
MEDAN, Sumutpos.jawapos.com – Kekhawatiran warga terhadap potensi penyebaran demam berdarah dengue (DBD) meningkat seiring tingginya intensitas hujan di Kota Medan. Kondisi tersebut dinilai membuat lingkungan lebih rentan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Keresahan itu disampaikan warga Kelurahan Asam Kumbang saat mengikuti kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Kota Medan Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan yang digelar Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Golkar, dr Dimas Sofani Lubis.
Kegiatan berlangsung di Jalan Keluarga Nomor 124, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (30/8/2026).
Dalam forum tersebut, warga meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) segera melakukan fogging di lingkungan permukiman.
“Mohon sampaikan kepada Pemko Medan pak, buatlah fogging di sini. Ini kan musim hujan pak, takut kita banyak nyamuk DBD,” ujar salah seorang warga, Latifah Hanum.
Fogging Tak Bisa Sembarangan
Menanggapi permintaan tersebut, perwakilan Dinkes Medan sekaligus Kepala Puskesmas Pembantu Asam Kumbang, dr Novelina Siahaan, menjelaskan bahwa fogging tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan kekhawatiran masyarakat.
Menurutnya, pengasapan baru dapat dilakukan apabila terdapat kasus DBD yang telah dibuktikan melalui pemeriksaan laboratorium.
“Kalau tidak ditemukan kasus DBD, maka kita tidak bisa melakukan fogging. Kalau tidak ditemukan kasus, langkah yang perlu dilakukan adalah dengan membersihkan lingkungan,” jelas Novelina.



