23.9 C
Medan
Tuesday, February 27, 2024
spot_img
spot_img

12 Februari, Pelunasan Tahap Pertama Berakhir, 6.526 CJH Sumut Lunasi Bipih

SUMUTPOS.CO – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Utara, mencatat sebanyak 6.526 calon jamaah haji (CJH) telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) pada keberangkatan haji tahun 2024. Artinya, tersisa sekitar 1.802 CJH yang belum melunasi Bipih, dari total kuota haji Sumut sebesar 8.328 CJH.

“Sampai sore hari ini, baru 6.526 calon jamaah haji kabupaten/kota, yang melunasi Bipih,” kata Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaran Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Sumut, Zulfan Effendi, kepada Sumut Pos, Senin (5/2) malam.

Menurutnya, tahap pertama pelunasan Bipih, akan berakhir pada 12 Februari 2024 “Apabila tahap pertama belum juga melunasi, maka kemungkinan akan diperpanjang ke tahap kedua,” katanya.

Sementara, dari kuota haji Sumut 8.328, sebanyak 416 merupakan kuota CJH lanjut usia (lansia). Data ini kata Zulfan, merupakan angka dari Kemenag pusat. “Sebagaimana tahun lalu, sebanyak 416 merupakan lansia yang telah ditentukan oleh kementerian agama,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Tim (Katim) Humas Kemenag Sumut, Mulia Banurea menambahkan, total kuota haji Sumut sebanyak 8.328 orang. “Dengan rincian, jamaah reguler 7.815, kuota lansia 416, PHD 66, KBIHU 31,” sebutnya.

Diapun mengimbau kepada CJH, yang akan berangkat tahun ini, diminta segera melunasi Bipih yang telah ditentukan di kabupaten/kota.

 

50 Persen CJH Sudah Tes Kesehatan

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyebut, pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji sudah dimulai. Dan untuk jumlah peserta jamaah Haji yang sudah melakukan tes kesehatan sementara ini sudah mencapai lebih dari 50 persen.

“Sudah mulai pemeriksaan calon jamaah haji untuk istitha’ah. Hari ini sudah terpenuhi jamaah haji yang memeriksa kesehatan. (Sebanyak) 61 persen kurang lebih. Jadi tinggal sedikit ya,” ungkap Menag Yaqut Cholil usai menutup forum AICIS 2024 dikutip dari Jawa Pos (grup Sumut Pos) dari PMJ News, Senin (5/2).

Menag meyakini, setelah pelunasan haji ditutup pada Februari, kuota haji nantinya kan terpenuhi. “Saya yakin, nanti setelah penutupan akhir Februari pembayaran itu, pelunasan haji kita tutup, (maka) kuota (jamaah haji) kita bisa kita penuhi,” ucap Yaqut Cholil.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief menjelaskan Kemenag juga segera menggelar seleksi untuk tenaga pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1445 Hijriah/2024 Masehi. “Kita akan laksanakan seleksi Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi. Insya Allah pendaftaran dibuka dalam waktu dekat ini, pada awal Februari 2024,” ujar Hilman Latief dalam keterangannya.

Seleksi ini dibahas bersama dalam Rakor Rekrutmen Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi 1445 H/2024 M. Menurut Hilman, tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi, termasuk unsur petugas yang sudah tercantum dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 2019 dan bertugas di Arab Saudi.

Tenaga Pendukung ini terdiri atas para mahasiswa Indonesia yang kuliah pada sejumlah perguruan tinggi di negara Timur Tengah dan warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi.

“Seleksi Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi akan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Tujuan seleksi untuk memilih para petugas yang profesional dan berkompeten,” tutur Hilman. (man)

SUMUTPOS.CO – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Utara, mencatat sebanyak 6.526 calon jamaah haji (CJH) telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) pada keberangkatan haji tahun 2024. Artinya, tersisa sekitar 1.802 CJH yang belum melunasi Bipih, dari total kuota haji Sumut sebesar 8.328 CJH.

“Sampai sore hari ini, baru 6.526 calon jamaah haji kabupaten/kota, yang melunasi Bipih,” kata Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaran Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Sumut, Zulfan Effendi, kepada Sumut Pos, Senin (5/2) malam.

Menurutnya, tahap pertama pelunasan Bipih, akan berakhir pada 12 Februari 2024 “Apabila tahap pertama belum juga melunasi, maka kemungkinan akan diperpanjang ke tahap kedua,” katanya.

Sementara, dari kuota haji Sumut 8.328, sebanyak 416 merupakan kuota CJH lanjut usia (lansia). Data ini kata Zulfan, merupakan angka dari Kemenag pusat. “Sebagaimana tahun lalu, sebanyak 416 merupakan lansia yang telah ditentukan oleh kementerian agama,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Tim (Katim) Humas Kemenag Sumut, Mulia Banurea menambahkan, total kuota haji Sumut sebanyak 8.328 orang. “Dengan rincian, jamaah reguler 7.815, kuota lansia 416, PHD 66, KBIHU 31,” sebutnya.

Diapun mengimbau kepada CJH, yang akan berangkat tahun ini, diminta segera melunasi Bipih yang telah ditentukan di kabupaten/kota.

 

50 Persen CJH Sudah Tes Kesehatan

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyebut, pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji sudah dimulai. Dan untuk jumlah peserta jamaah Haji yang sudah melakukan tes kesehatan sementara ini sudah mencapai lebih dari 50 persen.

“Sudah mulai pemeriksaan calon jamaah haji untuk istitha’ah. Hari ini sudah terpenuhi jamaah haji yang memeriksa kesehatan. (Sebanyak) 61 persen kurang lebih. Jadi tinggal sedikit ya,” ungkap Menag Yaqut Cholil usai menutup forum AICIS 2024 dikutip dari Jawa Pos (grup Sumut Pos) dari PMJ News, Senin (5/2).

Menag meyakini, setelah pelunasan haji ditutup pada Februari, kuota haji nantinya kan terpenuhi. “Saya yakin, nanti setelah penutupan akhir Februari pembayaran itu, pelunasan haji kita tutup, (maka) kuota (jamaah haji) kita bisa kita penuhi,” ucap Yaqut Cholil.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief menjelaskan Kemenag juga segera menggelar seleksi untuk tenaga pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1445 Hijriah/2024 Masehi. “Kita akan laksanakan seleksi Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi. Insya Allah pendaftaran dibuka dalam waktu dekat ini, pada awal Februari 2024,” ujar Hilman Latief dalam keterangannya.

Seleksi ini dibahas bersama dalam Rakor Rekrutmen Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi 1445 H/2024 M. Menurut Hilman, tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi, termasuk unsur petugas yang sudah tercantum dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 2019 dan bertugas di Arab Saudi.

Tenaga Pendukung ini terdiri atas para mahasiswa Indonesia yang kuliah pada sejumlah perguruan tinggi di negara Timur Tengah dan warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi.

“Seleksi Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi akan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Tujuan seleksi untuk memilih para petugas yang profesional dan berkompeten,” tutur Hilman. (man)

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/