27.6 C
Medan
Wednesday, February 21, 2024
spot_img
spot_img

Aisyah Tahu Cairan untuk Menyemprot Wajah Jong-nam Beracun

Siti Aisyah

SUMUTPOS.CO, – Polis Diraja Malaysia (PDM) membantah pernyataan yang menyebut Siti Aisyah dan Doan Thi Huong hanya korban yang dimanfaatkan untuk menghabisi Kim Jong-nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).

Inspektur Jenderal Tan Sri Khalid Abu Bakar selaku Kepala PDM menyatakan, baik Aisyah maupun Doan tahu bahwa cairan yang disemprotkan ke wajah Jong-nam memang mengandung racun. Menurut Tan Sri, kedua tersangka pembunuh itu sudah diperintahkan untuk mencuci tangan mereka setelah menyemprotkan cairan beracun ke kakak tiri pemimpin Korut Kim Jong-un itu.

“Kami mengesampingkan kemungkinan bahwa wanita-wanita ini berpikir serangan itu sebagai lelucon atau bahkan shooting acara televisi,” ujar Tan Sri dalam jumpa pers yang digelar hari ini (22/2).

Karenanya proses penyidikan pun terus berjalan. PDM juga menambah masa penahanan atas Aisyah dan Doan.

“Kami berharap penahanan mereka diperpanjang hari ini untuk tujuh hari lagi,” katanya.

Seperti diketahui, Jong-nam tewas dalam perjalanan ke rumah sakit setelah disemprot cairan beracun di KLIA, Senin (13/2). Berdasar rekaman CCTV, PDM akhirnya membekuk Doan yang berpaspor Vietnam dan Aisyah asal Serang, Banten. (thestar/ara/jpnn)

Siti Aisyah

SUMUTPOS.CO, – Polis Diraja Malaysia (PDM) membantah pernyataan yang menyebut Siti Aisyah dan Doan Thi Huong hanya korban yang dimanfaatkan untuk menghabisi Kim Jong-nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).

Inspektur Jenderal Tan Sri Khalid Abu Bakar selaku Kepala PDM menyatakan, baik Aisyah maupun Doan tahu bahwa cairan yang disemprotkan ke wajah Jong-nam memang mengandung racun. Menurut Tan Sri, kedua tersangka pembunuh itu sudah diperintahkan untuk mencuci tangan mereka setelah menyemprotkan cairan beracun ke kakak tiri pemimpin Korut Kim Jong-un itu.

“Kami mengesampingkan kemungkinan bahwa wanita-wanita ini berpikir serangan itu sebagai lelucon atau bahkan shooting acara televisi,” ujar Tan Sri dalam jumpa pers yang digelar hari ini (22/2).

Karenanya proses penyidikan pun terus berjalan. PDM juga menambah masa penahanan atas Aisyah dan Doan.

“Kami berharap penahanan mereka diperpanjang hari ini untuk tujuh hari lagi,” katanya.

Seperti diketahui, Jong-nam tewas dalam perjalanan ke rumah sakit setelah disemprot cairan beracun di KLIA, Senin (13/2). Berdasar rekaman CCTV, PDM akhirnya membekuk Doan yang berpaspor Vietnam dan Aisyah asal Serang, Banten. (thestar/ara/jpnn)

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/