25 C
Medan
Sunday, February 5, 2023

Bak Serial Killer, Lenyapkan 9 Nyawa, Pembunuhan Berantai di Cianjur dan Bekasi Oleh Wowon Cs

SUMUTPOS.CO – Wowon Erawan alias Aki (60) bersama Solihin alias Duloh (63) dan Dede (35) ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan berantai di Cianjur dan Bekasi. Wowon Cs berhasil membunuh lebih dari 9 nyawa.

Kasus pembunuhan berantai terungkap setelah satu keluarga di Bekasi tewas keracunan yakni Ai Maemunah, Riswandi dan Ridwan. Wowon yang merupakan suami Maemunah hilang bak ditelan bumi usai keluarganya tewas. Setelah dilakukan penelusuran, terungkap fakta mencengangkan bahwa pembunuhan itu dilakukan Wowon Cs, juga dilakukan di Cianjur.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran mengungkapkan, diduga motif pembunuhan Wowon adalah pembunuhan berantai berkedok supranatural. Ketiga pelaku menghabisi para korban untuk menguasai hartanya. “Saudara Dulah atau Solihin ini menarasikan dirinya memiliki kemampuan untuk mampu meningkatkan kekayaan dengan menggandakan uang, lalu kemudian menyuruh Aki atau Wowon untuk mencari korban,” ujar Fadil Imran.

Namun, ketika para korban tak kunjung menerima kesuksesan yang dijanjikan, maka Wowon segera melaporkan ke Duloh (sang supranatural gaduangan). “Setelah Aki mendapatkan korban atau target yang ingin sukses kemudian diambil uangnya. Namun ketika kesuksesannya tak kunjung diraih maka tentunya dia akan menagih,” sambungnya.

 

Takut aksi penipuan berkedok supranaturnya terbongkar, Wowon dan Duloh pun mengeksekusi para korban yang menagih janji. “Maka Aki melaporkannya kepada Duloh, Duloh yang kemudian mengeksekusi para korban dengan mengajak para korban ke rumahnya dan kasih minum racun, dan orang yang mengetahuinya pun dianggap berbahaya dan dihilangkan,” jelas Fadil Imran.

Fakta mencengangkan lain terungkap bahwa pelaku bernama Dede Solehudin bahkan hampir tewas setelah ikut menenggak kopi yang dicampur pestisida dan racun tikus bersama para korban di Bekasi yakni Ai Maemunah, Riswandi dan Ridwan (anak Maemunah).

Ai Maemunah sendiri merupakan istri dari pelaku Wowon. Pelaku Dede nyaris tewas karena tak tahu kopi yang diminumnya mengandung racun, namun berhasil dibawa ke rumah sakit dan diselamatkan. Namun, karena terlibat dengan aksi dua pelaku lain Wowon dan Duloh, maka Dede juga ditetapkan sebagai tersangka.

Ternyata, pembunuhan berantai yang dilakukan Wawan Cs telah merenggut nyawa 9 orang. “Mereka melakukan serangkaian pembunuhan atau serial killer,” kata pungkas Fadil Imran.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Indrawienny Panjiyoga mengatakan, Wowon terbukti menikahi tiga korbannya.  Runutan aksi predator wanita tersebut pertama yakni, Wowon didapati menikahi Wiwin yang merupakan istri pertamanya. “Istri pertamanya Wowon bernama Wiwin,” kata Panjiyoga, Jakarta, Jumat (20/1).

Sadisnya, Wowon turut serta melakukan pembunuhan terhadap Noneng yang merupakan mertuanya sendiri bersama dua tersangka lainnya.  Tak cukup sampai di situ, Wowon Cs kemudian melakukan pembunuhan terhadap istrinya sendiri bernama Wiwin.  Usai menghabisi nyawa mertua sekaligus istrinya sendiri, sang predator tersebut kembali menikahi Halimah yang juga berujung dibunuh olehnya.

Lagi-lagi predator itu beraksi dengan perilaku melenceng dengan menikahi anak tirinya bersama Halimah yakni Ai Maimunah.  Naasnya, Ai Maimunah juga berujung maut usai dinikahi sirih oleh Wowon.  “Setelah Halimah meninggal, Wowon menikahi anaknya Halimah yaitu Ai Maimunah yang notabennya anak tirinya,” ungkap Panjiyoga.  “Jadi istrinya Wowon yang pertama adalah Wiwin, kedua Ende, ketiga Heni, keempat itu adalah Iis. Tapi di luar itu ternyata terbukti tadi Halimah dan Maimunah,” lanjutnya.

Dari data yang didapat, diketahui sang tersangka Wowon merupakan predator wanita dengan menikahi 6 wanita dan 3 di antaranya dibunuh.  Adapun 9 korban pembunuhan di Bekasi dan Cianjur oleh tiga tersangka yakni, Ai Maemunah istri dari Wowon, Riswandi (anak dari Ai Maemunah), Ridwan Abdul Muiz (anak dari Ai Maemunah).

Sedangkan korban di TKP Cianjur, yakni, Noneng (ibu dari Wiwin atau Mertua Wowon), Wiwin (istri dari Wowon), Bayu (anak Wowon dan Ai Maimunah), Farida (TKW), Halimah (istri Wowon yang juga ibu kandung Ai Maimunah). Sedangkan di TKP Garut yakni Siti (TKW).

Diceburkan ke Laut

Siti, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW), nyawanya direnggut Wowon di Garut, Jawa Barat. Wowon memerintahkan Noneng (mertua Wowon atau ibu kandung istrinya yang bernama Wiwin) untuk membunuh Siti. Siti dibunuh karena menagih harta yang dijanjikan Wowon dari hasil penggandaan uang.

Wowon lalu berdalih harta untuk Siti ada di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Wowon kemudian menyuruh Noneng mengantar Siti ke NTB menggunakan kapal laut. Namun, dalam perjalanan, Siti diceburkan ke laut oleh Noneng. “Noneng, karena diperintah oleh Wowon, dia mendorong Siti ke laut di Surabaya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (20/1). Siti pun tewas akibat tercebur ke laut. Jasadnya pun terombang ambing hingga ditemukan warga. Setelah teridentifikasi, jenazahnya dimakamkan di Garut.

Namun, berselang berikutnya, nyawa Noneng juga dihabisi. Noneng dibunuh oleh tersangka Duloh. Jasad Noneng kemudian dimasukkan ke dalam lubang yang di rumah Cianjur bersama dengan jasad anaknya, Wiwin. Liciknya, Wowon E Cs sempat melaporkan hilangnya Noneng ke Polres Cimahi. “Ternyata salah satu korban atas nama almarhum Noneng ada laporannya, ada laporan kehilangannya di Polres Cimahi,” ujarnya.

Aliran Dana Rp1 Miliar

Polisi menemukan aliran dana sebesar Rp1 miliar dalam kasus pembunuhan berantai yang menewaskan sembilan orang oleh Wowon Erawan alias Aki cs.

Uang miliaran rupiah itu merupakan berasal dari para tenaga kerja wanita (TKW) yang ditipu oleh tersangka dengan modus penggandaan uang. Uang ini ditransfer ke rekening atas tersangka Dede Solehudin.

“Sejauh ini yang kami temukan ada aliran dana Rp 1 miliar. Dede ini yang menghimpun dana dari sejumlah TKW,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Jumat (20/1).

Pihaknya masih mendalami ada berapa TKW yang mentransfer uang Rp1 miliar. Uang itu ditransfer secara berkala ke rekening itu sejak April 2019.

“Itu akumulasi, bukan sekali transfer, tapi kontinu per bulan. Kalau dari rekeningnya ini dari April 2019,” ucap dia.

Lebih lanjut, Dede diduga hanya sekadar menjadi pihak penampung uang tersebut. Sebab, kartu ATM dari rekening itu dipegang oleh tersangka Wowon.

“Ini masuk ke rekening Dede Sholehudin, tapi fisik ATM dipegang tersangka Wowon,” ujarnya.

 

Sasar Pekerja Migran Indonesia

Aksi pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon Erawan alias Aki dan kawan-kawan didasari motif mencari keuntungan material. Dua orang korbannya bahkan bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI).

“Untuk sementara yang kita temukan 2 TKW (Tenaga Kerja Wanita, Red), tapi penyidikan belum selesai,” kata Hengki Haryadi.

Selain PMI, korban Wowon juga ada yang berstatus sebagai istri, mertua dan anaknya. Pelaku yang bertugas mengumpulkan uang dari PMI adalah M Dede Solehudin. “Para saksi dijanjikan saat kembali ke Indonesia akan ada rumah bagus, penggandaan uang,” jelas Hengki.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya memastikan kasus tewasnya tiga orang di Ciketingudik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat tidak murni keracunan, melainkan sengaja diracun. Korban meninggal adalah ibu dan anak atas nama AM, 35; RAM, 21; dan MR, 19.”Dari fakta awal ada fakta baru bahwa narasi yang dikembangkan mati keracunan tidak benar, tapi itu pembunuhan,” kata Fadil.

Tak hanya itu, kasus ini disebut Fadil sebagai pembunuhan berantai. Masih ada korban-korban lain. Dalam kasus ini, penyidik sudah menetapkan 3 orang tersangka. Mereka yakni Wowon Erawan alias Aki, Solihin alias Duloh dan M Dede Solehudin. Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 380 KUHP tentang pembunuhan, juncto Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Mereka terancam pidana 20 tahun penjara, atau penjara seumur hidup atau pidana mati. (jpc/bbs/ila)

SUMUTPOS.CO – Wowon Erawan alias Aki (60) bersama Solihin alias Duloh (63) dan Dede (35) ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan berantai di Cianjur dan Bekasi. Wowon Cs berhasil membunuh lebih dari 9 nyawa.

Kasus pembunuhan berantai terungkap setelah satu keluarga di Bekasi tewas keracunan yakni Ai Maemunah, Riswandi dan Ridwan. Wowon yang merupakan suami Maemunah hilang bak ditelan bumi usai keluarganya tewas. Setelah dilakukan penelusuran, terungkap fakta mencengangkan bahwa pembunuhan itu dilakukan Wowon Cs, juga dilakukan di Cianjur.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran mengungkapkan, diduga motif pembunuhan Wowon adalah pembunuhan berantai berkedok supranatural. Ketiga pelaku menghabisi para korban untuk menguasai hartanya. “Saudara Dulah atau Solihin ini menarasikan dirinya memiliki kemampuan untuk mampu meningkatkan kekayaan dengan menggandakan uang, lalu kemudian menyuruh Aki atau Wowon untuk mencari korban,” ujar Fadil Imran.

Namun, ketika para korban tak kunjung menerima kesuksesan yang dijanjikan, maka Wowon segera melaporkan ke Duloh (sang supranatural gaduangan). “Setelah Aki mendapatkan korban atau target yang ingin sukses kemudian diambil uangnya. Namun ketika kesuksesannya tak kunjung diraih maka tentunya dia akan menagih,” sambungnya.

 

Takut aksi penipuan berkedok supranaturnya terbongkar, Wowon dan Duloh pun mengeksekusi para korban yang menagih janji. “Maka Aki melaporkannya kepada Duloh, Duloh yang kemudian mengeksekusi para korban dengan mengajak para korban ke rumahnya dan kasih minum racun, dan orang yang mengetahuinya pun dianggap berbahaya dan dihilangkan,” jelas Fadil Imran.

Fakta mencengangkan lain terungkap bahwa pelaku bernama Dede Solehudin bahkan hampir tewas setelah ikut menenggak kopi yang dicampur pestisida dan racun tikus bersama para korban di Bekasi yakni Ai Maemunah, Riswandi dan Ridwan (anak Maemunah).

Ai Maemunah sendiri merupakan istri dari pelaku Wowon. Pelaku Dede nyaris tewas karena tak tahu kopi yang diminumnya mengandung racun, namun berhasil dibawa ke rumah sakit dan diselamatkan. Namun, karena terlibat dengan aksi dua pelaku lain Wowon dan Duloh, maka Dede juga ditetapkan sebagai tersangka.

Ternyata, pembunuhan berantai yang dilakukan Wawan Cs telah merenggut nyawa 9 orang. “Mereka melakukan serangkaian pembunuhan atau serial killer,” kata pungkas Fadil Imran.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Indrawienny Panjiyoga mengatakan, Wowon terbukti menikahi tiga korbannya.  Runutan aksi predator wanita tersebut pertama yakni, Wowon didapati menikahi Wiwin yang merupakan istri pertamanya. “Istri pertamanya Wowon bernama Wiwin,” kata Panjiyoga, Jakarta, Jumat (20/1).

Sadisnya, Wowon turut serta melakukan pembunuhan terhadap Noneng yang merupakan mertuanya sendiri bersama dua tersangka lainnya.  Tak cukup sampai di situ, Wowon Cs kemudian melakukan pembunuhan terhadap istrinya sendiri bernama Wiwin.  Usai menghabisi nyawa mertua sekaligus istrinya sendiri, sang predator tersebut kembali menikahi Halimah yang juga berujung dibunuh olehnya.

Lagi-lagi predator itu beraksi dengan perilaku melenceng dengan menikahi anak tirinya bersama Halimah yakni Ai Maimunah.  Naasnya, Ai Maimunah juga berujung maut usai dinikahi sirih oleh Wowon.  “Setelah Halimah meninggal, Wowon menikahi anaknya Halimah yaitu Ai Maimunah yang notabennya anak tirinya,” ungkap Panjiyoga.  “Jadi istrinya Wowon yang pertama adalah Wiwin, kedua Ende, ketiga Heni, keempat itu adalah Iis. Tapi di luar itu ternyata terbukti tadi Halimah dan Maimunah,” lanjutnya.

Dari data yang didapat, diketahui sang tersangka Wowon merupakan predator wanita dengan menikahi 6 wanita dan 3 di antaranya dibunuh.  Adapun 9 korban pembunuhan di Bekasi dan Cianjur oleh tiga tersangka yakni, Ai Maemunah istri dari Wowon, Riswandi (anak dari Ai Maemunah), Ridwan Abdul Muiz (anak dari Ai Maemunah).

Sedangkan korban di TKP Cianjur, yakni, Noneng (ibu dari Wiwin atau Mertua Wowon), Wiwin (istri dari Wowon), Bayu (anak Wowon dan Ai Maimunah), Farida (TKW), Halimah (istri Wowon yang juga ibu kandung Ai Maimunah). Sedangkan di TKP Garut yakni Siti (TKW).

Diceburkan ke Laut

Siti, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW), nyawanya direnggut Wowon di Garut, Jawa Barat. Wowon memerintahkan Noneng (mertua Wowon atau ibu kandung istrinya yang bernama Wiwin) untuk membunuh Siti. Siti dibunuh karena menagih harta yang dijanjikan Wowon dari hasil penggandaan uang.

Wowon lalu berdalih harta untuk Siti ada di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Wowon kemudian menyuruh Noneng mengantar Siti ke NTB menggunakan kapal laut. Namun, dalam perjalanan, Siti diceburkan ke laut oleh Noneng. “Noneng, karena diperintah oleh Wowon, dia mendorong Siti ke laut di Surabaya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (20/1). Siti pun tewas akibat tercebur ke laut. Jasadnya pun terombang ambing hingga ditemukan warga. Setelah teridentifikasi, jenazahnya dimakamkan di Garut.

Namun, berselang berikutnya, nyawa Noneng juga dihabisi. Noneng dibunuh oleh tersangka Duloh. Jasad Noneng kemudian dimasukkan ke dalam lubang yang di rumah Cianjur bersama dengan jasad anaknya, Wiwin. Liciknya, Wowon E Cs sempat melaporkan hilangnya Noneng ke Polres Cimahi. “Ternyata salah satu korban atas nama almarhum Noneng ada laporannya, ada laporan kehilangannya di Polres Cimahi,” ujarnya.

Aliran Dana Rp1 Miliar

Polisi menemukan aliran dana sebesar Rp1 miliar dalam kasus pembunuhan berantai yang menewaskan sembilan orang oleh Wowon Erawan alias Aki cs.

Uang miliaran rupiah itu merupakan berasal dari para tenaga kerja wanita (TKW) yang ditipu oleh tersangka dengan modus penggandaan uang. Uang ini ditransfer ke rekening atas tersangka Dede Solehudin.

“Sejauh ini yang kami temukan ada aliran dana Rp 1 miliar. Dede ini yang menghimpun dana dari sejumlah TKW,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Jumat (20/1).

Pihaknya masih mendalami ada berapa TKW yang mentransfer uang Rp1 miliar. Uang itu ditransfer secara berkala ke rekening itu sejak April 2019.

“Itu akumulasi, bukan sekali transfer, tapi kontinu per bulan. Kalau dari rekeningnya ini dari April 2019,” ucap dia.

Lebih lanjut, Dede diduga hanya sekadar menjadi pihak penampung uang tersebut. Sebab, kartu ATM dari rekening itu dipegang oleh tersangka Wowon.

“Ini masuk ke rekening Dede Sholehudin, tapi fisik ATM dipegang tersangka Wowon,” ujarnya.

 

Sasar Pekerja Migran Indonesia

Aksi pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon Erawan alias Aki dan kawan-kawan didasari motif mencari keuntungan material. Dua orang korbannya bahkan bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI).

“Untuk sementara yang kita temukan 2 TKW (Tenaga Kerja Wanita, Red), tapi penyidikan belum selesai,” kata Hengki Haryadi.

Selain PMI, korban Wowon juga ada yang berstatus sebagai istri, mertua dan anaknya. Pelaku yang bertugas mengumpulkan uang dari PMI adalah M Dede Solehudin. “Para saksi dijanjikan saat kembali ke Indonesia akan ada rumah bagus, penggandaan uang,” jelas Hengki.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya memastikan kasus tewasnya tiga orang di Ciketingudik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat tidak murni keracunan, melainkan sengaja diracun. Korban meninggal adalah ibu dan anak atas nama AM, 35; RAM, 21; dan MR, 19.”Dari fakta awal ada fakta baru bahwa narasi yang dikembangkan mati keracunan tidak benar, tapi itu pembunuhan,” kata Fadil.

Tak hanya itu, kasus ini disebut Fadil sebagai pembunuhan berantai. Masih ada korban-korban lain. Dalam kasus ini, penyidik sudah menetapkan 3 orang tersangka. Mereka yakni Wowon Erawan alias Aki, Solihin alias Duloh dan M Dede Solehudin. Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 380 KUHP tentang pembunuhan, juncto Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Mereka terancam pidana 20 tahun penjara, atau penjara seumur hidup atau pidana mati. (jpc/bbs/ila)

Most Read

Artikel Terbaru

/