29 C
Medan
Friday, February 23, 2024
spot_img
spot_img

Bursa Capres 2024 Partai NasDem, Anies dan Ganjar Menguat

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menguat pada Rakernas untuk diusung Partai Nasdem pada Pilpres 2024. Bahkan, sejumlah Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem sudah menyebut nama Anies dan Ganjar.

“Kalau kita lihat aspirasi beberapa wilayah yang muncul di media tidak jauh-jauh menyebut nama Anies, kemudian nama Ganjar,” kata Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali, di Lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta, kemarin.

“Dua nama itu (Anies dan Ganjar) yang hari ini tidak jauh yang muncul di wilayah, tetapi kita tidak boleh mendahului wilayah-wilayah. Walaupun itu selentingan wilayah sudah menyampaikan di beberapa media, kita akan lihat secara resminya seperti apa,” ungkap Alin

Meski demikian, DPW sebatas mengusulkan. Sementara penetapan dan penentuan tetap berada di tangan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. “Jadi, nama yang muncul akan sangat bervariatif, karena DPP tidak membatasi atau mengarahkan wilayah dengan nama-nama tertentu. Kita tidak mau mendikte DPW mengarahkan nama-nama tertentu,” pungkas Ali.

Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya menyampaikan, partainya belum menjalin komunikasi dengan tokoh manapun yang berpotensi diusung menjadi calon presiden (capres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Ia mengatakan, NasDem masih menjaring nama capres berdasarkan rekomendasi wilayah lewat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) NasDem yang digelar hingga hari ini, Jumat (17/6).

“Kami belum ada komunikasi satupun dengan kandidat manapun, itu yang perlu garis bawahi. Sejauh ini, sampai hari ini, sampai detik Rakernas 16 Juni ini, belum ada komunikasi yang dibangun kepada calon-calon,” kata Willy kepada wartawan di sela-sela Rakernas NasDem di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta pada Kamis (16/6).

Willy menerangkan, karena rakernas masih berlangsung, ia belum mengetahui tiga nama bakal capres yang akan direkomendasikan untuk dipilih Ketua Umum NasDem Surya Paloh. Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa NasDem tidak masalah jika sosok capres yang diusung oleh partainya di Pilpres 2024 tidak bersedia menjadi kader NasDem.

Hal terpenting bagi NasDem sosok yang diusung menjadi capres oleh partai nantinya bisa membangun hubungan yang baik dengan partai pengusung. “Dari tiga nama itu mana yang bersedia jadi kader NasDem atau juga kalau enggak bersedia, enggak apa-apa. Nasdem, rasionalitas berpolitik buat apa kemudian dia jadi kader NasDem, sementara partai lain merasa juga memiliki,” tuturnya.

Sebagai informasi, Rakernas NasDem diwarnai berbagai usulan nama capres untuk diusung di Pilpres 2024 dari DPW. Tiap DPW bisa mengusulkan 3-5 nama. Tokoh yang paling banyak diusulkan adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ada 32 DPW yang mengusulkan. Dua wilayah yang tidak mengusulkan nama Anies adalah Papua Barat dan Kalimantan Timur.

Tokoh lain yang banyak diusulkan kader NasDem adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Kader PDIP itu diusulkan 29 DPW NasDem di Rakernas. Nama lain yang menonjol adalah Menteri BUMN Erick Thohir. Dia diusulkan 16 DPW. Kemudian Panglima TNI Andika Perkasa dan Rachmat Gobel diusulkan oleh masing-masing 13 DPW.

Dari elemen militer, selain nama Andika juga muncul nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Dudung Abdurachman. DPW NasDem yang mengusulkan adalah Nusa Tenggara Timur dan DPW Bali.

sementara, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan akan tetap menjadi kader PDI Perjuangan, meski ada partai politik lain ingin melamarnya untuk menjadi calon presiden (Capres) pada Pemilu 2024 mendatang. Dalam rapat kerja nasional (Rakernas) Partai NasDem, nama Ganjar Pranowo muncul sebagai figur yang potensial untuk diusung. “Saya terima kasih mendapatkan kehormatan itu (dari Partai NasDem), tapi saya PDIP,” kata Ganjar di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (16/5).

Ganjar memastikan, dirinya akan taat dan patuh pada keputusan PDIP. Meski ke depan ada partai politik yang ingin mengusungnya pada ajang Pilpres 2024. “Apa lamaran-lamaranan, emangnya mau nikah? Partainya PDIP, markasnya PDIP kok,” tegas Ganjar.

Oleh karena itu, Ganjar pun memastikan akan tetap komitmen pada keputusan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. “Kita kan kader PDIP,” ujar Ganjar. (jpc/cnn)

 

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menguat pada Rakernas untuk diusung Partai Nasdem pada Pilpres 2024. Bahkan, sejumlah Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem sudah menyebut nama Anies dan Ganjar.

“Kalau kita lihat aspirasi beberapa wilayah yang muncul di media tidak jauh-jauh menyebut nama Anies, kemudian nama Ganjar,” kata Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali, di Lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta, kemarin.

“Dua nama itu (Anies dan Ganjar) yang hari ini tidak jauh yang muncul di wilayah, tetapi kita tidak boleh mendahului wilayah-wilayah. Walaupun itu selentingan wilayah sudah menyampaikan di beberapa media, kita akan lihat secara resminya seperti apa,” ungkap Alin

Meski demikian, DPW sebatas mengusulkan. Sementara penetapan dan penentuan tetap berada di tangan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. “Jadi, nama yang muncul akan sangat bervariatif, karena DPP tidak membatasi atau mengarahkan wilayah dengan nama-nama tertentu. Kita tidak mau mendikte DPW mengarahkan nama-nama tertentu,” pungkas Ali.

Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya menyampaikan, partainya belum menjalin komunikasi dengan tokoh manapun yang berpotensi diusung menjadi calon presiden (capres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Ia mengatakan, NasDem masih menjaring nama capres berdasarkan rekomendasi wilayah lewat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) NasDem yang digelar hingga hari ini, Jumat (17/6).

“Kami belum ada komunikasi satupun dengan kandidat manapun, itu yang perlu garis bawahi. Sejauh ini, sampai hari ini, sampai detik Rakernas 16 Juni ini, belum ada komunikasi yang dibangun kepada calon-calon,” kata Willy kepada wartawan di sela-sela Rakernas NasDem di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta pada Kamis (16/6).

Willy menerangkan, karena rakernas masih berlangsung, ia belum mengetahui tiga nama bakal capres yang akan direkomendasikan untuk dipilih Ketua Umum NasDem Surya Paloh. Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa NasDem tidak masalah jika sosok capres yang diusung oleh partainya di Pilpres 2024 tidak bersedia menjadi kader NasDem.

Hal terpenting bagi NasDem sosok yang diusung menjadi capres oleh partai nantinya bisa membangun hubungan yang baik dengan partai pengusung. “Dari tiga nama itu mana yang bersedia jadi kader NasDem atau juga kalau enggak bersedia, enggak apa-apa. Nasdem, rasionalitas berpolitik buat apa kemudian dia jadi kader NasDem, sementara partai lain merasa juga memiliki,” tuturnya.

Sebagai informasi, Rakernas NasDem diwarnai berbagai usulan nama capres untuk diusung di Pilpres 2024 dari DPW. Tiap DPW bisa mengusulkan 3-5 nama. Tokoh yang paling banyak diusulkan adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ada 32 DPW yang mengusulkan. Dua wilayah yang tidak mengusulkan nama Anies adalah Papua Barat dan Kalimantan Timur.

Tokoh lain yang banyak diusulkan kader NasDem adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Kader PDIP itu diusulkan 29 DPW NasDem di Rakernas. Nama lain yang menonjol adalah Menteri BUMN Erick Thohir. Dia diusulkan 16 DPW. Kemudian Panglima TNI Andika Perkasa dan Rachmat Gobel diusulkan oleh masing-masing 13 DPW.

Dari elemen militer, selain nama Andika juga muncul nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Dudung Abdurachman. DPW NasDem yang mengusulkan adalah Nusa Tenggara Timur dan DPW Bali.

sementara, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan akan tetap menjadi kader PDI Perjuangan, meski ada partai politik lain ingin melamarnya untuk menjadi calon presiden (Capres) pada Pemilu 2024 mendatang. Dalam rapat kerja nasional (Rakernas) Partai NasDem, nama Ganjar Pranowo muncul sebagai figur yang potensial untuk diusung. “Saya terima kasih mendapatkan kehormatan itu (dari Partai NasDem), tapi saya PDIP,” kata Ganjar di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (16/5).

Ganjar memastikan, dirinya akan taat dan patuh pada keputusan PDIP. Meski ke depan ada partai politik yang ingin mengusungnya pada ajang Pilpres 2024. “Apa lamaran-lamaranan, emangnya mau nikah? Partainya PDIP, markasnya PDIP kok,” tegas Ganjar.

Oleh karena itu, Ganjar pun memastikan akan tetap komitmen pada keputusan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. “Kita kan kader PDIP,” ujar Ganjar. (jpc/cnn)

 

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/