MEDAN, SUMUTPOS.CO– Seleksi pemilihan calon kepala lingkungan (kepling) 16 di Kelurahan Sidorejo Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara, diprotes warga setempat. Pasalnya, seleksi diduga mengandung kecurangan.
Informasi diperoleh dari salahsatu warga menyebutkan, tahun ini ada 14 lingkungan yang masa jabatan Keplingnya habis. Ke-14 nya kemudian maju lagi untuk pencalonan kepling/perpanjangan SK.
Mereka mendaftarkan diri dengan memasukkan berkas administrasi dan dukungan dari warga pada 15 Juli 2024 lalu. Dukungan warga dibuktikan dengan membawa fotokopi Kartu Keluarga.
“Saya salahsatu Kepling yang ikut maju lagi untuk periode kedua,” kata David Tobing, kepada wartawan.
Seleksi berkasnya aman. Syarat dukungan warga pun dia melampaui angka minimal yang diminta, yakni mencapai 52 persen dari total Kepala Keluarga di sana.
“Aku membawa dukungan dari 116 kartu keluarga, dari total 225 kartu keluarga di lingkungan kami,” katanya.
Sementara pesaingnya gugur dalam seleksi berkas administrasi, karena hanya membawa dukungan warga 17 persen, atau hanya 38 kartu keluarga.
“Angka itu tidak mencukupi persyaratan minimal 30 persen dukungan warga,” kata David.
Selanjutnya, seluruh peserta yang lolos seleksi berkas, maju ke tahap ujian tertulis pada tanggal 25 Juli. Disusul seleksi wawancara pada tanggal 29 Juli.
“Saingan saya di seleksi pemilihan Kepling itu tidak ikut ujian lanjutan, karena sebelumnya sudah kalah di seleksi berkas administrasi. Namun pas pengumuman calon yang lulus, namaku tidak ada. Sementara nama 13 kepling lain ada,” katanya.
Setelah pengumuman nama yang lulus keluar, David ditelepon Lurah Sidorejo diminta menghadap. Saat dirinya menghadap, Pak Lurah menyampaikan agar dirinya kembali ikut seleksi ulang dari awal.
Tidak terima, David menolak. Namun Pak Lurah mendesak agar David bersedia seleksi ulang dari awal. David mengiayakan namun minta agar berkas administrasi dirinya saat seleksi pertama ditarik.
“Pak Lurah menolak. Dibilangnya agar aku jangan hanya memikirkan periukku saja, tetapi juga memikirkan periuknya. Mau tak mau, ya kulengkapi lagilah berkasku dan dukungan dari warga sebanyak 57 persen sebanyak 128 kartu keluarga. Kemudian kuserahkan tanggal 9 Agustus 2024,” bebernya.
Tetapi pas jadwal ujian seleksi ulang Jumat tanggal 23 Agustus, dirinya tidak diundang. Namun lawannya yang awalnya gugur di seleksi pertama, ikut ujian.
Merasa ada yang janggal, warga pendukung David mendatangi Kantor Camat Medan Tembung pada hari itu juga, 23 Agustus.
Di kantor camat, warga mempertanyakan mengapa calon yang mereka dukung tidak diundang ikut ujian.
Lantas, pihak kecamatan mengarahkan masyarakat agar bertanya ke Kantor Lurah Sidorejo. Warga pun bergerak ke Kantor Lurah Sidorejo.
Menanggapi pertanyaan warga, Lurah Sidorejo menyampaikan bahwa calon Kepling yang ikut ujian kedua itu akan ditangguhkan pelantikannya pada 28 Agustus. Lurah kemudian mengarahkan warga agar membuat pernyataan dukungan untuk Kepling David Tobing. Warga diminta mengantarkan surat dukungan itu ke Kantor Lurah pada 26 Agustus 2004, dan langsung diantar hari itu juga.
“Kami menilai proses seleksi Kepling ini janggal sekali. Lawan saya sudah gugur sejak awal. Tapi kemudian diadakan seleksi ulang, dan dia masuk. Sementara saya tidak diundang lagi ujian,” kata David.
Karena warga setempat riuh, pihak kecamatan menyuruh kedua belah pihak untuk ujian ulang. Ujian digelar pada 3 September 2024. Hasilnya, David hanya benar 34 dari 50 soal. Sementara lawannya benar 46 dari 50 soal.
“Lawan saya salahnya hanya 4 soal. Tapi lucunya, jawaban yang salah itu awalnya sudah ditandai di tempat yang benar. Kemudian dicoret lagi biar jadi salah. Saya tau persis karena lembar jawabannya diperiksa langsung di depan peserta ujian. Kami menduga, dia dapat kunci jawaban yang benar. Tetapi karena akan mencurigakan kalau jawabannya benar semua, maka dicoretlah 4 jawaban biar salah,” kata David.
Usai pemeriksaan lembar ujian, tim yang menggelar ujian ulang ketiga itu menyebut, hasil ujianlah yang menentukan kemenangan calon Kepling.
“Padahal, aku ikut proses dari awal. Dukungan warga juga aku yang unggul. Lawan sudah gugur sejak awal, tapi kemudian dimenangkan dengan cara bikin ujian ulang hingga dua kali,” kata David kecewa. (han)
Editor : Redaksi