Banjir Meluas di Sumut, 694 Warga Terdampak di Langkat, 603 Orang Dievakuasi di Medan

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com – Bencana banjir dan tanah longsor melanda tujuh kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur sejumlah wilayah. Ratusan rumah terendam, akses jalan terganggu, dan ratusan warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal untuk menyelamatkan diri.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut per Kamis (29/10/2026) pukul 09.00 WIB, bencana terjadi di Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Padang Lawas Utara, Kota Medan, dan Kota Binjai.
Dari tujuh daerah tersebut, lima dilanda banjir, sedangkan dua lainnya mengalami tanah longsor. Medan menjadi salah satu wilayah dengan dampak evakuasi terbesar, yakni 603 warga yang dipindahkan ke sejumlah lokasi pengungsian. Sementara itu, di Kabupaten Langkat, sebanyak 694 jiwa dilaporkan terdampak banjir.
Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih mengatakan, penanganan bencana masih berlangsung melalui koordinasi antara BPBD provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Pendataan terhadap warga terdampak, kerusakan, serta kebutuhan penanganan juga terus dilakukan.
“Curah hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Saat ini, pemerintah daerah bersama BPBD setempat masih melakukan penanganan, pendataan dampak, serta pemantauan terhadap kondisi di lokasi terdampak,” ujarnya.
603 Warga Dievakuasi, Banjir Medan Capai 1,5 Meter
Di Kota Medan, banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Rabu (28/10/2026) malam. Sejumlah kawasan di Kecamatan Medan Tuntungan, Medan Maimun, Medan Johor, dan Medan Helvetia terdampak genangan.
Lokasi yang dilaporkan terdampak meliputi Kelurahan Tanjung Selamat, Sei Mati, Kampung Baru, Hamdan, Aur, Gedung Johor, Kwala Bekala, dan Tanjung Gusta.
Ketinggian air bervariasi, mulai 20 sentimeter hingga 150 sentimeter. Di kawasan Sei Mati dan sekitar Jembatan Sigra-sigra, genangan dilaporkan mencapai 100–150 sentimeter. Sementara di Gedung Johor dan Kwala Bekala, ketinggian air berkisar 60–100 sentimeter.
Kondisi tersebut memaksa ratusan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Berdasarkan laporan sementara BPBD Sumut, sebanyak 603 orang telah dievakuasi ke sejumlah lokasi, termasuk kantor kelurahan, masjid, dan musala.
Tempat pengungsian yang digunakan antara lain Kantor Lurah Sei Mati, Masjid Abidin, Musala Al Amin, Masjid Muttaqin, Masjid Al Hasanah, dan Masjid Ubudiyah.



