Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
Dirut BPJS Kesehatan Prihati Pujo Waskito. (DOK: BPJS Kesehatan)
Dirut BPJS Kesehatan Prihati Pujo Waskito. (DOK: BPJS Kesehatan)

Advertisement

 

SURABAYA, Sumutpos.jawapos.com– BPJS Kesehatan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada peserta JKN melalui Customer eXcellence 126 (CX126), yang dirancang untuk mengukur implementasi customer excellence di 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan.

 Selain itu, juga mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat menjadi pembelajaran dan diterapkan secara lebih luas.

Advertisement

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujo Waskito, mengatakan bahwa perkembangan ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik membuat pengalaman peserta menjadi bagian penting dalam membangun reputasi dan kepercayaan publik. 

Baginya, di era keterbukaan informasi, customer experience adalah pilar utama pembentuk reputasi dan kepercayaan publik, Jumat (4/9/2026).

Advertisement

"Oleh karena itu, kita harus adaptif dalam memahami ekspektasi peserta serta tanggap memberikan solusi. Peserta tidak hanya membutuhkan layanan yang dapat diakses, tetapi juga kepastian informasi dan kualitas pelayanan yang konsisten, baik ketika berinteraksi melalui Kantor Cabang maupun kanal layanan seperti Care Center 165, Mobile JKN, PANDAWA, dan kanal digital lainnya,” kata Pujo.

CX126 menjadi salah satu upaya BPJS Kesehatan untuk membangun standar pelayanan yang berorientasi pada prinsip Mudah, Cepat, Setara, dan Solutif. Menurut Pujo, CX126 tidak sekadar mencari Kantor Cabang dengan performa terbaik, tetapi juga melihat faktor yang membentuk keunggulan pelayanan agar dapat direplikasi di Kantor Cabang lainnya.

“Keberhasilan di satu Kantor Cabang harus menjadi inspirasi bagi Kantor Cabang lainnya. Best practice yang telah teruji harus kita replikasi, sehingga pelayanan terbaik menjadi standar kolektif kita bersama,” ujar Pujo.

Pujo menjelaskan, CX126 menggunakan pendekatan penilaian yang komprehensif melalui delapan pilar, yaitu Customer Experience, Operational Performance, Digital Maturity, Governance, Risk Management, Stakeholder Engagement, People Excellence, dan Organizational Culture.

 Selain itu, penilaian juga melibatkan Voice of Customer untuk memastikan pengalaman peserta menjadi bagian dari pengukuran kualitas pelayanan.

Advertisement

Artikel Terkait

54 Juta Peserta BPJS Kesehatan Tidak Aktif, Defisit Terancam Rp2 Triliun per Bulan

54 Juta Peserta BPJS Kesehatan Tidak Aktif, Defisit Terancam Rp2 Triliun per Bulan

Sebanyak 54 juta peserta BPJS Kesehatan tidak aktif akibat tunggakan iuran. Kondisi ini memicu tekanan keuangan hingga Rp2 triliun per bulan

BPJS Kesehatan Luncurkan NADI JKN, Solusi Menabung Iuran agar Kepesertaan Tetap Aktif 

BPJS Kesehatan Luncurkan NADI JKN, Solusi Menabung Iuran agar Kepesertaan Tetap Aktif 

BPJS Kesehatan meluncurkan Program NADI JKN untuk membantu peserta menabung iuran secara bertahap agar kepesertaan tetap aktif dan terlindun

Komisi E DPRD Sumut Desak Investigasi Buruknya Pelayanan di RS Hermina, BPJS Kesehatan Diminta Hentikan Kerjasama

Komisi E DPRD Sumut Desak Investigasi Buruknya Pelayanan di RS Hermina, BPJS Kesehatan Diminta Hentikan Kerjasama

Komisi E DPRD Sumut menggelar RDP terkait dugaan malpraktik di RS Hermina. Di mana pasien meninggal dunia.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer