GM Pertamina Sumbagut: Recovery Suplai BBM Berjalan Normal, Antrean di SPBU Mulai Terurai

MEDAN - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus mengoptimalkan percepatan dan normalisasi pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) ke seluruh SPBU di Sumatera Utara.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok BBM tetap aman sehingga antrean kendaraan di sejumlah SPBU mulai terurai dan berangsur normal.
Hal tersebut disampaikan Executive General Manager (GM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, bersama Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, saat melakukan monitoring distribusi BBM di SPBU Jalan Krakatau, Kota Medan, Sabtu (18/7/2026).
Sunardi menjelaskan, Pertamina mengambil langkah cepat sejak Rabu malam dengan memperkuat armada distribusi BBM ke SPBU. Selain mengoperasikan 130 mobil tangki reguler, Pertamina juga menambah 10 unit mobil tangki operasional serta mengalihkan 30 unit mobil tangki yang sebelumnya melayani sektor industri untuk mempercepat distribusi ke SPBU.
"Tepatnya Rabu malam, kami melakukan langkah konkret dengan penguatan armada untuk suplai ke SPBU. Di samping armada reguler sebanyak 130 mobil tangki, kami menambah 10 unit operasional serta 30 unit mobil tangki yang biasa menyuplai sektor industri untuk memperkuat distribusi ke SPBU," ujar Sunardi.
Selain penambahan armada, Pertamina juga meningkatkan penyaluran BBM hingga mencapai 120 persen dari kondisi normal. Langkah ini dilakukan agar proses pemulihan pasokan di SPBU berlangsung lebih cepat.
"Mulai Kamis malam hingga Jumat, realisasi pengiriman ke SPBU sudah mencapai 112 persen. Hari ini kami tingkatkan menjadi 120 persen agar recovery suplai di SPBU berjalan normal dan stok tetap tersedia," katanya.
Menurut Sunardi, antrean di sejumlah SPBU kini mulai terurai. Meski masih terdapat beberapa titik yang mengalami antrean, kondisi tersebut lebih dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat atau panic buying, bukan karena kekurangan stok.
"Dengan ketersediaan stok di SPBU, kami berharap antrean terus berkurang. Dalam satu hingga dua hari ke depan, kondisi diharapkan kembali normal," ujarnya.
Ia menegaskan Pertamina terus melakukan pemetaan dan pemantauan terhadap SPBU yang sebelumnya mengalami antrean panjang agar distribusi tetap menjadi prioritas.



