Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Imbauan Kemenhaj Tunda Umrah Tuai Pro Kontra Netizen

R
Penulis: Redaksi❯

Pemerintah meminta calon jamaah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda perjalanan sampai situasi di kawasan benar-benar kondusif. (Instagram @haqirae)
Pemerintah meminta calon jamaah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda perjalanan sampai situasi di kawasan benar-benar kondusif. (Instagram @haqirae)


Advertisement

sumutpos.jawapos.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu perdebatan di media sosial setelah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau jamaah Indonesia untuk menunda keberangkatan umrah demi alasan keamanan. Imbauan tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, melalui akun resmi Instagram Kemenhaj, Minggu (1/3/2026).

Dalam pernyataannya, dilansir dari Instagram @pandemictalks, Seninn(2/3/2026), pemerintah meminta calon jamaah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda perjalanan sampai situasi di kawasan benar-benar kondusif. Langkah ini disebut sebagai bentuk kehati-hatian guna memastikan keamanan dan kenyamanan WNI yang akan beribadah di Arab Saudi.

Namun, imbauan tersebut memantik pro dan kontra di kalangan netizen.

Advertisement

Sebagian warganet mendukung penuh kebijakan tersebut. Mereka menilai keselamatan jamaah harus menjadi prioritas utama di tengah eskalasi konflik kawasan.

“Keamanan nomor satu. Ibadah bisa dijadwalkan ulang, nyawa tidak bisa,” tulis seorang pengguna media sosial.

Ada pula yang menilai keputusan pemerintah sudah tepat sebagai langkah antisipatif, mengingat situasi geopolitik dapat berubah cepat dan berdampak pada penerbangan maupun akses perjalanan internasional.

Advertisement

Di sisi lain, tak sedikit netizen yang mempertanyakan urgensi penundaan. Mereka berpendapat bahwa Arab Saudi relatif jauh dari titik konflik langsung dan aktivitas ibadah umrah dinilai tetap berjalan normal.

“Kalau di Saudi aman dan penerbangan tidak terganggu, kenapa harus ditunda?” komentar warganet lainnya.

Beberapa calon jamaah juga mengaku khawatir terhadap kerugian finansial, terutama terkait biaya perjalanan, hotel, dan visa yang sudah dibayarkan. Mereka meminta pemerintah memberikan kepastian teknis terkait mekanisme penjadwalan ulang serta jaminan perlindungan dana jamaah.

Perdebatan semakin ramai karena momen umrah saat Ramadan dianggap sebagai waktu istimewa bagi umat Muslim. Sebagian netizen menyayangkan jika kesempatan tersebut harus tertunda.

Meski demikian, Kemenhaj menegaskan bahwa imbauan tersebut bersifat sementara dan akan terus dievaluasi sesuai perkembangan situasi. Jamaah yang sudah berada di Tanah Suci juga diminta untuk tetap berkoordinasi dengan kantor urusan haji dan perwakilan pemerintah Indonesia setempat.

Hingga kini, diskusi di media sosial masih berlangsung dinamis. Di tengah perbedaan pandangan, isu utama yang mengemuka tetap sama: bagaimana menyeimbangkan antara kekhusyukan ibadah dan faktor keselamatan di tengah situasi global yang belum sepenuhnya stabil. (lin)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Nasib Duel Timnas Indonesia vs Yordania di Ujung Tanduk, PSSI Berpacu Cari Lawan Pengganti

Nasib Duel Timnas Indonesia vs Yordania di Ujung Tanduk, PSSI Berpacu Cari Lawan Pengganti

Laga Timnas Indonesia vs Yordania pada FIFA Matchday November 2026 terancam batal akibat situasi Timur Tengah yang memanas.

Timnas Indonesia Akhirnya Main di Luar Negeri, Yordania Menanti di FIFA Matchday November

Timnas Indonesia Akhirnya Main di Luar Negeri, Yordania Menanti di FIFA Matchday November

Timnas Indonesia akan bertandang ke Timur Tengah pada FIFA Matchday November 2026, termasuk menghadapi Yordania.

Iran Buka Selat Hormuz dengan Syarat, AS Diminta Akhiri Perang di Timur Tengah

Iran Buka Selat Hormuz dengan Syarat, AS Diminta Akhiri Perang di Timur Tengah

Iran mensyaratkan AS mengakhiri perang di Timur Tengah sebelum membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer