Medan Tuntungan. Menurutnya, dua tahun pertama ia tinggal di komplek perumahan itu, tidak terkena banjir. “Namun memasuki tahun ketiga hingga saat ini, kami selalu kebanjiran. Kalau sudah turun hujan seperti saat ini, saya sudah stres. Saya sudah tua, tak sanggup lagi menguras-nguras. Mohonlah agar ada solusi dalam mengatasi banjir ini,” pintanya.

Menyikapi hal ini, Burhanuddin Sitepu mengungkapkan, persoalan banjir memang seperti tidak ada selesainya di Kota Medan. Dia pun menyayangkan ketidakhadiran Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan dalam reses tersebut. Tampak hadir hanya Yulisnina, mewakili Dinas Sosial dan Sartika Wahyu, Kasi Trantib Kelurahan Tanjungrejo. Padahal, persoalan banjir pasti selalu muncul dalam setiap reses.

Meski begitu, Burhanuddin siap menampung dan memberi solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat yang hadir. “Kalau saya menilai, ini salah urus. Orang-orang yang menangani persoalan banjir ini bukan ahlinya. Karena sampai sekarang masih meraba, belum ada solusinya. Makanya, serahkan pada ahlinya” kata Burhanuddin yang juga Sekretaris Komisi IV DPRD Medan membidangi pembangunan.

Menurutnya, penyebab banjir ini bukan cuma satu. Karenanya, normalisasi sungai saja tidak cukup kalau drainase tidak diperbaiki. Debit air tidak sebanding dengan drainase yang ada, sehingga ketika hujan deras air meluap ke jalan dan terjadi genangan air.

Burhanuddin juga mengungkapkan, dari pemetaan Pemko Medan, saat ini ada 1.500 titik genangan air di Kota Medan, dari sebelumnya hanya 500 titik. “Tahun 2022, pemko juga sudah mengalokasikan Rp1 triliun untuk mengatasi banjir ini. Jadi, dari segi anggaran tidak ada masalah lagi. Kita lihat saja nanti seperti apa hasilnya. Mudah-mudahan dengan adanya kedekatan emosional Wali Kota Medan dengan Kementerian PUPR, persoalan banjir ini bisa segera diatasi,” harapnya.

Sementara soal pembetonan jalan dan drainase di Jalan Mawar, Lingkungan 8, Kelurahan Tanjungrejo, Burhanuddin meyakini akan terselesaikan dalam waktu dekat. “Realisasinya akan saya sampaikan kepada Pak Kepling,” pungkasnya. (adz)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/