31.7 C
Medan
Saturday, September 30, 2023

Tabrak Angkot, Tujuh Tewas

Travel Sidimpuan-Padang

Padang, Padek—Kecelakaan maut yang terjadi di Km 25 di ruas jalan Padang-Bukittinggi antara angkutan pedesaan Kopaba dengan travel Taxi Kita Bersama (TKB) jurusan Padangsidempuan–Padang. Akibatnya, 7 orang dan 24 orang lainnya luka-luka. Peristiwa nahas itu terjadi ada pukul 7.15 WIB kemarin (15/1). Peristiwa ini diduga terjadi karena akibat kelalaian kedua sopir yang mengemudikan kendaraan dengan laju kendaraan yang cukup kencang sehingga tabrakan tak terhindarkan.

KECELAKAAN: Suasana  lokasi kecelakaan antara travel TKB jurusan Sidimpuan-Padang  angkot   merenggut nyawa 7 orang,  Padangpariaman Sumatera Barat, Selasa (15/1).//efanurza/posmetropadang/JPNN
KECELAKAAN: Suasana di lokasi kecelakaan antara travel TKB jurusan Sidimpuan-Padang dengan angkot yang merenggut nyawa 7 orang, di Padangpariaman Sumatera Barat, Selasa (15/1).//efanurza/posmetropadang/JPNN

Informasi yang didapatkan Padang Ekspres (grup Sumut Pos) di lokasi kecelakaan ini terjadi bermula saat Kopaba berwarna putih bernopol  BA 2829 FE melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi dari batas kota menuju menuju Padangpariaman. Di dalam kendaraan tersebut  terdapat 15 orang penumpang. Dari arah berlawanan atau dari Padangpariaman menuju Padang datang travel TKB bernopol BB 1130 FB. Kendaraan tersebut melaju cukup kencang dan membawa 12 penumpang di dalamnya.

Pada saat itu di sekitar tempat terjadinya perkara  (TKP)  hujan, sehingga membuat jalanan licin. Akibatnya, kedua sopir angkutan tak bisa mengendalikan laju kendaraan, sehingga tabrakan tak dapat dihindari. Masing- masing kendaraan berbenturan pada sisi sebelah kanan dan terjadi benturan yang sangat keras saat peristiwa tabrakan tersebut terjadi.

Korban Dikumpulkan di Bawah Pohon Jengkol

Pada saat kejadian, dua penumpang angkot sempat terlempar ke luar kendaraan akibat kerasnya benturan yang terjadi antara kedua kendaraan.Bagian depan kedua kendaraan ringsek berat, bahkan roda  kendaraan juga pecah akibat benturan hebat tersebut. Di lokasi masih terlihat bekal makanan yang dibawa penumpang berserakan di jalan.

Sebanyak 6 orang tewas di tempat sedangan 1 korban kecelakaan maut itu meninggal di rumah sakit. Korban yang meninggal dunia di lokasi adalah Citra Wulandar,pelajar SMA 1 Batang Anai, Laura Sintia pelajar SMP 1 Pasar Usang, Samsurizal sopir Kopaba, Fauzi Agustian pelajar SMA 1 Lubuk Alung,Yunisa Afridisma pelajar SMA 1 Batang Anai, Jalimar guru SMA 1 Batang Anai. Sedangkan Magistra, pelajar SMA 1 Batang Anai, meninggal dunia di rumah sakit Siti  Rahmah.Saksi Mata lainnya Yanthi (37) mengaku kaget dengan peristiwa itu. Saat dirinya mendengar dentuman yang cukup keras, dia langsung melihat ke arah sumber bunyi. Ia melihat travel TKB sudah terbalik dan ringsek. dua penumpang angkot terlempar ke  selokan. Dia melihat korban yang terlempar tersebut menggunakan baju seragam sekolah.

“Hanya itu yang saya lihat dan masyarakat susah banyak datang yang menolong. Korban kecelakaan tersebut dikumpulkan di bawah pohon jengkol. Setelah itu, barulah para korban di bawa ke Puskesman  Pasar Usang,”ucapnya.

Kapolres Padang Pariaman AKBP Amirjan menyebutkan peristiwa nahas itu terjadi diduga karena kedua sopir mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi. Kondisi jalan di TKP lurus dan licin karena baru saja terjadi hujan. “Ada kelalaian sopir saat peristiwa kecelakan tersebut terjadi,” ucapya.

Amirjan mengaku belum dapat memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut karena masih melakukan identifikasi. “Saya belum dapat menyampaikan penyebab pastinya.Karena ini masih dalam proses penyelidikan.Lagi pula, sopir TKB saat ini dalam kondisi luka parah, sedangkan sopir Kopaba tewas di tempat. Kondisi penumpang juga tak bisa dimintai keterangan karena luka berat,” jelasnya.

Seluruh korban tabrakan maut rencananya akan mendapat santunan dari PT Jasa Raharja Sumbar. Santunan dibayarkan kepada keluarga korban meninggal sebesar Rp25 juta. “Untuk korban luka berat dan luka ringan akan menyusul. Kita masih mengidentifikasi semua korban yang mengalami luka. Jasa Raharja sangat berduka dengan kecelakaan yang merenggut banyak korban ini,” kata Kabag Humas PT Jasa Raharja Sumbar, Indra.

Sementara itu, owner Taxi Kita Bersama (TKB), May mengatakan, mobil Mitsubishi L300 dengan nomor dinding 878 itu berangkat dari Padang Sidempuan, Senin (14/1) sekitar pukul 19.00 WIB, dan membawa sekitar delapan penumpang, ditambah sopir dan kernet.

“Kita mendapatkan informasi dari mereka sekitar Selasa (15/1) pukul 07.00 WIB, kalau mobil memasuki kawasan Bukittinggi,” ujar May saat ditemui di pool TKB, di Jalan Dr Hamka, Padang.

Saat ini, delapan penumpang yang menjadi korban sudah ditanggung biaya pengobatan, termasuk sopir dan kernet. Menurutnya, kecelakaan ini adalah musibah. “Kita tidak bisa menduga akan terjadi kecelakaan itu, tapi kita turut berduka dan memohon maaf kepada keluarga yang ditinggalkan,” ucap May yang memiliki armada TKB lebih dari 22 unit. (ben/efa/hsb/g/ped)

Travel Sidimpuan-Padang

Padang, Padek—Kecelakaan maut yang terjadi di Km 25 di ruas jalan Padang-Bukittinggi antara angkutan pedesaan Kopaba dengan travel Taxi Kita Bersama (TKB) jurusan Padangsidempuan–Padang. Akibatnya, 7 orang dan 24 orang lainnya luka-luka. Peristiwa nahas itu terjadi ada pukul 7.15 WIB kemarin (15/1). Peristiwa ini diduga terjadi karena akibat kelalaian kedua sopir yang mengemudikan kendaraan dengan laju kendaraan yang cukup kencang sehingga tabrakan tak terhindarkan.

KECELAKAAN: Suasana  lokasi kecelakaan antara travel TKB jurusan Sidimpuan-Padang  angkot   merenggut nyawa 7 orang,  Padangpariaman Sumatera Barat, Selasa (15/1).//efanurza/posmetropadang/JPNN
KECELAKAAN: Suasana di lokasi kecelakaan antara travel TKB jurusan Sidimpuan-Padang dengan angkot yang merenggut nyawa 7 orang, di Padangpariaman Sumatera Barat, Selasa (15/1).//efanurza/posmetropadang/JPNN

Informasi yang didapatkan Padang Ekspres (grup Sumut Pos) di lokasi kecelakaan ini terjadi bermula saat Kopaba berwarna putih bernopol  BA 2829 FE melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi dari batas kota menuju menuju Padangpariaman. Di dalam kendaraan tersebut  terdapat 15 orang penumpang. Dari arah berlawanan atau dari Padangpariaman menuju Padang datang travel TKB bernopol BB 1130 FB. Kendaraan tersebut melaju cukup kencang dan membawa 12 penumpang di dalamnya.

Pada saat itu di sekitar tempat terjadinya perkara  (TKP)  hujan, sehingga membuat jalanan licin. Akibatnya, kedua sopir angkutan tak bisa mengendalikan laju kendaraan, sehingga tabrakan tak dapat dihindari. Masing- masing kendaraan berbenturan pada sisi sebelah kanan dan terjadi benturan yang sangat keras saat peristiwa tabrakan tersebut terjadi.

Korban Dikumpulkan di Bawah Pohon Jengkol

Pada saat kejadian, dua penumpang angkot sempat terlempar ke luar kendaraan akibat kerasnya benturan yang terjadi antara kedua kendaraan.Bagian depan kedua kendaraan ringsek berat, bahkan roda  kendaraan juga pecah akibat benturan hebat tersebut. Di lokasi masih terlihat bekal makanan yang dibawa penumpang berserakan di jalan.

Sebanyak 6 orang tewas di tempat sedangan 1 korban kecelakaan maut itu meninggal di rumah sakit. Korban yang meninggal dunia di lokasi adalah Citra Wulandar,pelajar SMA 1 Batang Anai, Laura Sintia pelajar SMP 1 Pasar Usang, Samsurizal sopir Kopaba, Fauzi Agustian pelajar SMA 1 Lubuk Alung,Yunisa Afridisma pelajar SMA 1 Batang Anai, Jalimar guru SMA 1 Batang Anai. Sedangkan Magistra, pelajar SMA 1 Batang Anai, meninggal dunia di rumah sakit Siti  Rahmah.Saksi Mata lainnya Yanthi (37) mengaku kaget dengan peristiwa itu. Saat dirinya mendengar dentuman yang cukup keras, dia langsung melihat ke arah sumber bunyi. Ia melihat travel TKB sudah terbalik dan ringsek. dua penumpang angkot terlempar ke  selokan. Dia melihat korban yang terlempar tersebut menggunakan baju seragam sekolah.

“Hanya itu yang saya lihat dan masyarakat susah banyak datang yang menolong. Korban kecelakaan tersebut dikumpulkan di bawah pohon jengkol. Setelah itu, barulah para korban di bawa ke Puskesman  Pasar Usang,”ucapnya.

Kapolres Padang Pariaman AKBP Amirjan menyebutkan peristiwa nahas itu terjadi diduga karena kedua sopir mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi. Kondisi jalan di TKP lurus dan licin karena baru saja terjadi hujan. “Ada kelalaian sopir saat peristiwa kecelakan tersebut terjadi,” ucapya.

Amirjan mengaku belum dapat memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut karena masih melakukan identifikasi. “Saya belum dapat menyampaikan penyebab pastinya.Karena ini masih dalam proses penyelidikan.Lagi pula, sopir TKB saat ini dalam kondisi luka parah, sedangkan sopir Kopaba tewas di tempat. Kondisi penumpang juga tak bisa dimintai keterangan karena luka berat,” jelasnya.

Seluruh korban tabrakan maut rencananya akan mendapat santunan dari PT Jasa Raharja Sumbar. Santunan dibayarkan kepada keluarga korban meninggal sebesar Rp25 juta. “Untuk korban luka berat dan luka ringan akan menyusul. Kita masih mengidentifikasi semua korban yang mengalami luka. Jasa Raharja sangat berduka dengan kecelakaan yang merenggut banyak korban ini,” kata Kabag Humas PT Jasa Raharja Sumbar, Indra.

Sementara itu, owner Taxi Kita Bersama (TKB), May mengatakan, mobil Mitsubishi L300 dengan nomor dinding 878 itu berangkat dari Padang Sidempuan, Senin (14/1) sekitar pukul 19.00 WIB, dan membawa sekitar delapan penumpang, ditambah sopir dan kernet.

“Kita mendapatkan informasi dari mereka sekitar Selasa (15/1) pukul 07.00 WIB, kalau mobil memasuki kawasan Bukittinggi,” ujar May saat ditemui di pool TKB, di Jalan Dr Hamka, Padang.

Saat ini, delapan penumpang yang menjadi korban sudah ditanggung biaya pengobatan, termasuk sopir dan kernet. Menurutnya, kecelakaan ini adalah musibah. “Kita tidak bisa menduga akan terjadi kecelakaan itu, tapi kita turut berduka dan memohon maaf kepada keluarga yang ditinggalkan,” ucap May yang memiliki armada TKB lebih dari 22 unit. (ben/efa/hsb/g/ped)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/