alexametrics
23.9 C
Medan
Wednesday, October 5, 2022

Hadiri Kampanye Gerakan Baca Koran, Gubernur Edy : Sejarah Koran Panjang Mesti Dijaga

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahyamadi mendorong kaum milenial, terutama pelajar tingkat SMA dan SMK untuk banyak membaca, termasuk membaca koran. Sebab dengan membaca koran, telah turut menjaga aset bangsa. Ia meminta pelajar menggali pengetahuan dengan membaca koran. Gubsu mengatakan, koran bukan saja sebagai media informasi, tetapi juga media ilmu pengetahuan.

Hal itu disampaikan Gubernur Edy pada acara Indonesia Membaca : Kampanye Gerakan Baca Koran yang digelar Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumut kerjasama dengan Pemprovsu di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Kamis (22/09/2022).

Dihadapan ribuan pelajar yang mengikuti acara ini baik yang langsung maupun melalui meetingzoom, Gubernur Edy mengingatkan pelajar untuk mengurangi bermain media sosial. Ia meminta pelajar selektif menerima informasi yang banyak berkembang di media sosial yang belum jelas kebenarannya. Untuk itu, ia mendorong lebih banyak membaca koran atau surat kabar, yang sudah jelas kebenarannya dan anti hoax.

Ditambahkan Edy, koran juga memiliki jasa besar bagi bangsa Indonesia. Di masa perjuangan kemerdekaan Indonesia,  koran menjadi pembakar semangat juang para pahlawan. Perjuangan kemerdekaan tidak hanya dengan angkat senjata, tapi juga dengan menulis di surat kabar.  “Jadi, nilai sejarah koran yang besar dan panjang itu mesti dijaga. Kalian, dengan membaca koran ini berarti menjaga bangsa ini, berarti menyayangi bangsa ini,” tandas Gubernur Edy.

Baca Juga :  Snob, Dumb, Smart!

Kepada para pengelola koran, Edy juga mengingatkan agar koran tetap memperhatikan perkembangan pasar dan terus melakukan inovasi sehingga kontennya bisa dinikmati masyarakat. ‘’Modernisasi tidak bisa ditolak siapapun. Agar dapat menyesuaikan zaman, koran haruslah mengakomodasi semua kebutuhan pembaca, termasuk generasi muda. Apalagi generasi muda merupakan generasi yang berbeda dengan generasi lama. Generasi terkini membutuhkan sesuatu yang ringkas, cepat dan efisien. Koran harus mengikuti demand (permintaan pasar), anak-anak ini maunya efisien,” kata mantan Ketua Umum PSSI itu.

Ia juga akan turut memikirkan bagaimana perkembangan masa depan koran di Sumut di tengah perkembangan era digitalisasi. “Nanti semualah kita pikirkan,” ujar Edy. Edy pun menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah SMA dan SMK untuk menyediakan minimal 5 jenis koran atau surat kabar di sekolah masing-masing. “Nanti tolong diperhatikan itu,” kata Edy.

Pada kesempatan ini, Gubernur juga mengingatkan kepada Kepala Sekolah SMA Negeri dan SMK Negeri di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut untuk tidak membawa politik ke dalam dunia pendidikan. ‘’Saya meminta ajari aja ilmu untuk membangun negeri ini, lebih baik kedepannya. Jangan mengajari anak-anak kita untuk berpolitik,’’ ungkap Gubernur Edy.

Sementara itu, Ketua SPS Sumut, Farianda Sinik Putra, mengatakan acara Indonesia Membaca: Kampanye Gerakan Baca Koran ini merupakan puncak rangkaian kegiatan Kampanye Gerakan Baca Koran bagi kalangan Milenial Sumatera Utara. Kegiatan ini ditujukan untuk menumbuhkan minat baca koran di kalangan milenial. ‘’Sebelumnya, Kampanye Gerakan Baca Koran telah digelar di Kabuaten Serdang Bedagai dan juga Langkat,’’ujar Farianda yang juga Pemimpin Redaksi Medan Pos ini.

Baca Juga :  Sidang Gugatan Pondok Mansyur, Kantor Satpol PP dan Balai Kota Jadi Sita Jaminan

Menurut Farianda Putra Sinik, mau tidak mau koran ataupun surat kabar akan terus menunjukkan eksistensinya di tengah ketatnya persaingan di era digitalisasi ini. Farianda Putra Sinik, yang juga Ketua PWI Sumut itu juga mengharapkan dukungan dari seluruh pihak, termasuk dari jajaran Pemprov Sumut dan Pemkab/Pemko. “Insyallah koran akan terus menyajikan informasi yang positif, informatif dan edukatif kepada pembaca,” sambungnya.

Para pelajar yang hadir tampak antusias mengkuti rangkaian acara. Panitia juga menggelar kuis /pertanyaan berhadiah kepada pelajar yang hadir baik yang luring maupun virtual.

Acara itu turut dihadiri Kadis Pendidikan Sumut, Asren Nasution, Plt Kadis Kominfo Sumut, Ilyas S. Sitorus, para Kepala Sekolah dan guru pendamping. Hadir juga jajaran pengurus SPS Sumut yakni Penasehat SPS Sumut M Syahrir, Sekretaris Rianto Aghly yang juga CEO Sumut24 Grup, Wakil Ketua, Hendrik Prayetno yang juga ketua panitia, Agus Salim Ujung, Bendahara Asih Astuti yang juga Pemimpin Redaksi Sumut Pos, Wakil Bendahara Agus Lubis yang juga Pemimpin Redaksi Harian Realitas dan Wakil Sekretaris Erwin Siregar. Turut hadir Ketua SMSI Sumut, Zulfikar Tanjung, dan Sekretaris Erris J Napitupulu. (gus)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahyamadi mendorong kaum milenial, terutama pelajar tingkat SMA dan SMK untuk banyak membaca, termasuk membaca koran. Sebab dengan membaca koran, telah turut menjaga aset bangsa. Ia meminta pelajar menggali pengetahuan dengan membaca koran. Gubsu mengatakan, koran bukan saja sebagai media informasi, tetapi juga media ilmu pengetahuan.

Hal itu disampaikan Gubernur Edy pada acara Indonesia Membaca : Kampanye Gerakan Baca Koran yang digelar Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumut kerjasama dengan Pemprovsu di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Kamis (22/09/2022).

Dihadapan ribuan pelajar yang mengikuti acara ini baik yang langsung maupun melalui meetingzoom, Gubernur Edy mengingatkan pelajar untuk mengurangi bermain media sosial. Ia meminta pelajar selektif menerima informasi yang banyak berkembang di media sosial yang belum jelas kebenarannya. Untuk itu, ia mendorong lebih banyak membaca koran atau surat kabar, yang sudah jelas kebenarannya dan anti hoax.

Ditambahkan Edy, koran juga memiliki jasa besar bagi bangsa Indonesia. Di masa perjuangan kemerdekaan Indonesia,  koran menjadi pembakar semangat juang para pahlawan. Perjuangan kemerdekaan tidak hanya dengan angkat senjata, tapi juga dengan menulis di surat kabar.  “Jadi, nilai sejarah koran yang besar dan panjang itu mesti dijaga. Kalian, dengan membaca koran ini berarti menjaga bangsa ini, berarti menyayangi bangsa ini,” tandas Gubernur Edy.

Baca Juga :  Komunitas Piknik Asik Kota Medan Pertahankan Taman Beringin

Kepada para pengelola koran, Edy juga mengingatkan agar koran tetap memperhatikan perkembangan pasar dan terus melakukan inovasi sehingga kontennya bisa dinikmati masyarakat. ‘’Modernisasi tidak bisa ditolak siapapun. Agar dapat menyesuaikan zaman, koran haruslah mengakomodasi semua kebutuhan pembaca, termasuk generasi muda. Apalagi generasi muda merupakan generasi yang berbeda dengan generasi lama. Generasi terkini membutuhkan sesuatu yang ringkas, cepat dan efisien. Koran harus mengikuti demand (permintaan pasar), anak-anak ini maunya efisien,” kata mantan Ketua Umum PSSI itu.

Ia juga akan turut memikirkan bagaimana perkembangan masa depan koran di Sumut di tengah perkembangan era digitalisasi. “Nanti semualah kita pikirkan,” ujar Edy. Edy pun menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah SMA dan SMK untuk menyediakan minimal 5 jenis koran atau surat kabar di sekolah masing-masing. “Nanti tolong diperhatikan itu,” kata Edy.

Pada kesempatan ini, Gubernur juga mengingatkan kepada Kepala Sekolah SMA Negeri dan SMK Negeri di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut untuk tidak membawa politik ke dalam dunia pendidikan. ‘’Saya meminta ajari aja ilmu untuk membangun negeri ini, lebih baik kedepannya. Jangan mengajari anak-anak kita untuk berpolitik,’’ ungkap Gubernur Edy.

Sementara itu, Ketua SPS Sumut, Farianda Sinik Putra, mengatakan acara Indonesia Membaca: Kampanye Gerakan Baca Koran ini merupakan puncak rangkaian kegiatan Kampanye Gerakan Baca Koran bagi kalangan Milenial Sumatera Utara. Kegiatan ini ditujukan untuk menumbuhkan minat baca koran di kalangan milenial. ‘’Sebelumnya, Kampanye Gerakan Baca Koran telah digelar di Kabuaten Serdang Bedagai dan juga Langkat,’’ujar Farianda yang juga Pemimpin Redaksi Medan Pos ini.

Baca Juga :  Sidang Gugatan Pondok Mansyur, Kantor Satpol PP dan Balai Kota Jadi Sita Jaminan

Menurut Farianda Putra Sinik, mau tidak mau koran ataupun surat kabar akan terus menunjukkan eksistensinya di tengah ketatnya persaingan di era digitalisasi ini. Farianda Putra Sinik, yang juga Ketua PWI Sumut itu juga mengharapkan dukungan dari seluruh pihak, termasuk dari jajaran Pemprov Sumut dan Pemkab/Pemko. “Insyallah koran akan terus menyajikan informasi yang positif, informatif dan edukatif kepada pembaca,” sambungnya.

Para pelajar yang hadir tampak antusias mengkuti rangkaian acara. Panitia juga menggelar kuis /pertanyaan berhadiah kepada pelajar yang hadir baik yang luring maupun virtual.

Acara itu turut dihadiri Kadis Pendidikan Sumut, Asren Nasution, Plt Kadis Kominfo Sumut, Ilyas S. Sitorus, para Kepala Sekolah dan guru pendamping. Hadir juga jajaran pengurus SPS Sumut yakni Penasehat SPS Sumut M Syahrir, Sekretaris Rianto Aghly yang juga CEO Sumut24 Grup, Wakil Ketua, Hendrik Prayetno yang juga ketua panitia, Agus Salim Ujung, Bendahara Asih Astuti yang juga Pemimpin Redaksi Sumut Pos, Wakil Bendahara Agus Lubis yang juga Pemimpin Redaksi Harian Realitas dan Wakil Sekretaris Erwin Siregar. Turut hadir Ketua SMSI Sumut, Zulfikar Tanjung, dan Sekretaris Erris J Napitupulu. (gus)

Most Read

Perekaman e-KTP Harus Jemput Bola

Satu Lolos, Tiga Kandas

Sutan Merasa Klop dengan RE

Artikel Terbaru

/