23.9 C
Medan
Thursday, February 22, 2024
spot_img
spot_img

Antisipasi Kepulangan TKI dari Malaysia, Sumut Perketat Jalur Tikus

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sumatera Utara memperketat jalur tikus untuk mengantisipasi kepulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ataupun Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari negeri jiran, Malaysia. Ikhtiar ini sebagai langkah menekan penularan pandemi Covid-19, yang kian meningkat di wilayah Sumut.

RAKOR: Satgas Penanganan Covid-19 Sumatera Utara dan Deliserdang menggelar rapat koordinasi di Aula Kantor Bupati Deliserdang, Senin (24/5).

“Dari hasil evaluasi tim yang kita bentuk, ada dua persoalan kita di Sumut karena letak geografisnya berdekatan sekali dengan negara tetangga Malaysia. Yang baru kembali dari Malaysian

PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang melalui Kualanamu itu dilakukan isolasi selama lima hari,” kata Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahyamadi menjawab wartawan, kemarin (25/5).

Menurutnya, masih banyaknya ‘pendatang haram’ dari luar negeri yang masuk ke Indonesia melalui jalur ilegal, juga menjadi salah satu penyebab wabah Corona meningkat di Sumut. “Tetapi yang ilegal, yang menggunakan perahu-perahu nelayan, melalui Tanjungbalai, Batubara, Asahan, ini yang sulit kita mengontrol, karena melalui pintu-pintu tikus istilah kita. Sehingga dia langsung pulang ke rumah. Ada yang pulang sampai ke Tapanuli sana, ke Deliserdang. Inilah yang membuat wabah,” tegas mantan Pangkostrad itu.

Bersama Forkopimda Sumut, ke depan ia akan memperketat pengawasan terhadap kondisi dimaksud. “Sementara ini kita akan kembalikan. Kita akan atur, kita sekat kembali. Kita bersama-sama Forkopimda ada Pangdam, Kapolda, Kajati, bersama-sama untuk menghentikan ini semua,” pungkasnya.

Deliserdang Jadi Perhatian

Sejalan dengan hal itu, sebelumnya Satgas Penanganan Covid-19 Sumut dan Deliserdang meningkatkan koordinasi membahas berbagai langkah untuk menurunkan jumlah kasus Covid-19 di Deli Serdang. Apalagi, hingga 23 Mei 2021, angka positif rate di Deliserdang 15,31 persen, tingkat kematian mencapai 5,68 persen, sementara tingkat kesembuhan mencapai 86,45 persen.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Arsyad Lubis, mewakili Gubsu Edy Rahmayadi selaku Kasatgas, menyampaikan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Satgas Deliserdang untuk bersinergi dengan satgas provinsi. Di antaranya, pengetatan protokol kesehatan (prokes) hingga tingkat desa, serta meninjau kembali standar operasional rumah sakit dalam menangani pasien.

“Langkah tersebut akan dituangkan ke dalam rencana kerja bersama antara Satgas Penanganan Covid-19 provinsi dengan Deliserdang, kita harapkan dalam dua minggu ke depan kasus penularan Covid-19 di Deliserdang menurun,” kata Arsyad usai mengikuti Rakor Penanganan Covid-19 Sumut dengan Satgas Penanganan Covid-19 Deliserdang di Aula Kantor Bupati Deliserdang, Lubuk Pakam, Senin (24/5) lalu.

Dikatakannya, peningkatan kasus di Deliserdang menjadi perhatian Satgas Penanganan Covid-19 Sumut. Sinergi penanganan Covid-19 di daerah ini perlu terus ditingkatkan dan berkesinambungan. Selain pengetatan prokes dan memperbaiki standar operasional prosedur (SOP) penanganan pasien Covid-19, Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan menambahkan beberapa langkah. Di antaranya, melakukan tracing serinci mungkin, sehingga menghasilkan kesimpulan yang tepat.

Ashari mengakui, dalam dua minggu terakhir ada tren peningkatan kasus Covid-19 di wilayahnya. Pihaknya akan terus berupaya menurunkan kasus Covid-19, juga terbuka dengan semua saran dan petunjuk dari berbagai pihak, termasuk Satgas Penanganan Covid-19 Sumut.

Usai pertemuan, pihaknya bersama satgas provinsi akan merumuskan rencana kerja atau langkah aksi. Diharapkan dalam dua minggu ke depan kasus Covid-19 di Deliserdang sudah menurun. Ashari juga mengapresiasi Gubernur Edy Rahmayadi yang menawari bantuan secara langsung dalam menangani Covid-19 di Sumut.

Anggota Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Sumut, Restuti Hidayani Saragih menambahkan, SOP penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit perlu ditingkatkan. Begitu pula dengan SOP pelaksanaan isolasi mandiri di rumah. Untuk itu, Restuti meminta satgas Deliserdang agar memperbanyak kapasitas isolasi terpusat.

4 WN Malaysia Positif Covid-19 Diisolasi

Sementara itu, empat warga negara (WN) Malaysia terkonfirmasi positif Covid-19, setelah menjalani pemeriksaan swab PCR saat tiba di Bandara Internasional Kualanamu pada Senin (24/5) dan Selasa (25/4). Karena itu, keempatnya harus diisolasi guna mencegah penularan virus Corona kepada orang lain.

Sub Koordinator Pengendalian Karantina Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dr Heti mengatakan, keempatnya saat ini sudah diisolasi di RSUD Deliserdang. “Hasil pemeriksaan swab PCR-nya positif, mereka langsung dirujuk ke rumah sakit untuk diisolasi,” kata Heti dikonfirmasi wartawan, Rabu (26/5).

Dia menjelaskan, sesuai SOP, terutama bagi pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Bandara Kualanamu akan dikarantina selama 5 x 24 jam. Setibanya di bandara, petugas KKP juga akan langsung melakukan swab PCR dan swab kedua pada saat masa karantinanya selesai. “Mereka akan dikarantina sembari menunggu hasil swabnya keluar. Dari pemeriksaan itu, kita dapatkan 4 orang dengan hasil pemeriksaan positif Covid-19,” jelasnya.

Heti menyebutkan, keempat WN Malaysia itu anehnya mengantongi hasil swab dengan keterangan negatif Covid-19 saat tiba di bandara. Para WNA Malaysia tersebut membawa dokumen swab dengan hasil pemeriksaan negatif Covid-19. “Meski begitu, peraturannya tetap akan dikarantina dan dilakukan pemeriksaan swab PCR. Jika hasilnya negatif, maka swab akan kembali dilakukan saat masa karantina berakhir lalu baru boleh keluar,” tukasnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut, dr Aris Yudhariansyah mengatakan, hasil pemeriksaan keempat WNA Malaysia itu didapatkan pada Selasa (25/5) malam. Menurut dia, saat ini penanganan super ketat memang dilakukan di bandara dalam mengantisipasi masuknya virus Covid-19 varian India B1617. “Makanya penanganan kita sekarang super ketat di bandara. Bahkan, untuk hasil rapid antigen positif akan langsung dikirim ke rumah sakit untuk isolasi,” paparnya.

Aris juga mengatakan, apalagi Malaysia saat ini sedang memberlakukan kebijakan lockdown akibat gelombang Covid-19 yang kembali berlangsung. Oleh karena itu, Sumut harus semakin waspada guna mencegah importasi virus Corona dari Negeri Jiran tersebut. “Kita khawatir virus India sampai masuk ke Sumut. Apalagi, kita melihat di Malaysia juga banyak WN dari India,” pungkasnya.

Terkait perkembangan kasus baru Covid-19 Sumut, Jubir Satgas Covid-19 Sumut ini menyebutkan, per tanggal 26 Mei 2021 terdapat penambahan positif 85 orang, sembuh 77 orang dan meninggal 3 orang. “Total positif Covid-19 saat ini mencapai 31.557 orang, sembuh 28.098 orang dan meninggal 1.035 orang,” beber Aris.

Kasus baru positif didapatkan dari Medan 34 orang, Deliserdang 17 orang, Simalungun 12 orang, Dairi 10 orang, Tapanuli Utara 9 orang, dan Tanjungbalai 3 orang. Sedangkan angka kesembuhan diperoleh dari Deliserdang 40 orang dan Medan 37 orang. Sementara, angka meninggal dunia akibat Corona didapatkan dari Medan 3 orang. Untuk kasus suspek, bertambah 19 orang dan kini jumlahnya menjadi 970 orang.

“Diimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan konsisten melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Protokol kesehatan harus melekat dalam setiap aktivitas kita. Tidak boleh lengah menjalankan 5M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” pungkasnya. (prn/ris)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sumatera Utara memperketat jalur tikus untuk mengantisipasi kepulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ataupun Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari negeri jiran, Malaysia. Ikhtiar ini sebagai langkah menekan penularan pandemi Covid-19, yang kian meningkat di wilayah Sumut.

RAKOR: Satgas Penanganan Covid-19 Sumatera Utara dan Deliserdang menggelar rapat koordinasi di Aula Kantor Bupati Deliserdang, Senin (24/5).

“Dari hasil evaluasi tim yang kita bentuk, ada dua persoalan kita di Sumut karena letak geografisnya berdekatan sekali dengan negara tetangga Malaysia. Yang baru kembali dari Malaysian

PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang melalui Kualanamu itu dilakukan isolasi selama lima hari,” kata Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahyamadi menjawab wartawan, kemarin (25/5).

Menurutnya, masih banyaknya ‘pendatang haram’ dari luar negeri yang masuk ke Indonesia melalui jalur ilegal, juga menjadi salah satu penyebab wabah Corona meningkat di Sumut. “Tetapi yang ilegal, yang menggunakan perahu-perahu nelayan, melalui Tanjungbalai, Batubara, Asahan, ini yang sulit kita mengontrol, karena melalui pintu-pintu tikus istilah kita. Sehingga dia langsung pulang ke rumah. Ada yang pulang sampai ke Tapanuli sana, ke Deliserdang. Inilah yang membuat wabah,” tegas mantan Pangkostrad itu.

Bersama Forkopimda Sumut, ke depan ia akan memperketat pengawasan terhadap kondisi dimaksud. “Sementara ini kita akan kembalikan. Kita akan atur, kita sekat kembali. Kita bersama-sama Forkopimda ada Pangdam, Kapolda, Kajati, bersama-sama untuk menghentikan ini semua,” pungkasnya.

Deliserdang Jadi Perhatian

Sejalan dengan hal itu, sebelumnya Satgas Penanganan Covid-19 Sumut dan Deliserdang meningkatkan koordinasi membahas berbagai langkah untuk menurunkan jumlah kasus Covid-19 di Deli Serdang. Apalagi, hingga 23 Mei 2021, angka positif rate di Deliserdang 15,31 persen, tingkat kematian mencapai 5,68 persen, sementara tingkat kesembuhan mencapai 86,45 persen.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Arsyad Lubis, mewakili Gubsu Edy Rahmayadi selaku Kasatgas, menyampaikan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Satgas Deliserdang untuk bersinergi dengan satgas provinsi. Di antaranya, pengetatan protokol kesehatan (prokes) hingga tingkat desa, serta meninjau kembali standar operasional rumah sakit dalam menangani pasien.

“Langkah tersebut akan dituangkan ke dalam rencana kerja bersama antara Satgas Penanganan Covid-19 provinsi dengan Deliserdang, kita harapkan dalam dua minggu ke depan kasus penularan Covid-19 di Deliserdang menurun,” kata Arsyad usai mengikuti Rakor Penanganan Covid-19 Sumut dengan Satgas Penanganan Covid-19 Deliserdang di Aula Kantor Bupati Deliserdang, Lubuk Pakam, Senin (24/5) lalu.

Dikatakannya, peningkatan kasus di Deliserdang menjadi perhatian Satgas Penanganan Covid-19 Sumut. Sinergi penanganan Covid-19 di daerah ini perlu terus ditingkatkan dan berkesinambungan. Selain pengetatan prokes dan memperbaiki standar operasional prosedur (SOP) penanganan pasien Covid-19, Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan menambahkan beberapa langkah. Di antaranya, melakukan tracing serinci mungkin, sehingga menghasilkan kesimpulan yang tepat.

Ashari mengakui, dalam dua minggu terakhir ada tren peningkatan kasus Covid-19 di wilayahnya. Pihaknya akan terus berupaya menurunkan kasus Covid-19, juga terbuka dengan semua saran dan petunjuk dari berbagai pihak, termasuk Satgas Penanganan Covid-19 Sumut.

Usai pertemuan, pihaknya bersama satgas provinsi akan merumuskan rencana kerja atau langkah aksi. Diharapkan dalam dua minggu ke depan kasus Covid-19 di Deliserdang sudah menurun. Ashari juga mengapresiasi Gubernur Edy Rahmayadi yang menawari bantuan secara langsung dalam menangani Covid-19 di Sumut.

Anggota Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Sumut, Restuti Hidayani Saragih menambahkan, SOP penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit perlu ditingkatkan. Begitu pula dengan SOP pelaksanaan isolasi mandiri di rumah. Untuk itu, Restuti meminta satgas Deliserdang agar memperbanyak kapasitas isolasi terpusat.

4 WN Malaysia Positif Covid-19 Diisolasi

Sementara itu, empat warga negara (WN) Malaysia terkonfirmasi positif Covid-19, setelah menjalani pemeriksaan swab PCR saat tiba di Bandara Internasional Kualanamu pada Senin (24/5) dan Selasa (25/4). Karena itu, keempatnya harus diisolasi guna mencegah penularan virus Corona kepada orang lain.

Sub Koordinator Pengendalian Karantina Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dr Heti mengatakan, keempatnya saat ini sudah diisolasi di RSUD Deliserdang. “Hasil pemeriksaan swab PCR-nya positif, mereka langsung dirujuk ke rumah sakit untuk diisolasi,” kata Heti dikonfirmasi wartawan, Rabu (26/5).

Dia menjelaskan, sesuai SOP, terutama bagi pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Bandara Kualanamu akan dikarantina selama 5 x 24 jam. Setibanya di bandara, petugas KKP juga akan langsung melakukan swab PCR dan swab kedua pada saat masa karantinanya selesai. “Mereka akan dikarantina sembari menunggu hasil swabnya keluar. Dari pemeriksaan itu, kita dapatkan 4 orang dengan hasil pemeriksaan positif Covid-19,” jelasnya.

Heti menyebutkan, keempat WN Malaysia itu anehnya mengantongi hasil swab dengan keterangan negatif Covid-19 saat tiba di bandara. Para WNA Malaysia tersebut membawa dokumen swab dengan hasil pemeriksaan negatif Covid-19. “Meski begitu, peraturannya tetap akan dikarantina dan dilakukan pemeriksaan swab PCR. Jika hasilnya negatif, maka swab akan kembali dilakukan saat masa karantina berakhir lalu baru boleh keluar,” tukasnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut, dr Aris Yudhariansyah mengatakan, hasil pemeriksaan keempat WNA Malaysia itu didapatkan pada Selasa (25/5) malam. Menurut dia, saat ini penanganan super ketat memang dilakukan di bandara dalam mengantisipasi masuknya virus Covid-19 varian India B1617. “Makanya penanganan kita sekarang super ketat di bandara. Bahkan, untuk hasil rapid antigen positif akan langsung dikirim ke rumah sakit untuk isolasi,” paparnya.

Aris juga mengatakan, apalagi Malaysia saat ini sedang memberlakukan kebijakan lockdown akibat gelombang Covid-19 yang kembali berlangsung. Oleh karena itu, Sumut harus semakin waspada guna mencegah importasi virus Corona dari Negeri Jiran tersebut. “Kita khawatir virus India sampai masuk ke Sumut. Apalagi, kita melihat di Malaysia juga banyak WN dari India,” pungkasnya.

Terkait perkembangan kasus baru Covid-19 Sumut, Jubir Satgas Covid-19 Sumut ini menyebutkan, per tanggal 26 Mei 2021 terdapat penambahan positif 85 orang, sembuh 77 orang dan meninggal 3 orang. “Total positif Covid-19 saat ini mencapai 31.557 orang, sembuh 28.098 orang dan meninggal 1.035 orang,” beber Aris.

Kasus baru positif didapatkan dari Medan 34 orang, Deliserdang 17 orang, Simalungun 12 orang, Dairi 10 orang, Tapanuli Utara 9 orang, dan Tanjungbalai 3 orang. Sedangkan angka kesembuhan diperoleh dari Deliserdang 40 orang dan Medan 37 orang. Sementara, angka meninggal dunia akibat Corona didapatkan dari Medan 3 orang. Untuk kasus suspek, bertambah 19 orang dan kini jumlahnya menjadi 970 orang.

“Diimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan konsisten melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Protokol kesehatan harus melekat dalam setiap aktivitas kita. Tidak boleh lengah menjalankan 5M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” pungkasnya. (prn/ris)

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/