
SUMUT POS- Hingga Jumat (8/5/2026), Klinik Kesehatan Haji Indonesia mencatat ada 20 orang jamaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci.
Terakhir, pada Jumat (8/5) Mei lalu ada empat jamaah haji Indonesia yang wafat dalam sehari.
Mereka adalah Ngadikin Hadjoyono asal Kabupaten Kulonprogo, DIY. Lalu ada Sibiyatun asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Dua lainnya adalah Munisah asal Lombok Tengah NTB dan Siti Toto Ukar, jamaah haji asal Kota Ternate, Maluku Utara.
"Penyebab wafat yang paling banyak tercatat saat ini adalah penyumbatan pembuluh darah ke jantung dan radang paru-paru," terang Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI Ichsan Marsha, dikutip Minggu (10/5).
Di saat hampir bersamaan, Kemenhaj juga mendapat laporan adanya jamaah haji yang wafat dalam perjalanan ke Tanah Suci.
Jamaah bernama Sutrisno Agus Widodo asal Kabupaten Blora itu diketahui sakit saat dalam penerbangan dari Solo ke Saudi.
Ia kemudian diturunkan di bandara Kualanamu Medan saat pesawat melakukan technical landing.
Sutrisno lalu dilarikan ke RSUD Amri Tambunan Deliserdang, namun akhirnya tak tertolong.



