30.6 C
Medan
Wednesday, February 28, 2024
spot_img
spot_img

Puncak Musim Penghujan, DPRD Sumut Minta Pemprovsu Antisipasi Longsor dan Banjir

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemprov Sumut beserta pihak terkait untuk mengantisipasi terjadinya banjir dan longsor. Mengingat, bulan November dan Desember tercatat sebagai puncak musim penghujan di wilayah Sumut.

Seperti diketahui, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan menyebutkan, puncak musim hujan di Medan akan berlangsung hingga akhir November 2022.

Sementara itu, untuk musim hujan di wilayah Sumut lainnya, diperkirakan akan mengalami puncaknya pada akhir Desember tahun ini.

“Untuk itu saya meminta BPBD dan seluruh pihak terkait agar mengantisipasi terjadinya longsor, terutama di titik-titik jalan nasional, provinsi, maupun kabupaten. Seperti akses ke Parapat dan jalur Medan – Berastagi. Ini jangan sampai arus transportasi kita terputus, apalagi menjelang natal dan tahun baru nanti,” ucap Baskami, Jumat (24/11).

Menurut Baskami, para pemangku kepentingan harus meningkatkan kesiapsiagaannya guna mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.

“Drainase-drainase dan pintu-pintu air yang sudah ada harus dipantau, apakah berfungsi atau tidak. Kita harus maping mana-mana saja titik-titik yang rawan banjir dan longsor,” ujarnya.

Menurut Politisi PDI Perjuangan itu, upaya deteksi dini juga dapat dilakukan dengan memperkuat koordinasi masyarakat hingga tingkat desa.

“Masyarakat melalui aparatur desa, saya minta senantiasa melaporkan apabila ada di lingkungan sekitarnya yang berpotensi terjadi kenaikan volume air maupun tanah longsor,” katanya.

Baskami juga mendorong pemerintah daerah di kabupaten dan kota, melalui dinas terkait untuk melakukan pemeriksaan secara berkala, sarana dan prasarana, serta perlengkapan siaga bencana.

“Agar nantinya bila terjadi bencana banjir bandang maupun tanah longsor dapat segera ditangani, agar tidak menimbulkan korban karena penanganannya lama akibat peralatan yang tak lengkap,” tambahnya.

Menurut Baskami, dengan kuatnya koordinasi antara Pemprov, Pemda, BPBD, Polri, TNI dan masyarakat, maka upaya mitigasi bencana dapat berjalan dengan baik.

“Kita berdoa agar Sumatera Utara baik-baik saja,tidak terkena banjir maupun longsor pada musim penghujan kali ini,” pungkasnya.
(map)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemprov Sumut beserta pihak terkait untuk mengantisipasi terjadinya banjir dan longsor. Mengingat, bulan November dan Desember tercatat sebagai puncak musim penghujan di wilayah Sumut.

Seperti diketahui, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan menyebutkan, puncak musim hujan di Medan akan berlangsung hingga akhir November 2022.

Sementara itu, untuk musim hujan di wilayah Sumut lainnya, diperkirakan akan mengalami puncaknya pada akhir Desember tahun ini.

“Untuk itu saya meminta BPBD dan seluruh pihak terkait agar mengantisipasi terjadinya longsor, terutama di titik-titik jalan nasional, provinsi, maupun kabupaten. Seperti akses ke Parapat dan jalur Medan – Berastagi. Ini jangan sampai arus transportasi kita terputus, apalagi menjelang natal dan tahun baru nanti,” ucap Baskami, Jumat (24/11).

Menurut Baskami, para pemangku kepentingan harus meningkatkan kesiapsiagaannya guna mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.

“Drainase-drainase dan pintu-pintu air yang sudah ada harus dipantau, apakah berfungsi atau tidak. Kita harus maping mana-mana saja titik-titik yang rawan banjir dan longsor,” ujarnya.

Menurut Politisi PDI Perjuangan itu, upaya deteksi dini juga dapat dilakukan dengan memperkuat koordinasi masyarakat hingga tingkat desa.

“Masyarakat melalui aparatur desa, saya minta senantiasa melaporkan apabila ada di lingkungan sekitarnya yang berpotensi terjadi kenaikan volume air maupun tanah longsor,” katanya.

Baskami juga mendorong pemerintah daerah di kabupaten dan kota, melalui dinas terkait untuk melakukan pemeriksaan secara berkala, sarana dan prasarana, serta perlengkapan siaga bencana.

“Agar nantinya bila terjadi bencana banjir bandang maupun tanah longsor dapat segera ditangani, agar tidak menimbulkan korban karena penanganannya lama akibat peralatan yang tak lengkap,” tambahnya.

Menurut Baskami, dengan kuatnya koordinasi antara Pemprov, Pemda, BPBD, Polri, TNI dan masyarakat, maka upaya mitigasi bencana dapat berjalan dengan baik.

“Kita berdoa agar Sumatera Utara baik-baik saja,tidak terkena banjir maupun longsor pada musim penghujan kali ini,” pungkasnya.
(map)

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/