MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatera Utara memprediksi arus mudik dan balik perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2026) akan terjadi dalam beberapa gelombang, dengan puncak pergerakan masyarakat yang relatif lebih singkat dibanding tahun sebelumnya.
Sekretaris Dishub Sumut, Rochani Litiloly, menyebutkan puncak arus mudik pertama diperkirakan terjadi pada 24–25 Desember 2025. Selain itu, terdapat potensi puncak kedua pada 27–28 Desember 2025, terutama apabila masyarakat memanfaatkan hari kejepit untuk bepergian.
“Pola perjalanan masyarakat cenderung terbagi dalam beberapa gelombang. Jika ada hari libur tambahan, puncak kedua sangat mungkin terjadi,” ujar Rochani kepada Sumut Pos, Rabu (17/12/2025).
Sementara itu, arus balik diprediksi mencapai puncaknya pada 1–2 Januari 2026, disusul gelombang kedua pada 3–4 Januari 2026 yang bertepatan dengan akhir pekan.
Dalam periode Nataru 2026, Dishub Sumut memperkirakan jumlah pergerakan orang yang masuk ke wilayah Sumatera Utara mencapai 5,53 juta orang, atau sekitar 4,63 persen dari total pergerakan nasional. Angka ini mengalami penurunan signifikan hingga 40 persen dibandingkan Nataru tahun sebelumnya.
“Penurunan pergerakan ini dipengaruhi oleh kondisi banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Banyak masyarakat memilih menunda perjalanan dan tetap berada di rumah demi keselamatan,” jelas Rochani.
Dari sisi moda transportasi, mobil pribadi masih menjadi pilihan utama masyarakat dengan persentase mencapai 42,78 persen, disusul sepeda motor sebesar 18,41 persen. Sementara moda lainnya seperti bus, mobil sewa, travel, kereta api, kapal penyeberangan, dan pesawat udara mencatatkan angka yang lebih rendah.
“Khusus angkutan udara, terdapat penurunan tipis dibandingkan tahun lalu,” katanya.
Dishub Sumut juga telah melakukan survei kondisi prasarana jalan pada 19–22 November 2025, sebelum terjadinya bencana banjir dan longsor. Survei dilakukan di jalur Merek yang meliputi Medan–Binjai–Kabanjahe–Tiga Panah.
Hasilnya, ditemukan enam titik rawan kemacetan dan kecelakaan, serta sejumlah ruas yang berpotensi longsor, di antaranya Medan–Pancur Batu–Sibolangit, Simpang Tongko–Simpang Sinaman, Merek–Sidikalang, dan Pengururan–Dolok Sanggul.
Pasca bencana, Dishub Sumut mencatat tiga koridor jalan nasional masih terputus, yakni Tarutung–Sibolga, Sibolga–Batang Toru, serta Batang Toru–Singkuang. Meski demikian, akses menuju Kota Sibolga masih dapat ditempuh melalui jalur alternatif Sidikalang–Subulussalam atau Manduamas–Sibolga.
Dishub Sumut mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi terbaru terkait kondisi jalan dan lalu lintas, serta menyusun rencana perjalanan secara matang guna menghindari risiko kecelakaan selama masa libur Nataru 2026.
“Untuk penanganan akses jalan yang terputus, saat ini masih dalam tahap imbauan dan penyesuaian lapangan,” pungkas Rochani.(san/han)
Editor : Johan Panjaitan