dr Dimas Sofani Lubis: Gotong Royong Warisan Pendiri Bangsa yang Harus Terus Dihidupkan

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com – Semangat gotong royong dinilai tetap menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan dan menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat. Nilai tersebut merupakan warisan para pendiri bangsa sekaligus wujud nyata pengamalan Pancasila yang harus terus dipelihara di tengah derasnya arus perubahan zaman.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Golkar, dr Dimas Sofani Lubis, saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal, Minggu (12/7/2026).
Menurut Dimas, gotong royong bukan sekadar budaya yang diwariskan turun-temurun, melainkan cerminan nilai-nilai luhur Pancasila yang mampu memperkuat solidaritas dan kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
"Gotong royong merupakan warisan para pendiri bangsa. Gotong royong adalah pengamalan nyata dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila," ujarnya.
Dalam kegiatan yang turut dihadiri perwakilan Kecamatan Medan Sunggal, Kelurahan Tanjungrejo, serta Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, Dadang Darmawan Pasaribu, Dimas mengungkapkan keprihatinannya terhadap mulai memudarnya budaya gotong royong di tengah masyarakat.
Padahal, menurutnya, berbagai persoalan lingkungan maupun sosial akan lebih mudah diselesaikan apabila masyarakat memiliki semangat bekerja bersama.
"Kalau gotong royong terus dijaga, banyak persoalan bisa diselesaikan dengan lebih mudah. Lingkungan juga akan menjadi lebih bersih apabila masyarakat rutin bergotong royong membersihkannya setiap minggu," katanya.
Kepling Diminta Menjadi Teladan
Dialog yang berlangsung dalam kegiatan tersebut juga diwarnai berbagai masukan dari masyarakat.
Salah seorang warga, Robert, berharap pemerintah kelurahan bersama kepala lingkungan dapat menjadi ujung tombak dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat melalui keteladanan.
Menurutnya, pemahaman mengenai Pancasila tidak cukup hanya disampaikan melalui imbauan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk menghidupkan kembali budaya gotong royong.



