27.6 C
Medan
Wednesday, February 21, 2024
spot_img
spot_img

Sudah 2 Minggu Stok Vaksin Covid-19 di Medan Masih Kosong, Pemko Medan Belum Dapat Kiriman Vaksin

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aktivitas vaksinasi Covid-19 pada faskes-faskes di Kota Medan telah berhenti sementara waktu. Berhentinya aktivitas vaksinasi Covid-19 tersebut telah terjadi sejak dua minggu yang lalu. Alasannya, Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengaku telah kekosongan stok vaksin Covid-19 sejak dua pekan terakhir.

“Stok vaksin kita memang kosong sejak dua minggu terakhir. Jadi saat ini tidak ada aktivitas vaksinasi,” ucap Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Medan, Zulhilminil kepada Sumut Pos, Rabu (26/10/2022).

Dikatakan Zul, kekosongan Vaksin Covid-19 itu terjadi karena tidak adanya kiriman vaksin dari Dinas Kesehatan Sumut. Sementara, Dinkes Sumut juga mengaku kekosongan stok vaksin karena masih belum mendapatkan kiriman vaksin dari pemerintah pusat.

“Stok vaksin kita belum dikirim dari Dinkes Sumut, Dinkes Sumut belum dapat kiriman dari pusat,” ujarnya.

Menurut Zul, pihaknya di Dinkes Medan telah menyurati Dinkes Sumut agar bisa segera mendapatkan Vaksin Covid-19. Rencananya, stok vaksin tersebut akan diterima Pemko Medan pada akhir bulan Oktober ini.

“Infonya akhir bulan ini masuk, tapi begitu pun nanti akan kita tanya lagi kepastiannya ke Dinkes Sumut,” katanya.

Terkait adanya aturan yang mewajibkan vaksin booster untuk perjalanan ke luar kota atau luar negeri, Zul mengaku aturan tersebut tetap berlaku meskipun stok vaksin di Medan tengah kosong. Pasalnya, aturan tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat.

“Aturan itu tetap berlaku, tidak bisa kita pemerintah daerah meniadakan kebijakan itu karena kosongnya stok vaksin. Kita berharap kiriman vaksin bisa segera datang, jadi vaksinasi di Medan bisa kembali berjalan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST meminta Dinas Kesehatan Kota Medan untuk lebih aktif dalam menyediakan stok vaksin Covid-19 di Kota Medan. Ia meminta agar Dinkes Medan tidak hanya menunggu, tetapi juga mau ‘menjemput bola’.

“Harapan kita Dinkes Medan bisa ‘jemput bola’, tidak hanya menunggu. Dinkes Medan harus lebih meningkatkan koordinasinya ke Dinkes Sumut dan pihak terkait agar stok vaksin Covid-19 kembali tersedia dan proses vaksinasi bisa kembali berlanjut di Medan,” ucap Sudari kepada Sumut Pos, Rabu (26/10/2022).

Dikatakan Ketua Fraksi PAN Kota Medan itu, aktivitas vaksinasi di Kota Medan harus kembali berlanjut. Pasalnya, masih cukup banyak warga Kota Medan yang belum divaksinasi, terutama yang belum mengikuti vaksinasi booster.

“Sementara, vaksinasi booster ini menjadi salah satu syarat bagi pelaku perjalanan. Jangan sampai karena kosongnya stok vaksin, warga yang ingin berangkat ke luar kota atau luar negeri menjadi terbambat, yang seharusnya cukup dengan swab antigen, terpaksa harus PCR karena belum divaksinasi booster. Bukan karena tidak mau, tapi karena tidak ada stok vaksin,” tuturnya.

Sudari juga berharap, Dinkes Sumut dapat terus mengupayakan datangnya kiriman vaksin Covid-19 dari pusat dan mengirimnya untuk Dinkes Medan.

“Masyarakat yang ingin divaksin harus difasilitasi dengan baik, jangan sampai kondisi ini berlangsung dalam waktu yang lama dan berlarut-larut. Kita harapkan rencana datangnya vaksin di akhir Bulan Oktober ini bisa segera terwujud,” tutupnya.
(map/ila)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aktivitas vaksinasi Covid-19 pada faskes-faskes di Kota Medan telah berhenti sementara waktu. Berhentinya aktivitas vaksinasi Covid-19 tersebut telah terjadi sejak dua minggu yang lalu. Alasannya, Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengaku telah kekosongan stok vaksin Covid-19 sejak dua pekan terakhir.

“Stok vaksin kita memang kosong sejak dua minggu terakhir. Jadi saat ini tidak ada aktivitas vaksinasi,” ucap Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Medan, Zulhilminil kepada Sumut Pos, Rabu (26/10/2022).

Dikatakan Zul, kekosongan Vaksin Covid-19 itu terjadi karena tidak adanya kiriman vaksin dari Dinas Kesehatan Sumut. Sementara, Dinkes Sumut juga mengaku kekosongan stok vaksin karena masih belum mendapatkan kiriman vaksin dari pemerintah pusat.

“Stok vaksin kita belum dikirim dari Dinkes Sumut, Dinkes Sumut belum dapat kiriman dari pusat,” ujarnya.

Menurut Zul, pihaknya di Dinkes Medan telah menyurati Dinkes Sumut agar bisa segera mendapatkan Vaksin Covid-19. Rencananya, stok vaksin tersebut akan diterima Pemko Medan pada akhir bulan Oktober ini.

“Infonya akhir bulan ini masuk, tapi begitu pun nanti akan kita tanya lagi kepastiannya ke Dinkes Sumut,” katanya.

Terkait adanya aturan yang mewajibkan vaksin booster untuk perjalanan ke luar kota atau luar negeri, Zul mengaku aturan tersebut tetap berlaku meskipun stok vaksin di Medan tengah kosong. Pasalnya, aturan tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat.

“Aturan itu tetap berlaku, tidak bisa kita pemerintah daerah meniadakan kebijakan itu karena kosongnya stok vaksin. Kita berharap kiriman vaksin bisa segera datang, jadi vaksinasi di Medan bisa kembali berjalan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST meminta Dinas Kesehatan Kota Medan untuk lebih aktif dalam menyediakan stok vaksin Covid-19 di Kota Medan. Ia meminta agar Dinkes Medan tidak hanya menunggu, tetapi juga mau ‘menjemput bola’.

“Harapan kita Dinkes Medan bisa ‘jemput bola’, tidak hanya menunggu. Dinkes Medan harus lebih meningkatkan koordinasinya ke Dinkes Sumut dan pihak terkait agar stok vaksin Covid-19 kembali tersedia dan proses vaksinasi bisa kembali berlanjut di Medan,” ucap Sudari kepada Sumut Pos, Rabu (26/10/2022).

Dikatakan Ketua Fraksi PAN Kota Medan itu, aktivitas vaksinasi di Kota Medan harus kembali berlanjut. Pasalnya, masih cukup banyak warga Kota Medan yang belum divaksinasi, terutama yang belum mengikuti vaksinasi booster.

“Sementara, vaksinasi booster ini menjadi salah satu syarat bagi pelaku perjalanan. Jangan sampai karena kosongnya stok vaksin, warga yang ingin berangkat ke luar kota atau luar negeri menjadi terbambat, yang seharusnya cukup dengan swab antigen, terpaksa harus PCR karena belum divaksinasi booster. Bukan karena tidak mau, tapi karena tidak ada stok vaksin,” tuturnya.

Sudari juga berharap, Dinkes Sumut dapat terus mengupayakan datangnya kiriman vaksin Covid-19 dari pusat dan mengirimnya untuk Dinkes Medan.

“Masyarakat yang ingin divaksin harus difasilitasi dengan baik, jangan sampai kondisi ini berlangsung dalam waktu yang lama dan berlarut-larut. Kita harapkan rencana datangnya vaksin di akhir Bulan Oktober ini bisa segera terwujud,” tutupnya.
(map/ila)

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/